Mr.Snowman

Mr.Snowman
Segitiga



Lena menjamu Ali dan Kimmy dengan makan malam yang sederhana namun cita rasa makanan yang mewah tak kalah dengan restoran bintang lima karena keahliannya dalam memasak.


Tok Tok Tok..


Ketukan pintu menghentikan aktivitas ketiganya.


"Biar mama yang buka, kalian makan aja."


Ucap Magdalena. Tak lama, ia kembali dengan sosok yang sangat dikenali Ali dan Kimmy.


"Om James.. "


Kimmy berlari kearah James dan memeluknya. Ali ikut mencium tangan James dengan sopan.


"Karena ini gaji pertama Ali dan buat orang-orang baik disekitarnya. Jadi mama undang Om James untuk ngerasain gaji kamu, Al."


Ucap Lena pada Ali.


"Iya Ma, gimana juga Om James yang urus Ali bisa sehat kaya sekarang."


Jawab Ali.


Keempatnya makan sambil berbincang banyak hal. Tak luput Dave menjadi bahan pembicaraan mereka.


"Liat ni anak makin kurus, gak nyangka kan waktu kecilnya tambun banget."


Ucap James seraya memperlihatkan foto Dave di ponselnya.


"Iya aku liat, dua kali dia pulang kan kesini nemuin Ali. Makin keren sih."


Timpal Lena. Mata Kimmy membulat sempurna terkejut dengan ucapannya.


"Dua kali? Nemuin Ali? "


Gumam Kimmy tak percaya.


James dan Ali menepuk dahi bersamaan, Lena terlihat menyesal dengan ketidaksengajaannya.


"Iya datang cuma seben--"


Jelas Ali terpotong.


"Gak usah jelasin apapun, Al."


Ucap Kimmy tersenyum kearah Ali dan kembali menyantap makanannya. Suasana berubah menjadi hening. Setelah makan, Kimmy meminta Ali mengantarnya untuk langsung pulang.


"Kim, kemarin Mama telepon Marcel ngasih usul kalau kalian tunangan dulu."


Lena mengantar Kimmy sampai di pintu.


Oh pantas tadi Kak Marcel bahas itu.


Batin Kimmy.


"Apa sih Ma? Kimmy masih kuliah."


Ali terkejut dan segera menghindar.


"Aku setuju Ma, tolong mama atur baiknya."


Ucap Kimmy membuat Ali terkejut berkali-kali.


"Kim.. "


Ali menariknya keatas motor untuk segera mengantarnya pulang, namun sebelum sampai di rumah, Ali menghentikannya lajunya di taman kota. Tempat ketika ia menemukan Kimmy menangis karena diputuskan Dave untuk pertama kali.


"Kim, kita harus kompak bilang enggak soal rencana pertunangan itu."


Ali melepas helmnya dan memarahi Kimmy.


"Buat apa? Gue beneran setuju."


Jawab Kimmy.


"Kim, Dave bakal salah paham."


Timpal Ali.


"Terus gue peduli? Dia dua kali balik kesini cuma nemuin lu. Berarti emang udah gak ada apa-apa diantara kami. Apalagi yang lu jaga?"


Tanya Kimmy.


"Oh jadi lu setuju pertunangan itu karena Dave gak nemuin lu? Dia punya alasan yang gak bisa dijelasin. Dan dia percaya gue bisa jaga lu, makanya ---"


Lagi-lagi penjelasan Ali terhenti.


"Gue gak peduli dia mau pulang atau enggak, mau nemuin gue atau enggak. I really dont care. Kita akan tunangan."


Kimmy memotong penjelasan Ali.


"Gue gak mau."


Sergah Ali.


"Kalo alasan lu Dave, gue gak terima."


Kimmy masa bodoh.


"Gue . . gue lagi deket sama cewe di tempat kerja, Kim."


Ali terpaksa berbohong.


"Oh, jadi itu alesan lu sekarang sok sibuk. Lu mau kita buka hubungan kita yang pura-pura ini dan biarin gue terima jodoh dari Kakak-kakak gue ATAU gue perjuangin cinta lu supaya berbalik ke gue?"


Tanya Kimmy memberi pilihan yang sulit untuk Ali.


"Gak satupun ada yang menarik dari pilihan lu."


Jawab Ali.


Ucap Kimmy seraya berjalan meninggalkan Ali dan menghentikan taksi.


Keras kepala.


Gumam Ali sambil mengikuti taksi yang ditumpangi Kimmy dari belakang.


Sementara itu, ditempat lain..


Dave sedang memandangi foto Kimmy di dalam dompetnya. Hari-harinya berlalu dengan semangat yang berkobar untuk banyak hal, menghentikan bisnis utama Anne dan kembali pada Kimmy. Setelah dua kali mengunjungi Ali, ia begitu bahagia mendapati Kimmy tak dimiliki siapapun kecuali dramanya dengan Ali untuk menghindari perjodohan yang diceritakan Ali.


Jangan kuatir, aku bersumpah saat kamu kembali, perasaan ini sudah hilang. Gak akan ada aku diantara kamu dan Jemima.


Lamunan Dave terhenti ketika suara itu terus terngiang-ngiang di kepalanya. Hal yang paling ia takuti adalah Kimmy beralih tak mencintainya.


Andai ia mengetahui, cinta itu benar-benar telah beralih pada seseorang yang sangat ia percaya.


Bagaimana tidak, setahun pertama saat Kimmy masih berprilaku aneh karena kepergian Dave, Ali selalu ada. Memberi dukungan pada perempuan itu untuk terus melanjutkan hidupnya. Hampir setiap hari, ia menyempatkan diri mengantar dan menjemput Kimmy. Bukti penjagaannya yang totalitas ditengah-tengah kesibukannya membuat skripsi dan persiapan wisuda.


Belum lagi saat Kimmy sakit karena kelelahan dengan tugas-tugas kuliahnya, ia selalu menjaga Kimmy sampai Marcel dan Gea tak khawatir sedikitpun selama Ali disampingnya. Tanpa Ali dan Kimmy sadari, Perhatian yang Ali berikan berhasil menggeser segala kenangannya dengan Dave. Kini yang ada hanya Ali seorang.


Bahkan ketika Dandy seorang presiden mahasiswa yang sangat digandrungi semua wanita di kampusnya menyatakan perasaan pada Kimmy di depan gedung fakultasnya.


Kimmy justru memperkenalkan Ali sebagai kekasihnya di depan banyak orang.


"Berani-beraninya dia ganggu ni cewe. Mau dibogem sama pacarnya?"


Bisik-bisik seluruh mahasiswa yang menjadi saksi pernyataan cinta Dandy.


"Maaf Ketua, tapi gue udah punya pacar."


Jawab Kimmy sembari menyatukan dua telapak tangan di depan dada. Penolakan yang santun.


"Siapa?"


Tanya anggota dewan kemahasiswaan yang lain kecewa.


"Itu loh.. "


Teman satu angkatan dan satu jurusan dengan Kimmy mencoba memperagakan gaya bertinju yaitu memukul udara dengan gaya yang melambai.


Ali yang terlalu lama menunggu Kimmy, akhirnya memutuskan masuk ke dalam kawasan kampus Kimmy dan menemukan beberapa orang sedang melingkari perempuan itu.


"Nah itu pacar aku. Permisi ya ketua. "


Kimmy menunjuk Ali dan berjalan meninggalkan seluruh orang yang terkejut termasuk teman sekelasnya yang tadi memperagakan gaya bertinju.


"Kenapa lu ikut kaget? Bukannya tadi lu udah lebih tau?"


Tanya seorang dewan mahasiswa yang tadi bertanya perihal pacar Kimmy .


"Iya petinju juga tapi bukan dia. Auuwww Kimmy sukanya yang kekar-kekar."


Ucap Pria tadi masih dengan gayanya yang melambai.


Kimmy memeluk Ali yang hampir mendekat ke arah mereka.


"Kenapa mereka?"


Tanya Ali heran kedatangannya menjadi pusat perhatian.


"Kaget setelah gue bilang lu pacar gue."


Jawab Kimmy.


"Haha, kenapa ? cukup depan keluarga kita aja Kim."


Ucap Ali.


"Karena itu tuh yang itu, suka sama lu. Lu mau? "


Kimmy menunjuk pria melambai yang menatap Ali dengan tatapan menggoda.


"Hiii .. Gak mau."


Ali bergidik melihatnya.


Saat hendak menaikki motornya, pria melambai tersebut berlari kearah mereka.


"Kimcut, nanti kalo udah bosen kasih eike ya. Gapapa preloved-an lu cucok meong."


Ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ali.


"Em, tapi sayangnya kami gak akan putus. Ya kan sayang?"


Ali merangkul Kimmy dan menunggu jawabannya.


Kimmy yang mulai menggantikan Dave, makin terpukau dengan pernyataan Ali.


"Yup. Never. "


Kimmy memeluk pinggang Ali.


"Huh, gak seru."


Seloroh pria tersebut sambil meninggalkan keduanya yang masih saling menatap.


"Makasih Kim udah nolongin gue dari jeratan perempuan jadi-jadian itu."


Ucap Ali melepaskan genggaman Kimmy.


Makasih juga Al, udah menjerat gue hanya untuk menatap lu.


Batin Kimmy.


Guys, Like dan commentnya ya. Vote juga kalo gak keberatan. laff u full 💕