
Setiap hari selama satu minggu belakangan Ali direpotkan oleh kegiatan barunya yaitu mengurus beberapa dokumen untuk pernikahannya yang harus segera menurut Marcel.
Sedang Kimmy belum dapat mendampinginya, tugas kulialncarah yang menumpuk membuatnya benar-benar tak dapat membantu Ali.
Kadang jam makan siangnya, ia gunakan untuk mengantar surat penting ke catatan sipil. Ia bahkan lalai dengan kesehatannya.
Hari ini berakhir sudah kerja keras Ali. Ia sempatkan menemui sang kekasih di kediamannya. Membawa dua buah semangka kesukaannya.
"Hufhht, aku capek banget Kim."
Ucap Ali sambil membanting diri di sofa karena kelelahan.
"Ya udah kamu tunggu sini. Aku siapin teh sama cemilan."
Minta Kimmy sembari menenteng dua buah semangka di tangannya.
Kimmy membuat teh hangat, mencari cemilan serta memotong satu semangka untuk ia nikmati bersama Ali.
Dengan bersenandung kecil, ia membawa satu persatu makanan yang sudah ia siapkan di dapur.
"Al, kok malah tidur. Kita udah satu minggu gak ketemu."
Rengek Kimmy, namun Ali tetap tak bergerak. Ia tertidur dengan pulas.
Kimmy akhirnya mengalah, tak mengganggu Ali lagi. Ia mengambilkan selimut dan meletakannya diatas tubuh Ali. Kimmy menikmati semangkanya sendiri.
"Yuhuuu Kurcaciiiii"
Teriakan dari luar pintu memekak telinga Kimmy. Belum lagi pintu yang dibanting kencang.
"Pelan-pelan Yuyu! "
Ucap Kimmy berbisik.
"Apaan yuyu?"
Tanya Wanda masih dengan suara yang keras, namun Ali tetap pulas.
"Yuyu ya kepiting. Jangan teriak lagi. Ali lagi tidur. "
Jawab Kimmy sambil terus meletakkan telunjuknya di depan mulut.
Wanda akhirnya mengerti dan berhasil menutup mulutnya. Miracle dan Gea ikut keluar kamar menyambut dua pengantin baru ini.
"Ali, Ali gimana? masih sakit? "
Tanya Tomi panik setelah membayar ongkos taksi.
"Ihh suami istri berisik banget."
Kimmy mengacak rambutnya sendiri tak mengerti lagi cara menghentikan kebisingan ini.
"Ali itu gak apa-apa. Dia kecapean aja seminggu ini urus administrasi kelengkapan untuk pernikahan."
Jawab Kimmy. Mata Tomi dan Wanda saling menatap tajam tak mengerti maksud perkataan Kimmy.
"Maksudnya pernikahan Ali sama lu, Dek?"
Tanya Tomi ragu.
"Iya Tom. Jadi waktu di villa ada insiden memalukan. Sengaja belum gue ceritain ke lu. Takut ganggu honeymoon lu."
Ucap Marcel yang tak diketahui kedatangannya karena mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Insiden apa? "
Tanya Tomi terkejut.
"Ah, gue gak mau jelasin apa-apa. Percuma paling lu percaya Kak Marcel."
Ucap Kimmy cuek. Tak lagi peduli tanggapan orang mengenai dirinya. Baginya yang terpenting sekarang adalah rencananya dengan Ali berjalan baik.
Tomi menatap Marcel meminta penjelasan padanya. Karena ia masih tak habis pikir dengan keputusan yang mendadak ini. Marcel pun menceritakan secara jelas apa yang ia lihat ketika itu.
Mata Tomi begitu merah menyala, sorotnya tajam. Kemarahannya hendak meluap. Kimmy yang melihat hal tersebut berjalan mundur dan duduk disebelah Ali yang masih tertidur.
Alamat ditampar kedua kali ini.
Batin Kimmy.
Bruukk
Tomi memukul Marcel dihadapan keluarga itu. Miracle menangis melihat ayahnya terpelanting karena tak siap menerima serangan dari Tomi.
"Harusnya gue gak pernah percayain Kimmy di tangan lu. To*lol! Dengerin dulu penjelasan mereka."
Teriak Tomi kasar kepada kakaknya. Ali sontak terbangun ikut terkejut dengan pemandangan dihadapannya. Segera ia mengangkat Marcel yang sudah mengeluarkan darah segar dari hidungnya.
"Ada apa ini? "
Tanya Ali panik.
"Lo juga, masa gak bisa jelasin ke Marcel kejadian sebenarnya? Kenapa? Takut ? Selama lu benar, gak usah takut."
Tomi turut memarahi Ali yang terkesan tak tegas.
"Pas kalian pulang, pihak penginapan tuh ngejelasin semua kejadian dari Ali pingsan di spot snorkeling, Kimmy panik cari kunci serep di resepsionis. Semua dijelasin rinci ke gue. Dan lu seenaknya fitnah adek gue yang bukan-bukan? "
Tomi menunjuk wajah Marcel.
"Dia adek gue juga."
Balas Marcel.
"Bukan. Mana ada seorang Kakak yang ikut menyudutkan adeknya?!"
"Udah Kak masalahnya udah beres. Kami dapat jadwal bulan depan untuk menikah."
Ali berharap mereka membahas kedepan dan tak mempermasalahkan kesalahpahaman yang terjadi.
"Gak bisa. Batalin aja kalau ini atas paksaan Marcel yang gak bener ini. "
Bentak Tomi.
"Gak kak, kami gak terpaksa. Kimmy udah siap berumahtangga dengan Ali."
Ucap Kimmy menuai senyuman merekah dari wajah Ali.
Tomi mengambil napas panjang dan menghembuskannya cepat. Ia terkejut dengan jawaban adik kecilnya tersebut.
"Mau kasih Ali makanan apa tiap hari? masak aja belum bisa , Dek."
Tanya Tomi sambil mengelus dada.
"Kan nanti habis nikah aku tinggal di rumah Ali sama mama Lena. Jadi bisa terus latihan tiap hari."
Jawab Kimmy sambil tersenyum-senyum membayangkan.
"Udah sesiap itu ?"
Tanya Tomi
"Ninggalin rumah ini? "
Tanya Marcel terheran-heran.
"Ya iya, semua perempuan yang udah nikah kan ikut suaminya bukan? "
Jawab Kimmy malu.
"Dek maafin Kak Marcel ya Dek. Kakak gak denger penjelasanmu. Sekarang kalian gak harus menikah cepat-cepat kok. Batalin aja Dek. Kakak belum siap ditinggal kamu."
Marcel memohon dengan penuh penyesalan.
"Maafin gue ya, Al. "
Lanjut Marcel sambil menepuk bahu Ali.
Kimmy datang mendekati Marcel dan memeluknya.
"Kimmy sama Ali udah maafin Kak Marcel kok."
Lalu Kimmy berjalan kearah Ali dan menggamit lengannya.
"Tapi persiapan kami sudah berjalan dan terus berjalan kak. Kami gak akan ubah rencana."
Ucap Kimmy membuat kedua Kakaknya terlihat murung.
"Ya sudah tapi kalian tinggal disini ya setelah menikah."
Minta Marcel.
"Terimakasih kak tawarannya. Tapi saya gak bisa tinggalin mama sendiri pasti kesepian."
Jawab Ali sopan takut-takut Marcel salah paham lagi.
"Pi.. "
Gea menepuk bahu Marcel agar menahan keinginannya agar tak merusak masa depan adiknya.
"Baiklah kalau begitu. Kakak minta maaf sekali lagi sama kalian."
Marcel membungkukkan badan kemudian berlalu ke dalam kamar disusul istri dan anaknya.
"Hmmm.. i'm speechless."
Ucap Tomi sambil memeluk adiknya kemudian menepuk bahu Ali dan berlalu ke dalam kamarnya.
"Nanti kita cerita-cerita lagi ya. Gue ke yayank dulu."
Ucap Wanda dan menyusul Tomi ke dalam kamar mereka.
"Hiii.. yayank. Norak lu."
Kimmy bergidik geli.
Ali tertawa melihat ekspresi kekasihnya. Kemudian mereka melanjutkan minum teh suguhan Kimmy yang sudah dingin.
Ali mengeluarkan katalog beberapa model baju pernikahan pada Kimmy, meminta wanita itu memilih sesuai seleranya.
"Kita gak usah beli gaun. Kan waktu itu kak Marcel udah beliin aku gaun Belle. Mimpiku mau nikah pake baju itu."
Ucap Kimmy sumringah. Ali yang begitu mencintai kekasihnya jelas setuju tanpa sedikitpun menyanggah.
Ali juga memberikan foto gedung, dekorasi pilihannya termasuk catering untuk hari pernikahannya.
"Serius kamu yank udah siap semuanya?"
Tanya Kimmy tak menyangka Ali mengerjakannya dalam seminggu dan tanpa melibatkannya.
"Hemm, biar kamu fokus kuliah aja. Semua udah beres. Tinggal cari kemeja Prince Beast untuk aku."
Jawab Ali dengan senyum khasnya.
"Ahhh pangeranku. I Love you."
Ucap Kimmy sambil mencium pipi Ali bertubi-tubi.
Jangan lupa like, comment dan votenya ya Readers 💕