
Sementara di ruang atas, Ali sedang berusaha membawa Dayana keluar dari tempat ini. Ali melumpuhkan dua penjaga ruangan atas dengan mudah tanpa menimbulkan kegaduhan. Dayana keluar melalui jalan belakang. Sedangkan Ali menemui Dave dan Kimmy.
"Dia udah nunggu dibelakang."
Ucap Ali memberi informasi.
Ketika mereka sampai di parkiran, Ali dihadang oleh anak buah dari suami Dayana yang berjumlah lima orang. kelima orang besar itu menghajar Ali bersamaan. Dave membantu Ali melumpuhkannya.
"Temui Dayana, bawa pergi."
Dave memberi perintah pada Kimmy. Kini ia berlari menemui Dayana.
Kimmy melihat Dayana memakai mantel hitam milik Ali untuk menyamarkan keberadaannya.
"Kak Ayo"
Kimmy menarik tangan Dayana menjauh dari klub. Kemudian memberhentikan taksi dan segera pulang ke kediamannya.
Sementara di basement tiga pria melawan Ali dan dua lainnya melawan Dave. Dave menghajar kedua pria dengan bersusah payah, sedangkan Ali mulai kewalahan karena lawannya terlampau banyak. Setelah membuat dua pria penyerangnya terkapar, Dave beralih membantu Ali.
Tak butuh waktu banyak, Dave dan Ali dapat melumpuhkan dua orang lagi. Sisa satu, penyerang berkepala pelontos itu membawa sebuah balok untuk memukul belakang kaki Ali.
"Jangan kaki!"
Teriak Dave segera berlari dan memeluk kaki mantan sahabatnya itu dari belakang, sehingga punggung Dave mendapat hantaman yang keras.
Mulut Dave mengeluarkan banyak darah.
Ali segera mengejar pemukul Dave dengan penuh kemarahan. Ia memukulinya tanpa ampun. Dibandingkan empat temannya yang lain, pria ini mendapatkan luka yang paling berat. Ali membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.
"Berhenti Al! Jangan bunuh siapa-siapa!"
Cegah Dave.
Ali mengangkat tubuh Dave.
"Bisa bawa motor?"
Tanya Ali perhatian.
Dave mengangguk.
"Ngapain lu ngelakuin hal bodoh kaya tadi?"
Tanya Ali dingin.
"Lu lebih tau jawabannya."
Jawab Dave.
"Gue berhutang sama lu, tapi jangan suruh gue tinggalin Kim."
Ucap Ali, Dave hanya menyeringai.
Kimmy merawat luka-luka di tubuh dan wajah Dayana. Perempuan itu hanya terdiam, seperti tengah mengalami trauma mendalam.
"Kak , aku telepon Kak Tomi ya."
Ucap Kimmy.
"Jangan. Aku sekarang cuma wanita murahan. Gak lebih dari sampah."
Ucap Dayana. Pandangannya kosong menatap dinding.
Kimmy memeluknya memberi kekuatan.
Ali memapah Dave masuk ke dalam rumah. Mulutnya tak berhenti mengeluarkan darah.
"Dave kenapa?"
Tanya Kimmy histeris.
Dave duduk menyandar sofa. Dada dan punggungnya teramat sakit. Kimmy menangisi Dave terus menerus.
"Kita ke rumah sakit aja ya Dave."
Bujuk Kimmy. Dave menolak dengan membuka kelima jarinya.
"Dave, ayo. Gue gak mau ada apa-apa sama lu"
Minta Kimmy dengan tangisan yang semakin menjadi.
Dave tak bisa menjawab dadanya makin sesak. Ia memeluk kepala Kimmy agar perempuan ini berhenti menangisinya.
Ali tak sanggup memperhatikan keduanya. Ia memilih masuk ke dalam kamar.
"Ali, Ali...."
Teriak Kimmy histeris.
"Ada apa?"
Tanya Ali berlari keluar. Ia ikut terkejut melihat Dave sudah tak sadarkan diri.
Mereka berempat pergi ke rumah sakit. Dave dan Dayana mendapatkan penanganan medis di UGD. Di ruang tunggu, Kimmy terus menangis, Ali memeluknya erat.
"Lu sayang banget sama Dave?"
Tanya Ali sambil menghela napas panjang. Ia berpikir ulang sebaiknya tak usah bertanya. Tangisan Kimmy sekarang sudah menjadi jawaban yang jelas.
"Iya."
Jawab Kimmy.
"Kalo gitu jangan cuma nangis, ayo kita berdoa untuk Dave."
Ajak Ali.
Kimmy menuruti nasihat Ali. Ia dengan imannya mendoakan kesehatan bagi Dave dan Dayana.
Mereka menunggu keduanya, hingga Kimmy tertidur bersandar pada Ali. Laki-laki itu membenarkan posisi tidur Kimmy. sehingga kepalanya kini sudah berada di paha Ali.
Kalian sudah seharusnya saling menjaga. Gue mundur.
"Keluarga Tuan Dave."
Seorang perawat memanggil. Ali dan Kimmy mendekat.
Dokter menjelaskan keadaan Dave kepada mereka, ia meminta Dave untuk melanjutkan perawatan. Karena mengalami cedera saraf tulang belakang yang serius.
Ali menelpon kedua orang tua Dave untuk memberitahu kondisinya.
Kimmy menangis disamping Dave yang telah tersadar, kini leher pria yang dicintainya sudah terpasang penyangga.
"Cepet sembuh ya Dave."
Minta Kimmy terisak.
"Iya."
Jawab Dave tersenyum sambil mengelus pipi Kimmy.
"Dasar anak gak berguna bisanya nyusahin orang tua! Sekarang kalo udah cedera begini, gimana mau bahagiain kami? Hilang sudah harapan saya."
Bentak Pak James ayah Dave. Dave hanya membuang muka tak ingin melihat mereka.
Kimmy tertegun mendengar pernyataan ayah Dave.
"Urus diri sendiri! Kami gak mau tau!"
Ucap Pak James melanjutkan kemudian ia berjalan keluar ruangan dengan istrinya.
"Bapak udah gak mau Dave? Kalo gitu, Dave mulai sekarang untuk saya."
Teriak Kimmy.
Pak James menoleh lalu ia berkata
"Ambil aja!"
Kimmy merasa senang sekaligus sedih. Ia senang, Dave sudah menjadi haknya. Tapi juga bersedih karena ia bisa melihat wajah kecewa Dave mendengar ucapan ayahnya.
"Gak usah sedih. Kita keluarga selamanya. Gue gak akan ninggalin lu."
Ucap Kimmy.
"Makasih."
Jawab Dave sambil mengelus kepala wanita itu.
"Maafin ya gara-gara aku, kalian jadi begini."
Ucap Dayana meminta maaf.
"Gak Kak. Sebelum kejadian ini, mereka memang begitu."
Jawab Dave.
"Kak Dayana sama Ali pulang aja. Malam ini aku yang jaga Dave. Takut Kak Marcel pulang."
Minta Kimmy pada keduanya.
Keduanya setuju, belum lagi Dayana butuh istirahat.
Sebelum pulang, Kimmy memegang tangan Ali dihadapan Dave dan Dayana.
"Tolong jaga Kak Dayana. Mulai hari ini, lu juga bagian dari keluarga kita. Welcome Ali."
Ucap Kimmy sambil memeluk Ali.
"Udah dong Kim. Gue belum bisa duel sama Ali."
Ucap Dave mengundang gelak tawa ketiganya.
Kimmy dengan setia menjaga Dave, menyuapinya, menceritakan beberapa hal aneh yang ia alami sehingga Dave sedikit melupakan kesedihannya.
"Ceritain masa kecil lu dong."
Minta Dave setelah Kimmy panjang lebar bercerita.
"Kan udah tau. Kita bertiga ditinggal sama papa Mama dari kecil. Kak Marcel jadi ayah, Kak Tomi jadi ibu. Apalagi?"
Jelas Kimmy malas mengulang.
"Cerita tentang Omen jodoh lu."
Ucap Dave.
Kimmy menceritakan kepahlawanan Omen si bocah gendut yang diklaim oleh kedua kakak menjadi jodoh Kimmy kelak.
"Dia manggil gue sansan. Katanya diambil dari kata sun matahari. Hehe Omen sayangnya dia hilang abis buat tangan temennya patah."
Ucap Kimmy membanggakan. Dave tersentak. Kisah yang diceritakan Kimmy sama persis dengan ceritanya.
"Nama kecil Kak Marcel dan Bang Tomi apa?"
Tanya Dave mencari kecocokan.
"Gak ada. Nama mereka itu dari kecil."
Jawab Kimmy.
"Maksudnya nama panggilan mereka waktu di panti."
Jelas Dave.
"Oh iya paham. Mereka dipanggil dari nama awalan. Julian nama depan Kak Marcel, sedangkan Kak Tomi dipanggilnya Jeri. Nama aslinya Jericho Thomas."
Jawab Kimmy mengingat.
Dave terdiam, ia yakin sejak dulu wanita di masa lalunya akan hadir sebagai masa depannya. Dan ini ia sekarang tepat berada di hadapannya sedang memijit lembut kaki Dave. sambil tersenyum riang persis senyumannya sewaktu kecil dulu.
"Sansan"
Ucap Dave menyentuh tangan Kimmy.