Mr.Snowman

Mr.Snowman
klub Malam



"Kim oooohhhh Kim.."


Teriak Romi di depan teras rumah Kimmy.


Kimmy yang semenjak tadi mengunci diri di dalam kamar akhirnya keluar.


"Eh Romlah... ups Romi. Ada apa? Sini masuk."


Sambut Kimmy dengan hangat.


"Mau cari Bang Dave minta tolong benerin motor".


Romi menjelaskan keperluannya.


"Kok kenal sama Dave?"


Tanya Kimmy tanpa menunggu jawaban Romi. Ia segera ke kamar Tomi.


"Dave.."


Kimmy memanggil lembut.


"Gak dikunci. Masuk aja."


Seru Dave dari dalam kamar. Kimmy membuka pintu kamar dan melihat sosok yang membuatnya melupakan tujuan.


Dave duduk bersandar di kepala ranjang, sambil bertelanjang dada. Rambutnya masih basah seperti baru saja selesai mandi. Kimmy menelan ludah berkali-kali.


"Sepertinya sekarang lu yang gak waras. Langsung aja kunci pintu kamar".


Goda Dave mengetahui jelas kemana mata Kimmy menjelajah. Ya jelas dia terpaku pada dada bidang milik Dave.


"Emm cuma mau bilang Romi nyariin."


Jawab Kimmy sambil menunjuk ke ruang tamu kemudian berlari kembali ke kamarnya . Ia takut dengan ancaman Dave.


Dave menyeringai melihat tingkah Kimmy yang menggemaskan. Tak lama ia keluar menemui Romi dan menuruti permintaannya. Dave mengikuti Romi dari belakang sampai di kediamannya yang sederhana namun hangat dan ramai.


"Kim, siap-siap ya. Gue mau ajak makan diluar"


Ucap Ali setelah melihat rencananya berjalan baik.


"Tapi Dave baru aja ke rumah Romi. Gue panggil dulu ya."


Ucap Kimmy.


"Telepon aja suruh nyusul. Gue udah kelaparan banget."


Minta Ali keberatan.


"Ya udah deh."


Kimmy tak tega dengan Ali yang sudah lapar. Ia mengikuti kemauan pria itu.


Ditengah perjalanan bahkan sampai di resto besar milik Bu Ratna, Kimmy tak hentinya mencoba menghubungi Dave namun tak jua diangkat . Ali tersenyum senang, ia tahu Dave telah meninggalkan ponselnya di kamar tadi. Wajah Kimmy tak seceria biasanya, ia terlihat sangat cemas memikirkan Dave.


"Kim pesen apa?"


Tanya Ali.


"Ayam goreng dua yang satu dibungkus."


Jawab Kimmy.


"Buat tengah malam?"


Tanya Ali dengan senyum simpulnya.


"Buat Dave. Kasian dia belum makan."


Jawab Kimmy.


Ali menghela napas panjang. Tubuh Kimmy kini tengah bersama dirinya namun tidak pikirannya.


Baru separuh makanan yang dilahap Kimmy. ia meminta pulang. Ali menyetujui. Jangankan bicara dari hati ke hati, percakapan ringan saja Kimmy tak nyambung. Ia terus mencemaskan Dave.


Sesampainya di rumah Dave membukakan pintu, rupanya ia telah selesai membantu Romi.


"Dave maaf ya dari tadi gue hubungin gak lu angkat, kasian Ali kelaparan."


Ucap Kimmy sambil menyodorkan makanan untuk Dave.


"Thanks Kim."


Ucap Dave pada Kimmy. Kemudian perempuan itu masuk ke dalam kamar.


Dave melihat wajah Ali yang tak bersemangat.


"Mau sampai kapan main kotor?"


Tanya Dave tanpa menoleh ke Ali. Namun pria itu tau hanya dirinya yang berada satu ruangan dengannya.


"Urusan gue."


Jawab Ali datar.


"Kalo emang lu suka sama dia. Lakuin hal-hal yang dia suka. Bukan yang lu suka."


Ucap Dave sambil berjalan meninggalkan Ali.


Ali tak percaya Dave memberinya nasihat untuk mengambil hati perempuan yang mereka perebutkan.


Tring Tring. .


Ponsel Kimmy berbunyi . Tertera nama Kak Dayana di layarnya.


"Kim, tolong keluarin aku dari tempat ini."


Ucap Dayana mengiba.


"Kakak dimana?"


Tanya Kimmy panik.


"Di Middle night club"


Jawab Dayana. Lalu suaranya hilang. Hanya terdengar suara benda terlempar.


Kimmy berlari mencari Dave di dalam kamarnya dan menekan pengeras suara ponselnya agar terdengar. Ali yang melihat Kimmy mendatangi Dave dengan terburu-buru ikut ke dalam kamar Tomi.


"Dasar perempuan murahan, kau kira paling cantik disini? Liat muka mu sudah tak ada bentuknya begitu. Siapa lagi yang mau?"


Teriak laki-laki yang menghardik Dayana disertai pukulan dan rintihan.


Dave segera menekan tombol rekam pada ponsel Kimmy, untuk menjaga jika dibutuhkan nantinya.


"Sebentar lagi ku patahkan kakimu biar gak bisa kabur lagi!"


Ancam laki-laki yang masih bersama Dayana tersebut. Setelah itu tak ada suara lagi.


Minta Kimmy mengiba pada Ali dan Dave.


Mereka bertiga memikirkan cara untuk membawa Dayana keluar tanpa menimbulkan keributan.


"Lu pesen Dayana."


Ucap Dave menunjuk Ali.


"Pesen?"


Tanya Kimmy tak mengerti.


"Iya kalau dari percakapannya. Dayana sepertinya gak mau melayani laki-laki hidung belang."


Ucap Dave menjelaskan.


"Hah? Maksud lu Kak Dayana ...?


Tanya Kimmy terkejut.


Dave mengangguk.


"Lu aja. Kenapa harus gue? Emang muka gue kaya laki-laki hidung belang?"


Tanya Ali keberatan .


"Iya. Muka lu nakal Al dibanding Dave."


Jawab Kimmy jujur. Dave menahan tawa mendengarnya.


"Gak gitu maksudnya, suaminya Dayana pernah liat gue pas pernikahan mereka."


Jawab Dave menengahi.


Ali mengerti dan menerima alasan Dave.


Mereka kemudian bersiap-siap.


"Kim, masih lama?"


Tanya Dave yang sudah setengah jam menunggunya diluar kamar.


"Iya udah nih."


Jawab Kimmy sambil membuka pintu.


Dave dan Ali terkejut melihat pakaian Kimmy yang begitu terbuka.


"Wooww seksi"


Goda Ali.


"Apa-apaan ini? Ganti baju sekarang!"


Seru Dave tak suka.


"Gue kan mau ke klub malam Dave bukan mau kondangan."


Tolak Kimmy. Dave tak dapat berkata lagi. Kimmy benar kali ini.


"Gue naik ke motor siapa?"


Tanya Kimmy bingung.


"Gue lah. Kita pisah dari Ali."


Jawab Dave.


"Heh! Lu jaga mata!"


Tegur Dave pada Ali yang terus memperhatikan Kimmy. Ali tersenyum nakal mendengar peringatan itu.


Dave menarik tangan Kimmy agar memeluknya.


"Oh gue jadi umpan, lu berdua peluk-pelukan."


Sindir Ali.


Dave tak menggubris , ia segera melajukan motornya. Ali mengekor dari belakang. Tiba masuk kawasan klub, mereka berpisah seolah saling tak mengenal.


Ali langsung memesan perempuan penghibur ke staff klub. Sedang Kimmy dan Dave duduk di sisi bar memantau Ali.


Ali mendapatkan apa yang direncanakan . Dayana sedang tak memiliki pelanggan.


"Yang lain aja mas. Dayana wajahnya lagi gak menarik."


Ucap staf tersebut menyarankan.


"Gak apa. Saya maunya dia."


Minta Ali memaksa. Dan segera dipatuhi.


Ali dibawa ke satu ruangan khusus untuk pelanggan. Ia dipertemukan dengan Dayana.


"Mas, kasihani saya. Jangan saya."


Minta Dayana mengiba.


"Kak Dayana tenang ya saya temen Kimmy."


Ucap Ali menenangkan. Ia tak tega melihat wajah Dayana lebam biru seperti sering menerima pukulan.


Dayana tak lagi menangis, ia merasa seperti mendapatkan pertolongan Tuhan malam ini.


Kini Dayana dan Ali berdiskusi memikirkan jalan keluar.


Sementara dibawah, Kimmy melihat suami Dayana sedang berjalan ke arah mereka.


Kimmy dengan segera menarik wajah Dave dan mencium bibirnya, agar wajah mereka tertutup dan tak dicurigai.


Dave terhenyak, ia belum mengerti maksud Kimmy. Dengan cepat mendorong tubuh Kimmy lembut namun Kimmy semakin menekan bibirnya dan menghisap bibir Dave agar tak terlepas.


Kini Dave mengikuti kemauan perempuan itu. Ia membalas gerakan ciuman yang mesra ini. Kimmy melirik mencari suami Dayana. Betapa tak beruntungnya, laki-laki itu semakin dekat. Berdiri tepat dibelakang tubuh Dave.


Kimmy menarik tangan Dave menyentuh dadanya. Ia sesungguhnya tak ingin tapi tak ada cara lain membuat pria itu risih dan pergi. Dave makin tak mengerti, Dipikirannya Kimmy mungkin sedang terbawa suasana. Dave berkali-kali menolak ketika Kimmy membawa tangannya ke dua buah gundukan kenyal. Tapi Kimmy tak menyerah. Ia membuat Dave meraba area sensitif miliknya itu.


"Dasar anak muda. Kalau mau mesum pesan kamar diatas! Jangan disini."


Gerutu suami Dayana. Kemudian ia berlalu menjauh. Dave baru mengerti alasan Kimmy melakukan hal ini.


Kimmy segera melepaskan diri dari Dave.


"Awas lu gak nikahin gue!"


Ancam Kimmy.


Ia sendiri masih merinding mengingat Dave menyentuh dadanya dengan lembut.