Mr.Snowman

Mr.Snowman
Doorrrr !!



Sudah dua minggu Kimmy melancarkan aksinya. Ia bersemangat menjodohkan asisten dosen tersebut dengan temannya. Sampai menelantarkan Pos Bahagianya dan tak peduli dengan Dave. Semua demi Renata.


"Kak Kenny tuh serius suka sama Renata?"


Tanya Kimmy pada Kenny. Mereka mengobrol di kantin kampus. Mata Dave terus memperhatikan mereka dari kejauhan, makin tak suka dengan kedekatan keduanya.


"Ya begitulah. Ternyata saya kena karma. Saya bilang gak mau punya pasangan seperti Renata, nyatanya saya jatuh cinta dengan perhatiannya dan cara berpikirnya yang dangkal namun mewarnai hari-hari saya yang hitam putih ini."


Ucap Kenny mengakui perasaannya.


"Terus kenapa gak jujur aja?"


Tanya Kimmy.


"Karena Renata kan pernah bilang dia suka cowo yang jago berkelahi kaya Kakakmu. Bukan jago berhitung seperti saya."


Jawab Kenny menyerah.


"Loh Kak Kenny aja ngerasa kena karma. Siapa tau dia juga. Lagian kalian deket udah cukup lama. Dicoba aja dulu."


Ucap Kimmy memberi dukungan. Sengaja pura-pura tak tahu perasaan Renata juga sama.


"Ah saya gak mau ditolak lagi."


Timpal Kenny.


"Kan mau nyatainnya ke Renata bukan ke aku lagi."


Ucap Kimmy memaksa sambil memegang tangan Kenny yang berada diatas meja. memohon dengan paksa. Dave makin tak tahan dengan apa yang dilihatnya.


"Ya udah saya coba. Kamu bantu saya ya."


Minta Kenny. Jelas Kimmy mengangguk dengan kencang. Dari kejauhan ekspresi Kimmy nampak seperti sedang jatuh cinta.


Sepulang kuliah, Kimmy meminta Dave untuk menemaninya mampir ke salah satu toko bunga. Ia menuruti permintaan Kenny yaitu memilihkan bunga untuk Renata.


"Mba, aku mau satu hand bouquet bunga peony."


Ucap Kimmy sambil menyodorkan beberapa lembar uang yang Kenny titipkan padanya.


"Oh syukurlah kakak gak cari mawar. buket mawarnya habis. Tinggal satu tangkai. Buat pacarnya ya kak?"


Ucap pegawai toko , Kimmy hanya tersenyum mendengarnya.


"Buat siapa?"


Tanya Dave yang terkejut dengan penuturan pegawai toko tadi.


"Kak Kenny."


Jawab Kimmy, membuat Dave salah paham.


Selesai bertransaksi. Kimmy keluar menunggu Dave di parkiran toko, sedangkan Dave tengah menumpang ke toilet yang berada di dalam toko bunga tersebut.


Kimmy memegang bunga dengan hati-hati, seperti menimang bayi baru lahir, takut rusak sebelum diberikan pada Renata.


Bahkan setelah sampai rumah, ia menidurkan bunga tersebut diatas kasurnya. Tak mau sampai cacat sekecil apapun. Ia mau Renata menerimanya dengan sempurna.


"Gue mau jalan ya Snowman. Kalo Kak Marcel nanya, bilang aja ke rumah Renata."


Ucap Kimmy yang sudah rapi dan membawa buket bunga peony di pelukannya.


Dave segera mengunci pintu rumah dan tak mengizinkan Kimmy keluar.


"Lu manas-manasin gue? Sengaja bikin cemburu? Karena kita gak pacaran, jadi lu seenaknya pacaran sama orang lain?"


Tanya Dave mencecar Kimmy. Kimmy masih diam belum sampai otaknya ke arah pembicaraan Dave.


Dave kemudian masuk kedalam kamar dan mengambil tas kuliahnya tadi siang, kemudian mengeluarkan setangkai mawar yang diam-diam ia beli saat Kimmy sedang menunggunya di parkiran.


"Kimberly, Gue suka dan cinta sama lu. Maukah lu terima perasaan gue?"


Tanya Dave yang dengan lantang membacakan isi hatinya. Seolah-olah sudah hapal dialognya.


Kimmy tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Hampir saja ia menjatuhkan buket bunga Renata. Lalu dengan perlahan ia letakkan buket bunga peony tersebut di atas meja makan. Kemudian ia menerima satu tangkai mawar merah yang diberikan oleh Dave.


"Iya gue mau Snowman."


Jawab Kimmy sambil menjatuhkan diri memeluk Dave. Ia tak percaya ingin memberi kejutan pada Renata malah ia yang terkejut.


Dave tak hanya diam, ia juga membalas pelukan Kimmy dan menciumi kepala wanita ini dengan mesra.


"Ya udah gue buru-buru. Seneng-senengnya nanti aja."


"Kan lu udah punya gue. Masih mau ketemu Kenny juga?"


Tanya Dave kesal.


"Yah lu anterin deh biar paham."


Ucap Kimmy sambil menarik Dave.


Mereka sampai di depan rumah Renata. Mobil Kenny terlihat sudah terparkir di halaman rumah Renata. Diam-diam Kimmy menghubungi Kenny menyuruhnya keluar untuk mengambil buket yang sudah ia bawa.


Kenny berjalan kearah Kimmy, tatapan Dave tak bersahabat dengan pria yang menghampiri mereka. Setelah bunga berada dalam genggaman Kenny, Kimmy dan Dave ikut masuk ke dalam rumah Renata.


Kenny berlutut di depan Renata yang asik dengan sosial medianya.


"Re, di depan Kimberly dan Dave, saya menyatakan perasaan suka saya terhadapmu. Maukah kamu menjadi kekasih saya?"


Ucap Kenny dengan penuh kesungguhan. Renata menjatuhkan ponselnya. Ia tak menyangka kali ini sungguh-sungguh ada yang menyukainya.


Dave terkejut saat mengetahui kenyataan yang ia saksikan.


"Kenapa lu gak bilang kalo bunganya buat mereka?"


Tanya Dave seolah malu telah salah paham.


"Tadi gue udah bilang."


Jawab Kimmy berbisik.


Mereka kini menjadi saksi pernyataan cinta Kenny yang diterima oleh Renata. Kimmy pamit dari kediaman Renata. Ia tak mau mengganggu kebahagiaan dua sejoli yang tengah jatuh cinta.


"Kenapa gak bilang dari awal sih?"


Tanya Dave yang hendak mengeluarkan motornya dari halaman rumah Renata.


"Kenapa dibahas lagi?"


Kimmy balik bertanya.


"Tadi gue salah paham, gue kira lu mau jadian sama Kenny."


Jawab Dave masih tak terima.


"Oh jadi kalo gak salah paham, lu gak bakal beli mawar dan minta gue jadi pacar lu? Intinya lu nyesel. Gitu? Ya udah tinggal putus."


Ucap Kimmy kesal. Dave langsung menutup mulut Kimmy dengan kecupan yang mendarat di bibir kecilnya.


"Jangan pernah bilang putus sembarangan lagi."


Minta Dave setelah melepaskan ciumannya.


"Eheeemmm oh jadi rahasia-rahasiaan?"


Teriak Renata yang melihat mereka dari dalam rumah.


Dave menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. Sedang Kimmy langsung naik ke belakang Dave dan meminta laki-laki itu menjalankan sepeda motornya. Ia belum siap berbagi cerita bahagianya dengan siapapun kecuali pria yang kini ada didepannya.


"Bye Reeee"


Ucap Kimmy melambaikan tangan. Lalu beralih memeluk Dave dengan erat.


Mereka terdiam melihat hari hampir malam, artinya Marcel akan segera pulang. Kimmy gelisah akan berkata apa pada Kakak tertuanya itu.


"Snowman, kalo Kak Marcel marah gimana?"


Tanya Kimmy yang masih berbicara dibelakang punggung Dave.


"Untuk sementara kita rahasiain dulu. Gue takut kalau nanti kita di jauhin."


Jawab Dave memberi gagasan.


"Gue gak bisa bohong sama mereka."


Ucap Kimmy sedih.


"Gue gak nyuruh lu bohong. Semua orang punya rahasia, Kim."


Jawab Dave membuka pemikiran Kimmy lebih dewasa.


Dave mengelus tangan Kimmy agar perempuan ini tenang.