
"Maafin perkataan Tante kemarin sudah nyinggung kamu. Tante kebawa emosi."
Ucap Lena meneruskan.
"Saya juga minta maaf Tan udah bicara kasar ke Tante."
Ucap Kimmy sambil membungkuk.
Magdalena mendatangi Kimmy dan meraih tubuhnya. Ia mendekapnya dan membelai rambut panjang Kimmy.
Bagai setrum yang menjalar ke seluruh tubuh, Kimmy merasakan kehangatan seorang ibu lewat pelukan Lena. Ia memberanikan diri membalas pelukan Lena. Sehingga keduanya terbuai tak mau melepas.
"Eheeemm.. Ngambil nyokap gue ?"
Ali memberi tanda kehadirannya. Ia sudah lima menit berada ditempat itu sambil tersenyum mendapati keduanya.
"Maaf."
Jawab Kimmy sambil melepaskan pelukan.
"Aliii.."
Lena membuka lebar matanya menatap Ali dengan tatapan mengancam. Lalu kembali merangkul Kimmy.
"Yuk makan."
Lena mengajak Ali dan Kimmy makan malam bersama.
Makan malam yang seharusnya ia lakukan bersama keluarga Dave justru malah ia lakukan bersama keluarga Ali. Makan malam yang penuh kehangatan dengan menu yang di masak Lena dengan penuh cinta.
Selesai makan malam, Ali berpamitan pada Lena membawa pulang Kimmy ke rumahnya.
Kesedihan Kimmy menghilang dibalik kebahagiaan yang ia terima. Air matanya kini berubah menjadi senyuman yang dapat dilihat Ali dari spion motornya.
"Kenapa lu ketawa sendiri?"
Tanya Ali.
"Nyokap lu buat gue ya, Al. Atau bagi dua sama gue."
Minta Kimmy.
"Emang wafer?"
Canda Ali.
"Gue mau tiap hari ketemu nyokap lu. Rasa kangen gue sama nyokap terobati banget tadi pas dipeluk Tante Lena."
Jawab Kimmy.
"Bisa kita bagi dua nyokap. Asal lu jadi menantunya. Gimana?"
Tanya Ali sambil tertawa.
"Ihh Ali "
Kimmy memukuli punggung Ali.
"Hahaa iya iya, nyokap gue, gue bagi dua buat lu."
Ucap Ali pasrah.
"Gue harus belajar dari Mama nih naklukin lu."
Gumam Ali pelan.
"Apa kata lu?"
Tanya Kimmy pada Ali.
"Enggaaaakk"
Jawab Ali.
Keduanya tertawa bahagia. Kimmy memeluk pinggang Ali erat.
"Makasih ya Al."
Bisikan di telinga Ali membuatnya bergidik.
"Buat apa?"
Tanya Ali.
"Karena udah mau berbagi Tante Lena."
Jawab Kimmy kemudian meletakkan kepalanya di punggung Ali. Jantung Ali berdegup tak beraturan, napasnya memburu dengan cepat.
Setelah melalui perjalanan yang sedikit memakan waktu karena kemacetan dimana-mana, akhirnya mereka sampai di kediaman Kimmy.
Dave yang tengah duduk di ruang tamu menunggunya dengan tak tenang berlari menghampiri asal suara motor Ali.
"Dave..."
Kimmy berhamburan ke pelukan Dave.
"Kamu gak apa-apa? Kok bisa sama Ali?"
Tanya Dave.
"Gue ketemu dia di jalan lagi main ujan."
Jawab Ali. Dave memeluk Kimmy tak percaya. Perempuan ini seakan tak terluka sedikitpun hatinya.
"Maaf ya Mami aku nyakitin perasaan kamu."
Ucap Dave sambil tetap memeluk Kimmy.
"Apa sih Dave? Gak apa. Nanti pelan-pelan ya aku dekati Mami. Anggep aja tadi latihan.hahaa"
Ucap Kimmy sambil tertawa.
Hatimu terbuat dari apa sih ?
Batin Dave.
Apanya gak apa-apa? Dasar sok kuat.
Batin Ali.
Harusnya hari ini kamu bersemangat cerita pertemuan dengan mamiku. Tapi kau malah menceritakan tentang Tante Lena. Ah aku kalah dari Ali kali ini.
Dave merasakan kecemburuan melihat keakraban keduanya.
"Aku tidur duluan."
Ucap Dave seraya berdiri hendak masuk ke dalam kamar. Namun Kimmy mencegah dan menarik tangannya.
"Aku cinta kamu sembilan belas juta kali."
Ucap Kimmy sambil tersenyum. Dave menyambar mencium kening Kimmy di hadapan Ali.
"Aku cinta kamu."
Jawab Dave sengaja membuat panas hati Ali.
Sh*itt gue harus ngeliat kaya gini.
Gerutu Ali dalam hati.
Kimmy membiarkan Dave tertidur lebih dulu, ia tak paham bila kekasihnya sedang cemburu. Kimmy masih melanjutkan obrolannya dengan Ali. Dari dalam kamar samar-samar Dave mendengar keduanya masih tertawa.
Selang satu jam, suara Kimmy meredup. Matanya sudah tak kuasa menahan kantuk. Ia terlelap begitu saja di lengan sofa. Ali mengangkat tubuh Kimmy hendak memindahkannya ke dalam kamar. namun ketika sampai di pintu kamar, Dave keluar dari dalam kamarnya. Ali menyerahkan Kimmy ke gendongan Dave.
"Kenapa lu serahin ke gue?"
Tanya Dave masih menggendong Kimmy.
"Karena hatinya masih punya lu."
Jawab Ali sambil berbalik badan membelakangi Dave. Hatinya begitu sakit teriris. Ia harus menyerahkan wanita yang ia cintai ke tangan Dave.
Kalau tugas gue adalah menjaga lu sampai kepada Dave. Maka akan gue lakukan.
Batin Ali.
Dave meletakkan Kimmy di atas ranjangnya. Ia mencium wajah Kimmy bertubi-tubi.
"Dasar perempuan aneh. Lu gak ngerasa gue cemburu liat sikap lu ke Ali?"
Gerutu Dave sambil tetap mencium wajah Kimmy.
Tak lama, ia keluar mendapati Ali tengah memakai sepatu hendak pulang.
"Lu gak takut Kimmy gue apa-apain?"
Tanya Dave.
"Maksud lu?"
Ali tak paham.
"Kak Marcel sama Kak Gea lagi berangkat urus beberapa keperluan pernikahannya. Mereka akan pulang tengah malam."
Ucap Dave.
"Kita tumbuh sama-sama, gue tau..lu gak serendah itu memperlakukan perempuan. "
Jawab Ali.
"Lu masih mau akuin pertemanan kita?"
Tanya Dave.
"Gue gak mau bahas itu. Oh iya gue bilang sekali lagi lu buat dia nangis, gue akan rebut. Lu tadi udah melanggar itu."
Ucap Ali sinis.
"Jadi tadi dia nangis?"
Dave tersentak.
"Menurut lu di hina sama nyokap lu yang mulutnya sepedas cabe Carolina reaper gak akan buat orang menangis?"
Sindir Ali.
Dave tertunduk, tangannya mengepal menahan amarah. Ia merasa gagal. Niat baiknya malah membuat Kimmy bersedih.
"Gak usah takut gitu. Gue anggap ini bukan salah lu. Tapi satu kali aja dia nangis karena lu. Jangan harap dia bakal gue lepasin."
Ledekan Ali berujung pada ancaman dengan nada yang serius.
"Gue gak takut sama ancaman lu. Sebelum gue nyakitin dia, gue akan lebih dulu nyerahin dia ke lu."
Jawab Dave sambil membalikkan badannya masuk ke dalam bersamaan dengan kepergian Ali.
Dave merebahkan dirinya di samping Kimmy, ia memperhatikan wajah wanitanya yang kian memabukkan jika di pandangi terus-menerus. Sesekali mengusap lembut pipinya. Memainkan jari jemarinya di bibir manis Kimmy.
Kimmy yang terbangun karena kedinginan setelah hujan tadi, masuk ke dalam dekapan Dave. Wajahnya kini berada tepat di dada Dave.
"Jangan kemana-mana Dave. Biar Seperti ini sampai pagi."
Minta Kimmy.
"Haha, aku juga maunya begitu. Tapi bisa kena surat peringatan dari dua saudaramu."
Ucap Dave membuat Kimmy menarik pria itu agar semakin erat dekapannya.
"Apa kita menikah aja?"
Tanya Dave, kini mata Kimmy yang tadi mengantuk mendadak melebar karena terkejut mendengar perkataan Dave.
"Eh gak bisa gitu. Ceritanya gak sesimpel itu."
Jawab Kimmy.
"Cerita? Emang kamu kira kita ada di dalam naskah novel seseorang?"
Tanya Dave lagi.
"Kamu gak ingat ramalan Devi? Aku akan bersatu sama orang yang Ku suka namun masih lama, karena perjalanannya rumit. Kalo semudah ini, berarti kamu bukan jodohku dong?"
Ucap Kimmy.
"Hahaa kamu, itu takhayul. Gak semuanya benar."
Tawa Dave diakhiri ciuman lembut di bibir merah delima Kimmy.