
Satu hari menjelang pernikahan Tomi dan Wanda, Dayana mendatangi kediaman tiga bersaudara tersebut. Kedatangannya menimbulkan kecanggungan diantara semua anggota keluarga ini.
"Kak Day, sini masuk."
Kimmy memeluk Dayana memecah keheningan.
"Aku kesini cuma sebentar mau ketemu Tomi."
Ucap Dayana sambil membalas pelukan Kimmy.
Tomi melirik ke arah Wanda, melihat reaksi yang ditimbulkan akibat kedatangan Dayana secara tiba-tiba. Namun diluar perkiraan Tomi, Wanda justru mengizinkan calon suaminya bertemu wanita masa lalunya dengan senyum penuh keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tomi pun mengangguk memberi keyakinan kembali pada Wanda.
Tomi mendekati Dayana dan mengajaknya berbicara di teras rumah.
"Tom, aku kesini cuma mau menyampaikan selamat atas pernikahan kamu dan Wanda besok. Maaf, aku berhalangan hadir di acara kalian, karena bertepatan dengan audisi di Jepang. Aku mau kasih ini.. "
Dayana menyerahkan sebuah kotak kecil hadiah pernikahan.
"Baik Day, terimakasih atas hadiahnya. Semoga audisimu berjalan baik."
Jawab Tomi.
"Emm aku boleh minta sesuatu Tom?"
Tanya Dayana sebelum akhirnya ia bangkit berdiri.
"Apa? "
Tomi bertanya kembali.
"Boleh aku memelukmu untuk yang terakhir? Anggap ini awal baru untuk hubungan pertemanan kita."
Minta Dayana.
Tomi berdiri dan membiarkan wanita itu memeluknya. Tak ada apapun di hati keduanya. Hanya saling melepas.
Dayana meneteskan airmatanya ke ceruk leher Tomi. Tomi yang merasakan itu, membalas pelukan Dayana. Pelukan yang berbeda dari sebelumnya.
"Semangat lanjutkan masa depan mu Day. Kau akan bahagia. Pasti."
Ucap Tomi menguatkan.
Dayana perlahan mengurai pelukannya dan mengangguk serta menyeka air matanya.
"Aku akan berpamitan dengan yang lain."
Dayana menuju ke dalam rumah, dilihatnya ketegangan di wajah para penghuni rumah yang melihat setiap kejadian dari jendela.
"Wanda, selamat untuk pernikahan kalian. Maaf aku berhalangan hadir. Semoga kalian berbahagia selamanya."
Dayana memeluk Wanda.
Kemudian ia memeluk satu persatu anggota keluarga Tomi. Karena mungkin inilah akhir pertemuan mereka. Dayana bukan hanya mengikuti audisi model seperti yang ia katakan, namun lebih dari itu. Ia akan menetap lama disana, mengikhlaskan kenangan dan mimpinya bersama Tomi. Sesuatu yang tak mudah, namun ia terus akan berjuang untuk itu. Untuk kebahagiaan Tomi dan juga dirinya sendiri.
"Perasaanku kaya bakal lama gak ketemu kak."
Bisik Kimmy yang tak melepas Dayana lebih dari lima menit.
"Dasar anak kecil, darah kita memang gak sama. Tapi kamu tetap adik kecilku. Kau selalu tau apa yang kupikirkan."
Dayana berbisik di telinga Kimmy.
Kimmy menangis melepaskan kepergian Dayana. Dalam pertumbuhannya menjadi gadis dewasa tak lepas dari bimbingan perempuan berparas cantik tersebut.
Mereka semua mengantar Dayana sampai ke halaman tempat Dayana menepikan kendaraannya.
"Kak, kamu harus datang di pernikahanku.. "
Teriak Kimmy. Dayana mengangguk dan tersenyum lebar.
Semua mata tertuju pada Kimmy terutama Ali. Mendengar ucapan Kimmy yang terdengar tegas dan lantang.
"Hahaha, jadi udah gak sabar pengen nikah juga nih?"
Tanya Gea menggoda.
"Hehe"
Kimmy tertunduk malu saat melihat Ali yang ikut tersipu.
...#...
Tiba saat yang dinanti, hari pernikahan Wanda dan Tomi . Mereka terlihat begitu bahagia. Gedung pernikahan mereka bersebelahan dengan gedung pernikahan Letty dan Raka.
"Lo tau gak sih pesta di sebelah rame banget? "
Ucap Renata yang mendatangi Kimmy dan Ali yang sedang berswafoto dengan pengantin.
"Ya bagus tamu undangannya hadir semua."
Jawab Kimmy asal.
"Bukan itu. Mempelai pria sama mempelai wanitanya ribut karena cincin yang disiapin kekecilan."
Ucap Renata bergosip.
"Hahhaaha, udahlah kalau gak ada keributan dalam sehari justru aneh."
Seloroh Tomi yang ikut mendengarkan informasi dari Renata.
"Maaf"
Ucapnya bersamaan.
Betapa terkejutnya Kimmy saat ia mendengar suara itu. Mata yang tadinya hanya tertuju pada semua hidangan beralih melihat pria disampingnya.
"Dave? "
"Kimmy? "
Dave dan Kimmy mengucap bersamaan.
Karena antrian sepanjang meja prasmanan mengantri akibat keterkejutan keduanya. Maka dengan cepat Kimmy dan Dave mengisi piring kosong mereka. Lalu berjalan mencari kursi kosong.
"Ali mana?"
Tanya Dave yang sudah terlebih dahulu mendapatkan kursi.
"Tuh sama Miracle."
Kimmy menunjuk dua orang yang sedang bercanda tak jauh dari mempelai.
Keduanya makan dengan gelisah. Dave menahan perasaan rindunya sedangkan Kimmy menahan pertanyaan yang hendak ia ingin ketahui dari mulut Dave.
Tadi gue laper banget, sekarang mendadak kenyang dan gak nyaman gini.
Batin Kimmy yang tak tenang.
"Dave, tante Anne mengancam apa ke kamu?"
Tanya Kimmy yang membuat dirinya sendiri tak menyangka akan berani mengeluarkan pertanyaan tersebut dari mulutnya.
"Kamu tau dari siapa? "
Tanya Dave yang kembali meletakkan sendok yang hendak di suapnya.
"Tante Anne sendiri kemarin."
Jawab Kimmy.
"Mami ganggu kamu? "
Tanya Dave kuatir.
"Enggak, Tante Anne gak pernah ganggu aku ya walaupun sebenarnya perkataannya mengganggu banget."
Jawab Kimmy polos.
"Mami ngomong apa? "
Lagi lagi kekhawatiran Dave berlebih.
"ada lah, aku lupa. Segala sesuatu yang gak enakkin, aku gak mau inget."
Ucap Kimmy sambil menyuap kembali.
"Iya, Kamu memang begitu. Selalu masa bodoh dengan perkataan atau perbuatan kasar oranglain terhadapmu."
Dave mengenang. Kemudian keduanya terdiam sesaat.
"Jangan-jangan tante Anne mengancam mau ganggu aku ya?"
Tanya Kimmy.
"Sok tau."
Jawab Dave tak ingin memperpanjang.
"Oke, aku gak akan cari tahu lagi. Bagaimanapun kita harus dengerin kata orang tua alias gak boleh durhaka. Tapi aku pesan satu hal, kalau lain kali kamu mencintai oranglain dan orangtuamu gak setuju. Coba ngomong sejujurnya sama pasanganmu. Jangan tiba-tiba berubah jadi orang lain. Akhirnya cuma jadi buat salah paham."
Ucap Kimmy sambil meletakkan piringnya yang belum habis kemudian berdiri meninggalkan Dave yang masih terpaku dan menghampiri Ali.
Dari kejauhan Dave memperhatikan Ali merangkul pinggul Kimmy dengan mesra. Ingin rasanya cepat-cepat pergi dari tempat ini. Namun apa daya, kedua orang itu malah mendatanginya.
Kimmy berkata pada Ali bahwa ia mempunyai kejutan untuknya. Ali yang tak mengetahui bahwa kejutan itu adalah kehadiran Dave, merangkul Kimmy dengan mesra. Tiba saat mereka berhadapan, Ali segera mengurai pelukannya dan berjabat tangan dengan Dave.
Ahh Kimberly, kalau tau orang yang kamu maksud Dave. Setidaknya aku menjaga sedikit perasaannya. Tidak terang-terangan bermesraan seperti tadi.
Batin Ali.
"Selamat untuk pertunangan kalian. Jaga dia Al. Gue percaya sama lu."
Bisik Dave sewaktu menjabat tangan Ali.
"Sorry Dave, gue gak ngabarin lu."
Ucap Ali.
"Gak apa. Yang penting semuanya berjalan baik. "
Dave menegarkan dirinya yang rapuh.
Dua snowman udah berbahagia nih, cerita mereka selesai. Tinggal satu snowman lagi yang cintanya mengerucut membentuk segitiga. Kira-kira kalian tim mana sih? Dave atau Ali??
Jangan lupa Like, Comment dan Votenya ya. 💕