Mr.Snowman

Mr.Snowman
Sakit



Dave untuk pertama kalinya setelah dua bulan hanya menghiraukan Jemima, akhirnya kembali ke Pos Bahagia. Alangkah terkejutnya ia, Pos ini sudah di dekorasi sedemikian bagus. Ada foto-foto adik-adik asuhnya. Selain itu terdapat foto saat Kimmy menyuapi Dave dengan bekalnya dan juga foto ketika Dave menyuapi Kimmy kue pertama di ulang tahunnya.


Ia membawa banyak makanan namun tak ada satupun yang datang. Dave tidak tahu jika jadwal pertemuan mereka telah diubah tiap harinya menjadi sepulang kuliah. Apalagi kali ini Kimmy sudah berpesan untuk tak menunggu kehadirannya dua minggu ke depan.


"Loh Kak Dave udah sembuh?"


Tanya Devi yang kebetulan lewat sewaktu akan mengamen.


"Siapa yang sakit?"


Tanya Dave kebingungan.


"Kata Kak Kimmy, Kak Dave sakit makanya gak pernah nemuin kita lagi."


Devi menjelaskan. Dave baru mengerti Kimmy berbohong agar mereka tak kecewa.


"Iya, Kakak udah sembuh."


Ucap Dave tidak berbohong. Dirinya memang baru sembuh dari sakit hati, yang membodohinya.


"Teman-teman yang lain kemana?"


Tanya Dave.


"Kita kumpulnya sekarang setelah Kakak pulang kuliah. Tapi dua minggu ini Kak Kim izin gak bisa dateng, ada pelajaran tambahan katanya."


Devi menjelaskan panjang lebar.


Pelajaran tambahan apanya? Dia pacaran sama si asdos kok.


Gerutu Dave dalam hati.


"Oke ini bagi-bagiin ya ke yang lain. Mulai besok kita ketemu lagi. Selama Kak Kim gak ada, sama Kak Dave aja."


Ucap Dave berpesan.


Dave kembali ke kelas ingin mendengarkan penjelasan dari Kimmy mengenai pelajaran tambahan yang di maksud. Tapi Kimmy datang selalu bersamaan dengan Dosen pengajar. Membuatnya susah berkomunikasi. Belum lagi pulang kuliah, Kimmy menghilang setelah dijemput Kenny di pintu kelas.


Berhari-hari Dave belum sempat menanyakan pada Kimmy apa yang menjadi kesibukannya.


"Gun, apa yang terjadi selama Kak Dave gak ada?"


Tanya Dave pada Gugun. Tak sabar bila harus menunggu Kimmy.


"Gak ada, paling waktu pertama Kak Dave sakit. Kak Kim nangis-nangis."


Ucap Gugun polos.


Dave mengingat hari pertamanya tak muncul kehadapan anak-anak ini adalah ketika dirinya meminta Jemima kembali. Ia mulai mengembalikan semua memori dikepalanya. Dimana keesokan harinya setelah itu, Kimmy tak lagi mengganggunya, tapi Dave belum menyadari hal itu karena masih fokus terhadap Jemima.


Apa Kim denger semuanya? Gue harus ngomong sama dia besok.


Gumam Dave.


**


Keesokan harinya..


"Kim.."


Dave dan Kenny bersamaan memanggil Kimberly yang hendak bangun dari kursinya untuk istirahat.


Kimmy tak mendengar suara Dave, maka ia berjalan kearah Kenny.


"Kok gue lebih gak bisa terima lu giniin ya Kim ketimbang dicuekin Jemima?"


Gerutu Dave kesal.


Ia mengikuti kemana Kenny dan Kimmy berjalan. Ternyata mereka berjalan sampai ke kantin kampus. Dave duduk tak jauh dari keduanya. Menguping setiap perkataan mereka. Terdengar jelas Kenny sedang mengajarkan Kimmy dengan serius.


Oh belajar. Oke nanti aja pulang kuliah bagian gue.


Ucap Dave dalam hati. Lalu ia meninggalkan keduanya.


Pulang kuliah Dave hendak menuntaskan keinginannya, namun sayang kalah cepat dari Kenny. Kimmy sudah masuk ke dalam mobil asisten dosen tersebut.


Dave yang penasaran, mengikuti mereka sampai di kediaman Kimmy.


Gue nganter selalu cuma sampe depan ruko pinggir jalan. Kok si asdos ini udah bisa masuk ke rumahnya?


Gumam Dave yang merasa Kimmy tak adil.


Ia memperhatikan dari jauh, Kimmy terlihat asik mengobrol sambil membuka bukunya. Bahkan dengan Tomi pun terlihat sudah akrab. Akhirnya Dave memilih pergi dari tempat itu.


"Lu tiap hari sukarela kemari, beneran mau bantu Kim dapet beasiswa atau ada maksud lain?"


Tanya Tomi mengeluarkan keposesifannya.


Kenny hanya tersenyum, tak mampu menjawab pertanyaan Tomi. Tomi pun paham makna dibalik senyuman Kenny.


Minta Kimmy pada Kenny.


Kenny melihat kehangatan di keluarga ini. Ia makin nyaman berada berlama-lama di dalamnya.


Ia pulang setelah mobil Marcel datang, parkirannya tak cukup muat untuk dua mobil.


Namun setiap Kenny sudah pulang, Kimmy tak berhenti belajar, ia meneruskan sendiri di dalam kamar hingga dini hari. Kemudian bangun dengan wajah pucat.


Tomi pun tak sempat memperhatikan adiknya belakangan ini. Ia sibuk dengan tugas skripsinya. Jarang ada di rumah. Sekedar menyuapi adiknya saja sudah tak lagi dilakukan, semakin dewasa mereka semakin disibukkan kegiatan masing-masing.


Dua hari lagi tes tulis dan tes wawancara yang merupakan bagian dari seleksi penerimaan beasiswa akan berlangsung. Kimmy sudah sangat siap, tetapi tidak dengan tubuhnya. Kimmy ambruk ketika hendak berjalan ke kantin kampus tempatnya janji bertemu dengan Kenny. Beruntung Dave sedang membuntutinya. Ia segera membawa tubuh Kimmy ke poliklinik di kampusnya. Dokter menancapkan selang infus di tangan Kimmy merehidrasi cairan di tubuhnya.


"Kurang istirahat nih temennya mas. Kecapean, dehidrasi juga."


Ucap Dokter pada Dave.


"Disuruh istirahat total dulu ya seminggu ini. Jangan kerja keras dulu."


Dokter melanjutkan peringatannya.


Dave memperhatikan Kimmy yang terbaring lemas. Ia tersenyum pada Dave.


"Makasih ya."


Ucap Kimmy pada Dave.


Dave mengangguk mengiyakan.


"Tolong jangan ada yang tau ya soal ini."


Bisik Kimmy meminta pada Dave. Ia.khawatir jika Kenny dan Renata tau, bisa jadi kedua Kakaknya mengetahui dan melarang Kimmy untuk seleksi besok.


"Tapi lu istirahat. Gak usah ngampus dulu."


Dave membuat persetujuan.


"Iya lusa."


Jawab Kimmy.


"Mulai hari ini."


Tegas Dave.


"Gak, besok hari yang paling gue tunggu. Ujian buat dapat beasiswa."


Ucap Kimmy menerangkan.


Hati Dave terenyuh dengan perjuangan Kimmy. Apalagi ditambah salah pahamnya dua minggu ini yang mengira perempuan ini berpacaran dengan Kenny.


Dave mengalah, ia menyanggupi permintaan Kimmy.


Kemudian Kimmy tertidur lagi setelah mengirim pesan pada Kenny bahwa dirinya mendadak tidak bisa bertemu, ia benar-benar mengantuk. Dave menungguinya dengan sabar.


"Maaf ya Kim. Gue salah nilai lu. Sikap lu doang yang kekanak-kanakkan. Tapi sebenarnya lu perempuan tangguh yang pikirannya jauh ke depan."


Ucap Dave menyesali perbuatannya selama ini pada Kimmy.


"Iya gue maafin."


Kata Kimmy yang sebenarnya sudah terbangun sejak beberapa menit lalu.


Dave terkejut sekaligus malu mengetahui perkataannya di dengar langsung oleh Kimmy.


"Yuk gue udah enakkan."


Ucap Kimmy yang bibirnya masih putih dan bagian bawah matanya menghitam.


"Kakak lu jemput?"


Tanya Dave yang kebetulan waktu sudah menunjukkan jam dua siang.


Kimmy menggeleng dan menceritakan kesibukan Tomi belakangan ini. Lalu ia meminta untuk sebentar mampir ke Pos Bahagia, katanya rindu dengan adik-adik disana. Dave menyetujuinya. Mereka berjalan dan tak lupa membeli makan siang yang terlewat.


"Duduk dulu sebentar."


Kata Kimmy yang masih sangat lemas. Ia duduk di pinggir trotoar.


Dave tak mengoceh seperti biasanya. Ia ikut menurunkan tubuhnya di depan Kimmy.


"Naik."


Dave meminta Kimmy untuk naik ke punggungnya. Menggendong perempuan itu sampai di Pos.


"Jangan di turunin dulu. Gugun pinjem hp Kak Dave. Mau foto."


Ucap Gugun yang bersemangat mengabadikan semua momen.