
Pagi-pagi sekali, Kimmy sudah bangun dari tidurnya yang panjang selepas makan sore kemarin. Ia merasa dirinya sudah sangat sehat, maka bergegas mandi dan menyiapkan buku-buku mata kuliah hari ini. Marcel dan Tomi yang memprotes adik mereka untuk istirahat akhirnya mengalah juga setelah Kimmy merengek tak berhenti.
Kimmy naik ke atas motor Tomi, hendak ikut berangkat.
"Ngapain lu disini?"
Tanya Tomi.
"Ya berangkatlah."
Jawab Kimmy.
"Kan lu bisa bareng Dave, Dek. Gue jadi gak perlu muter."
Ucap Tomi.
Kimmy turun dari motor Tomi dan memunculkan wajahnya tepat di depan wajah Dave yang sedang menstater motor.
"Emang boleh?"
Tanya Kimmy mengejutkan Dave.
Dave mengatur napasnya yang terkejut karena wajah wanita ini tepat beberapa sentimeter dari hadapannya.
"Naik."
Perintah Dave.
Akhirnya, Kimmy dan Dave berangkat bersama. Di separuh perjalanan hanya suara bising kendaraan yang mereka dengar, Kimmy sedang disibukkan oleh isi kepalanya mengenai rencananya mencari pasangan, agar dalam waktu cepat kedua Kakak menikah. Sementara Dave, perasaannya masih tak karuan karena kejadian sebelum berangkat tadi.
"Ah kenapa gue gak mikir dari dulu sih?"
Gumam kimmy mengejutkan Dave.
"Apanya?"
Tanya Dave yang merasa dari tadi tak bicara apapun dengannya, tapi perempuan itu membuat reaksi seolah-olah sedang menanggapi seseorang.
"Gue mau cari jodoh di aplikasi online kaya Renata. Gimana menurut lu?"
Tanya Kimmy. Dave terkejut dengan niat perempuan ini.
"Emang lu kepengen banget punya pacar?"
Tanya Dave.
"Iya mau buktiin ke Kakak gue, ada orang yang bisa lindungin gue. Jadi mereka gak perlu kuatirin gue lagi."
Jawab Kimmy bersemangat.
"Gak boleh. Yang udah lu kenal aja belum tentu baik."
Dave melarang.
"Kalo gak boleh, lu kasih ide lah. Atau lu mau jadi pacar gue? Kan enggak."
Ucap Kimmy membuat Dave mengerem motornya secara mendadak.
Jemima melihat keduanya turun dari motor yang sama. Ia tak malu menghampiri mereka.
"Kalian pacaran?"
Tanya Jemima tanpa basa-basi.
Kimmy diam tak menjawab, ia menyerahkan pada Dave karena ini masalah mereka.
"Iya, dia pacar gue."
Dave merangkul bahu Kimmy mengajaknya berjalan meninggalkan Jemima.
Kimmy kemudian tertawa setelah menengok ke belakang tak ditemukan lagi keberadaan Jemima.
"Hahaha parah lu snowman, gue baru mau nyari jodoh disini. Lu ngaku-ngaku pacar gue. Tambah susah deh. Gini banget ya kisah cinta gue di masa remaja.. Gak ada yang bisa diceritain. Hahaha"
Ucap Kimmy sambil menepuk jidat, Dave tersenyum lebar mendengar celotehan Kimmy hingga mereka masuk kedalam kelas. Semua wanita yang menggandrungi Dave karena pesonanya saat presentasi waktu itu, makin menggilai Dave kala tersenyum.
"Dia senyum barusan?"
Tanya Renata berbisik.
"Iya. kenapa kalo senyum? aneh?
Tanya Kimmy lagi. Renata mengangguk tak percaya, yang ia tahu selama dengan Jemima saja Dave tidak pernah tersenyum seperti itu di sekolah. Wajahnya selalu kaku.
"Itu sih pikiran negatif lu aja, Re. Makanya lain kali jangan nilai seseorang dari cerita oranglain."
Ucap Kimmy menasehati.
"Nanti ke perpustakaan yuk."
Ucap Kenny.
Belum sempat Kimmy menjawab Dave memanggil Kenny pura-pura bertanya, alasannya tak mengerti maksud soal latihan yang diberikan asisten Dosen itu. Hingga ia melupakan niatnya mengajak Kimmy.
"Ssssttt, sssttt.. lu kangen adek-adek kan? nanti pas break kita kesana ya."
Ucap Dave sambil berbisik. Merusak niat Kenny. Kimmy mengangguk tanda setuju.
Waktu yang ditunggu Kenny tiba, ia tak sabar menghabiskan waktu dengan Kimmy yang beberapa hari ini tak dijumpainya. Dave yang mengetahui niat Kenny dari tatapan pria itu, segera menarik tangan Kimmy yang masih duduk.Tak rela perempuan ini direbut waktunya walaupun hanya beberapa menit oleh pria lain.
Renata dan seisi kelas melihat kedekatan mereka, bahkan mengira keduanya adalah sepasang kekasih. Kenny tak langsung percaya dengan desas-desus yang dibicarakan orang-orang di depannya ini. Ia percaya apa yang di katakan Kimmy.
"Mereka beneran pacaran ya Re?"
Tanya Jemima yang rela menghampiri Renata ke dalam kelas.
"Iya ini sih fix. Dave aja bisa nyengir-nyengir gitu kalo sama Kim. Lagian lu ngapain masih kepo sih? Kan udah sama Ali."
Jawab Renata.
Jemima pergi tanpa merespon ocehan Renata. Ia tak bisa menerima jika Dave mencintai wanita lain dan bukan dirinya. Tetapi juga tak bisa melepaskan Ali begitu saja.
"Al, katamu dibelakang penggemar dan kamera, kita boleh punya kehidupan masing-masing kan?"
Tanya Renata yang meminta Ali datang ke kampusnya. Baru kali ini Ali tak merasa terpaksa, dia datang dengan sukarela, ingin melihat Kimmy tujuannya.
"Ya, kenapa?"
Tanya Ali.
"Aku mau pacaran sama orang lain. Boleh?"
Jemima menanyakan maksudnya memanggil Ali.
"Boleh. Putus juga boleh. Urusan kita udah selesai."
Ucap Ali yang berniat membuang Jemima setelah memanfaatkannya.
"Gak. Kamu masih berhutang sama aku. Tanpa aku tau, kamu manfaatin aku buat nyakitin Dave. Jadi aku minta imbalan."
Minta Jemima.
"Emang lu mau pacaran sama siapa? Imbalan apa lagi? followers lu udah banyak. Endorse lu juga banyak semenjak jual nama gue."
Ucap Ali telak.
"Gue mau balikkan sama Dave. Itu belum setimpal, lu ngerusak hubungan gue sama dia."
Jawab Jemima ketus.
"Haha..sadar, yang ngerusak hubungan lu sendiri. Gue gak pernah maksa lu putus sama dia. Jadi kesimpulannya, kita putus."
Tegas Ali sambil menstater motornya.
Jemima menangis kehilangan ambisinya menjadi populer.
"Kalo gue gak bisa dapet Ali, gue harus bisa dapetin Dave balik."
Ucap Jemima pada dirinya sendiri.
Sedang Dave dan Kimmy semakin dekat. Setiap minggu Dave selalu menyempatkan diri mengunjungi kediaman Kimmy dan kedua kakaknya. Ditambah lagi beberapa kali ikut Tomi mengisi jobnya. Kedua kakak makin mempercayakan Dave untuk menjaga adiknya.
Sudah masuk semester berikutnya, bukan hanya Dave, namun Kenny juga makin gencar mendekati Kimmy secara personal.
"Kim, maaf kalau lancang. Saya mau tanya, apakah kamu dan Dave sepasang kekasih?"
Tanya Kenny di ruang perpustakaan sepulang kuliah. Kebetulan Kimmy sedang menunggu Tomi yang terlambat menjemput.
"Bukan. Emangnya kenapa Kak?"
Jawab Kimmy, hati Kenny sungguh puas mendengar jawaban langsung dari mulut perempuan ini.
"Emm.. Kim, saya suka sama kamu. Kamu mau jadi pacar saya?"
Tanya Kenny yang sudah tak dapat menahan perasaannya.
Kimmy bingung hendak menjawab apa. Ia butuh seorang laki-laki untuk menjaganya, mengurangi kekuatiran Kakaknya. Namun ia juga tak memiliki perasaan lebih terhadap Kenny. Hanya sebatas teman.
"Aku tanya Kak Marcel dan Kak Tomi dulu ya."
Jawab Kimmy beralasan.
Kenny menunggu jawaban Kimmy cukup lama, karena sampai dua minggu, Kimmy belum juga berbicara pada kedua Kakaknya. Ia menanti momen yang tepat. Karena menurut penglihatannya, Marcel dan Tomi sedang dalam mood terburuk selepas kejadian makan sore waktu itu. Dayana akan segera menikah dengan pria pilihan orangtuanya. Sedangkan Gea semakin menunjukkan kemesraan dengan Ryo, sahabat Marcel di tempat kerjanya.