
Kimmy yang bosannya sudah meradang, akhirnya menghubungi Dayana. Sudah lama ia tak menumpahkan isi hatinya kepada seseorang yang sangat dipercaya.
Dayana yang tengah libur memenuhi permintaan Kimmy. Ia langsung berangkat seketika ada alasan untuk keluar dari wejangan kedua orangtuanya yang meminta anak perempuan mereka segera menikah. Usianya terbilang sangat tua untuk perempuan lajang di daerahnya. Rata-rata gadis berumur lima belas tahun sudah menikah disana.
Kimmy membawa masuk Dayana langsung ke kamarnya. Mereka bertukar cerita panjang lebar. Tidak peduli lagi dengan Kakak tertuanya yang sedang gelisah di dalam kamar. Segala kejadian tak luput dari obrolan mereka. Termasuk mengenai Tomi dan Dave.
"Jadi, inti dari semuanya kamu masih suka sama Mr.Snowman?"
Tanya Dayana.
"Masih. Tapi harus lupain. Soalnya Kak Marcel sama Kak Tomi juga udah percaya sama kita. Aku gak mau ngecewain mereka."
Jawab Kimmy.
"Kalo mereka setuju gimana?"
Tanya Dayana lagi.
"Mereka setuju atau gak tetap akan sama, Kak. Snowman gak akan suka sama aku. Aku manja katanya."
Jawab Kimmy menyerah.
"Nanti aku liat ya dari bahasa tubuhnya, kira-kira dia gimana ke kamu. Dia kesini kan?"
Tanya Dayana. Kimmy mengangguk.
Tak sadar keduanya telah bercakap-cakap selama lima jam, mereka menjeda obrolan. Kimmy pergi mencari makanan di dapur sedangkan Dayana bergegas ke toilet. Keduanya sama-sama menahan. Yang satu menahan lapar dan satunya menahan hasrat ingin buang air kecil.
Dave pulang ketika Kimmy mengacak-acak rak dapur.
"Lu belum makan ya? Gak ada makanan."
Tanya Dave, ia baru ingat Tomi tak sempat memasak tadi pagi.
"Sorry guys.. Gue langsung masak deh. Dave tolong beliin telur sama kaldu ya di warung bu Romlah."
Ucap Tomi yang tiba-tiba datang, berlari ke dapur hingga lupa membuka sepatu.
Dave yang tak mengetahui letak warung Bu Romlah mengajak Kimmy mengantarnya, mereka berjalan kaki karena tak terlalu jauh. Sungguh tak beruntung bagi keduanya, warung terdekat satu-satunya tersebut tengah tutup. Kimmy mengajak Dave melanjutkan perjalanan, ke warung terdekat selanjutnya yaitu tepat di tempat biasa Dave menurunkan Kimmy. Dave sempat memberi saran agar menggunakan kendaraan. Namun Kimmy menolak dengan alasan biar lebih lama Kak Tomi berduaan sama Kak Dayana. Ia juga menjelaskan kepada Dave mengenai perempuan yang dicintai Tomi tersebut.
Pintu kamar mandi terbuka, Tomi terkejut melihat sosok yang keluar dari dalamnya. Membuat tangannya teriris pisau karena pandangan mata masih melenceng dari pekerjaannya memotong cabai. Dayana segera mengobati luka Tomi yang meneteskan darah segar.
"Aku bantuin ya."
Minta Dayana yang telah membalut luka Tomi.
"Gak usah. Kamu tunggu di kamar Kim aja."
Tolak Tomi tak mau berlama-lama dengan perempuan yang membuat paru-parunya sesaat berhenti bernapas .
"Aku tau rasanya motong dengan tangan terluka."
Ucap Dayana sambil mengambil pisau di tangan Tomi.
Mereka masak bersama, tak jarang Tomi melirik ke arah perempuan yang sekarang sedang asik menggoreng ayam untuk makan siang mereka yang tertunda. Tomi tak ingat lagi mengenai dua orang yang sedang membeli pesanannya. Ia menikmati momen ini.
"Aww.."
Teriak Dayana saat cipratan minyak panas mengenai wajahnya.
Sontak membuat Tomi mendekatinya. Ia memperhatikan wajah Dayana dan menyeka minyak dengan lengan baju panjangnya. Wajah mereka semakin mendekat, keduanya merasakan gejolak dua insan yang sedang jatuh cinta. Perlahan Tomi mendekatkan bibirnya ke bibir Dayana yang seakan siap menerima kecupan dari pria di hadapannya. Kini bibir mereka menempel. Mata Dayana tertutup menikmati ciuman yang diberikan Tomi, mulutnya kian menganga, bibirnya saling menghisap tak jarang menggigit lembut.
"Kak....."
Kimmy hendak menyapa keduanya namun tenggorokannya tertahan, suaranya hilang tiba-tiba. Ia terkejut dengan kejadian yang dilihatnya.
Dave yang berdiri di sebelahnya, segera menutup mata perempuan itu dari belakang menggunakan tangan kirinya. Dan perlahan menyeret Kimmy masuk ke kamarnya. Kemudian menutup pintu sepelan mungkin. Ia tahu Kimmy yang polos ini akan membuat kecanggungan, maka Dave dengan sigap membawa Kimmy menjauh.
"Itu ciuman kan namanya?"
Tanya Kimmy terheran. Yang ia tahu di film-film ciuman hanya sekedar menempelkan bibir, tapi barusan ia lihat dengan jelas mereka seperti saling melahap.
Dave mengangguk sambil tersenyum.
"Kok gitu sih?"
Tanya Kimmy masih membutuhkan jawaban yang jelas.
"Ya ada yang kaya gitu, tergantung suasana hatinya. Emang lu belum pernah ciuman?"
Tanya Dave sambil menahan tawa.
Kimmy menggeleng. Dave makin gemas dengan kepolosan Kimmy.
Tanya Dave sambil menyodorkan wajahnya ke Kimmy.
"Enggaaaaaak."
Kimmy mendorong wajah Dave.
Dave mengejarnya di dalam kamar. Kimmy menutup mulutnya saat tak ada lagi ruang untuk berlari. Kini ia tersudut. Wajah Dave semakin dekat dan menunduk menyamai tinggi Kimmy yang lebih rendah kemudian mencongkel ujung mata Kimmy dengan telunjuknya.
"Ni kotoran mata. Mandi sana."
Ujar Dave membuat Kimmy malu.
Dave yang memang sedang mengerjai Kimmy menahan tawa terbahak-bahak di dadanya.
Setelah itu keduanya menyusun rencana untuk mengulang adegan masuk ke rumah. Mereka kembali ke teras dan mengetuk pintu seolah baru pulang dari berbelanja. Tomi dan Dayana melepaskan bibir mereka yang masih berpagut.
"Masuk"
Teriak Tomi dari dapur.
Dave dan Kimmy menjalankan drama mereka dengan baik.
"Tumben lu ngetok biasanya nyelonong aja."
Ucap Tomi yang sedikit curiga dengan kelakuan adiknya yang tidak biasa.
"Takut masih ci..."
Jawab Kimmy hampir merusak rencana mereka.
"Takut masih ngobrol dari hati ke hati."
Dave mengambil alih jawaban Kimmy.
"Lu jangan dengerin dia. Tukang gosip."
Ucap Tomi pada Dave menunjuk Kimmy.
Mana ada dia gosip, apa yang keluar dari mulutnya selalu jujur. Dasar licik, habis berbuat malah nunjuk orang lain.
Gerutu Dave dalam hati.
Kimmy terus menerus melihat Dayana yang lebih tinggi darinya. Dayana memasak dengan gugup karena terus diperhatikan.
"Kamu kenapa sih Kim? Gak sabar ya?"
Tanya Dayana yang mengira Kimmy kelaparan.
"Em.. mau tanya sakit gak?"
Kimmy balik bertanya. Ia mempertanyakan yang dirasakan bibir Dayana seusai digigit saudaranya.
"Apanya?"
Tanya Dayana dibuat bingung.
Dave yang mengerti maksud pertanyaan Kimmy menariknya dari dapur. Ia mengatakan akan membahas mata kuliah hari ini dengan Kimmy di ruang tamu.
"Kim, gak semua yang lu pengen tau harus ditanya ke orang."
Ucap Dave menasehati Kimmy.
"Terus?"
Tanya Kimmy masih tak paham.
"Kadang kala, lu harus mencoba supaya tau."
Jawab Dave sambil mendekatkan wajahnya sekali lagi.
Kimmy kali ini telah salah menangkap perkataan Dave.
Muach
Kimmy mencium pipi Dave, membuat pria tersebut terkejut. Ia tertangkap oleh umpan yang dibuat sendiri.
"Sama aja rasanya kaya nyium pipi Kak Marcel dan Kak Tomi."
Ucap Kimmy cuek sambil membuka buku catatan Dave tak menghiraukan laki-laki yang dibuatnya mematung itu. Ia mengira maksud perkataan Dave adalah mencium seseorang yang bukan saudaranya sendiri.