Mr.Snowman

Mr.Snowman
Kejutan untuk kalian



Dave dan Kimmy bersepakat menyimpan hubungan mereka dari seluruh keluarga. Menurut Dave dirinya sengaja ditempatkan sang ayah di kota ini karena hendak memberi kejutan padanya, dan sudah pasti melibatkan banyak pihak termasuk Lena dan keluarga Kimberly. Mana mungkin kuasa seorang James tak mampu menempatkan anak semata wayangnya di tempat yang ia kehendaki.


"Mereka mau kasih kita kejutan. Ayo kita kejutin balik."


Ucap Dave.


Mereka bersiap ke acara peneguhan pernikahan James dan Lena. Pernikahan yang disiapkan dalam waktu singkat mengingat umur mereka sudah terlalu tua untuk berlama-lama meresmikan hubungan.


...***...


"Kimberly sama Dave kemana sih? Harusnya kan mereka dampingin kita. Bener-bener tuh anak dua susah banget ditemuinnya."


Gerutu Lena.


"Lagian bisa bisanya udah enam bulan mereka disana belum ketemu juga. Padahal kota itu gak terlalu besar."


Sahut James.


"Kamu sih kan kusuruh cek tempat tinggal Dave dan sewain rumah dekat Kimmy. Malah dibiarin numpang sama temennya. Gimana sih?"


Timpal Lena.


"Kamu tuh udah mau jadi istriku aja, masiiihh suka cari masalah. Udahlah kita fokus acara kita dulu."


Ucap James.


Kedua mempelai itu berseteru di depan pintu masuk altar. Sesaat sebelum keduanya dipanggil ke dalam.


"Happy wedding, Ma."


Ucap Kimmy yang tiba-tiba berada di sisi kiri Lena.


"Happy wedding, Pi."


Ucap Dave yang berada di sebelah kanan James bersamaan dengan Kimmy.


"Kalian?"


James dan Lena bersamaan.


Belum sempat melanjutkan pertanyaan, pembawa acara di pernikahan meminta kedua mempelai untuk masuk.


Keempatnya berjalan penuh kebahagiaan yang terpancar di wajah mereka.


Kimmy melambaikan tangan ke arah keluarganya yang sedang duduk di kursi sebelah kiri sambil menatapnya penuh keanehan.


"Dia dateng bareng Dave?"


"Auntie Kimmy really pretty, Mommy."


"Bahagia banget mukanya Kimmy. Ini pasti ada apa-apanya."


"Berarti disana dia udah ketemu Dave? Kok gak cerita apapun ke kita?"


"Parah anak itu, mau mandiri tapi kelewatan. Sekarang semuanya dirahasiain."


Satu keluarga tersebut menebak-nebak apa yang terjadi dengan Kimmy. Mereka mengeluarkan pendapatnya masing-masing. Acara yang berlangsung khidmat tersebut, mendadak berisik di sisi sayap sebelah kiri karena kelima orang tersebut. Kimmy memberi kode dengan meletakkan telunjuknya di depan bibir agar keluarganya berhenti berbicara.


Untunglah Marcel peka dengan perintah Kimmy. Ia segera menyuruh anggota keluarga lainnya untuk menyimpan pertanyaan mereka.


James dan Lena terlihat bagai pasangan muda yang terbakar asmara. Mereka sama sekali tak mengingat usia. Bermesraan di depan banyak tamu. Sesekali James mencium kening Lena dan meraih pinggul istri barunya tersebut.


"Pi jangan kecentilan. Malu sama umur."


Tegur Dave.


"Umur boleh tua, jiwa dan semangat papi masih muda Dave. Bisa buat adik lagi untuk kamu."


Ucap James yang keberatan disebut tua.


"Orang tua, aku gak mau punya anak lagi. Mendingan nimang cucu. Udah umur segini aku cuma mesra-mesraan, jalan-jalan keliling dunia sama kamu."


Celetuk Lena yang telah menandatangani buku pernikahan mereka.


Kimmy dan Dave saling menahan tawa mendengar perkataan dua orang tua tersebut. Karena hanya mereka berdua yang dapat mendengar percakapan tak berfaedah tersebut.


Selesai sesi yang menguras emosi, Keempatnya berbalik badan mempersilahkan para tamu untuk memberikan selamat kepada mempelai.


Keluarga Kimberly sengaja menunggu antrian terakhir untuk sekalian menginterogasi Kimmy dan Dave dengan leluasa di depan orangtua Dave juga.


"Kok kalian bisa bareng?"


Tanya wanda antusias.


"Ya bisa lah rumah kita sebrangan."


Jawab Dave membuat keluarga nya terkejut.


"Terus kalian ...?? "


Tanya Tomi yang dimengerti oleh Kimmy.


"Ini."


Kimmy menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Maksudnya?"


Tanya semuanya bersamaan.


"Lima bulan yang lalu aku terima lamarannya Dave."


Jawab Kimmy sumringah.


"Terus kamu gak cerita apapun sama kita?"


Tanya Gea tak percaya.


"Ya kalau kaya gitu, hari ini gak ada kejutan dong?"


Ucapan Kimmy membuat Lena terhuyung lemas.


"Ma, mama kenapa?"


Tanya Dave dan Kimmy bersamaan.


"Iya kejutan kalian buat jantung mama lemes. Mama bahagia banget."


Lena memeluk keduanya.


"Kalian tuh ngeprank kami kebangetan. Kasian mama."


James memarahi keduanya.


"Apa sih pak tua? Ini hadiah pernikahan kita yang paling aku tunggu. Malah ngomel-ngomel."


Ucap Lena ketus.


Seluruh keluarga Kimmy pun memberikan selamat kepada dua orang pasangan yang akan segera menikah ini.


"Terus kapan kamu jujur ke Kimmy tentang Omen?"


Tomi berbisik di telinga Dave.


"Nanti kak rencananya pas kami ke panti untuk undang ibu kepala panti."


Jawab Dave dan Tomi mengangguk setuju.


"Bisik apaan hayo?"


Tanya Kimmy.


"Enggak ada."


Jawab Tomi gugup.


Selesai acara pernikahan sederhana tersebut, Kimmy dan Dave berniat mengunjungi makam Ali sebelum besok mereka pulang ke kota tempat mereka bekerja.


Miracle yang merengek ingin terus bersama tantenya, akhirnya ikut masuk ke dalam mobil Dave.


Kimmy menyempatkan membeli sebuket bunga lili putih untuk menghias makam Ali.


"Kamu masih cinta sama Ali? "


Tanya Dave.


"Ali itu akan tetap hidup ditengah-tengah kita, Dave. Dia adalah lambang ketulusan yang pernah ada. Jadi jangan sekali-kali kamu cemburu sama dia."


Jawab Kimmy.


Dave tersenyum menanggapi perkataan Kimmy. Ia memang benar, tanpa pengorbanan besar Ali mereka tidak akan sampai pada titik ini. Mungkin saja Kimmy sudah menikah atau bertemu pria lain.


Sampailah ketiganya di pusara Ali. Kimmy meletakkan bunga bersender pada nisan Ali. Kemudian ia mencakar tanah makam Ali dengan kuku tangannya.


"Kamu lagi apa Kim?"


Tanya Dave khawatir. Ia mulai berpikir Kimmy belum bisa menggantikan Ali dengan dirinya. Ia sadar diri apa yang Ali lakukan jauh lebih besar daripada dirinya, namun hatinya terasa nyeri melihat kenyataan ini.


Cintanya cuma untuk lu, Al. Ayolah kita tukar posisi. Bahagiain dia.


Batin Dave.


Selesai Kimmy membuat lubang yang sedikit dalam, ia membuka kalung dilehernya. Ya kalung yang seharusnya menjadi simbol pernikahannya dengan Ali, kalung yang Ali minta untuk Dave sematkan di leher Kimmy pada permintaan terakhirnya sebelum kepergiannya.


"Aku letakkin kalung ini disini, Al. Terimakasih untuk segalanya. Aku rasa aku harus kubur impian kita sampai disini. Aku akan bahagia. Restui jalan kami ya, Al."


Ucap Kimmy sambil memasukkan kalung tersebut kedalam lubang yang ia buat. Kemudian ia menutup kembali dengan jarinya.


Dave yang sempat salah paham, ikut berjongkok membantu Kimmy menutup lubang itu dengan tanah. Tak terasa, ia pun menitikkan air mata.


Maafin gue Al. Gue salah sangka. Gue terlalu pencemburu, sampai lupa lu adalah warna putih di dalam cinta kami.


Dave membatin.


Selesai mereka mengubur kalung tersebut, Kimmy berjalan mendekati Dave dan mengajaknya pulang.


"Kenapa kamu kubur kalungnya? Aku gak masalah. Anggap itu hadiah terakhir Ali."


Ucap Dave.


"Oh nanti suami ku mau kasih aku perhiasan lebih banyak lagi, aku taruh mana kalau semuanya penuh?"


Kimmy menunjuk jarinya yang tersemat cincin.


"Ha.. ha.. ha.. Apa aku perlu beliin tokonya biar gak dikasih kode keras kaya gini?"


Timpal Dave.


Percakapan mereka terputus ketika Miracle terus melambaikan tangan ke pusara Ali yang sudah mereka lewati.


"Miracle dadahin siapa?"


Tanya Kimmy .


"Itu uncle Ali. Dia tersenyum melihat kita, auntie."


Jawab Miracle.


"Terus sekarang uncle Ali dimana?"


Tanya Kimmy lagi.


"Sudah terbang keatas Auntie."


Miracle menunjuk langit.


"Ali sudah bisa terbang sekarang, soalnya gak ada lagi perempuan cengeng yang nangis dan beratin langkahnya."


Ucap Dave sambil merengkuh bahu Kimmy.


Minta like, comment dan votenya yah💕