Luna Rusalka

Luna Rusalka
97



"Ini dipasang di sebelah kanan atau kiri?" Yeva baru saja meniup balon dan bertanya dimana meletakkannya.


"Di kedua sisinya, aku membeli banyak balon. Jangan kau tiup. Dipojok sana ada helium dan kau isi balon menggunakan itu biar balonnya bisa terbang, Yeva." Sofia tertawa dan Yeva hanya menggaruk belakang telinganya.


"Yeva maafkan aku, aku akan meninggalkanmu sebentar untuk menjemput Yefy dan mengambil kue."


"Baiklah, hati-hati."


"Kau tidak apa aku tinggal?"


"Uh huh. Pergilah. Nanti Yefy menunggu lama kau menjemputnya terlambat."


"Baiklah, kau boleh kembali ketika aku sudah sampai di rumah." Sofia merasa tidak enak merepotkan Yeva begini.


"Santai saja, aku masih di sini." Yeva tersenyum dan menyuruh Sofia untuk segera pergi.


***


"Hai ma." Sofia tersenyum dan mencium kening putra kecilnya itu. "Kau sendirian di sini?" Biasanya ada guru yang menunggu beberapa murid yang belum di jemput.


"Tadi bersama Alvin. Baru saja dia kembali." Kata Yefy bersiap dengan topinya.


"Baiklah, mari kita pergi. Mama sibuk sekali hari ini. Kau tahu kakakmu hari ini ulang tahun."


"Ulang tahun Yefy juga?" Bocah kecil itu berbinar dan terlihat sangat senang.


"Tidak, sayang. Kali ini hanya kakakmu. Tapi mama janji ulang tahun Yefy akan kita rayakan." Sofia mencubit pipi Yefy dan bocah laki-laki itu tersenyum. "Tidak apa. Aku sudah besar mama jangan khawatir."


Sofia terdiam.


"Mama kenapa?"


"Aku? Kau tidak lagi memanggil namamu untuk menyebut dirimu sendiri?" Wanita itu sedikit tertawa. Putra kecilnya sudah sedikit dewasa sekarang. Yefy hanya nyengir menganggao itu hak yang biasa.


"Mama harus mengambil kue terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah." Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan mobil pergi berlalu.


***


Ting tong


Bel pintu rumah Lula berdering. Yeva mendengar itu dan terdiam sekejap memastikan benar tidaknya hal itu.


Ting tong


Sekali lagi, dan Yeva yakin ada Seseorang. Ia meletakkan hiasan pesta dan berjalan mendekat ke pintu.


Ting tong


"Iyaa sebentar."


Yeva membuka pintu dan seorang pria yang terlihat seperti kurir itu berdiri dengan membawa sebuah kotak hitam di tangannya.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Kediaman Lula Beatriks?" Pria itu membaca informasi di kotak yang ia bawa. "Saya kurir dan membawa paket atas nama Lula Beatriks. Alamat Tagansky district, no rumah 402, Moscow."


"Ah iya, benar." Yeva mengangguk. "Tapi siapa pengirimnya?"


Pria itu melihat di informasi lalu menggeleng sambil menyerahkan kotaknya dan Yeva menerimanya. "Maaf tidak ada, nyonya."


Yeva mengangguk dan kurir itu pamit untuk pergi.


"Teman Lula, mungkin?" Yeva masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.


***


"Saya sudah pesan tadi pagi. Seharusnya siap siang ini." Sofia terlihat tidak senang.


"Maaf atas nama siapa?"


"Sofia. Sofia Yakova."


"Iya sudah memesan. Tapi belum konfirmasi."


"Saya sudah konfirmasi pukul 8.00 a.m tadi Black forest simple plus pembayaran. Ini buktinya." Sofia menunjukkan ponselnya dan perempuan di depannya itu mengangguk.


"Ini adalah kesalahan pihak kami. Kami mohon maaf. Kami akan membuatkannya sekarang." Perempuan itu mohon maaf dan Sofia hanya menyatukan kedua tangannya.


"Saya sudah sangat terlambat. Ini sudah siang dan tidak ada waktu lagi untuk menunggu." Sofia benar-benar kesal. Dia sudah menunggu antrean dari tadi, dan tidak mendapatkan apa-apa.


"Maafkan kami, nyonya. Jika anda berkenan bisa memilih satu kue di sini, dan kami berikan bonus satu lagi, jika tidak ingin menunggu pesanan Anda."


"Tidak usah. Black forest atau tidak sama sekali. Saya tidak bisa menunggu lama."


"Tapi uang yang sudah Anda bayar tidak bisa dikembalikan."


Di sebelah Sofia, seorang wanita berbaju hitam yang tengah memperhatikannya menerima pesanannya. "Black Forest Simpel."


"Baik terimakasih." Wanita itu meraih kotak kue dan berjalan mendekati Sofia.


"Anda boleh membawa punya saya." Wanita itu tersenyum dan Sofia menoleh. "Simple Black Forest."


"Ah maaf tidak usah. Itu punya Anda." Sofia menolak dan tersenyum simpel.


"Anda lebih membutuhkannya. Ambilah."


"Tidak. Saya tidak berhak menerima ini." Sekali lagi Sofia menolak dan Wanita itu tersenyum.


"Anda ambil ini, dan saya akan mengambil apa saja di sini, untuk uang yang sudah Anda bayar."


"Maaf, Red Velvet untuk pesanan ibu ini. Harganya sama, bukan?" perempuan di kasir mengangguk dan mengambil kue di dalam etalase.


"Ini."


Sofia meraih kuenya dan meminta maaf. "Maaf jadi merepotkan Anda. Tapi terimakasih banyak, Anda sudah membantu saya."


"You're welcome."


"Mama ayo." Yefy berjalan mendekat dan Sofia mengangguk. "Saya harus pergi sekarang. Sekali lagi, terimakasih." Wanita itu mengangguk dan Sofia berjalan pergi.


Wanita itu tersenyum dan mengangguk lalu akhirnya lenyap di antara kerumunan orang.


***


"Maafkan aku, Yeva."


"Tidak apa. Lagian aku tidak terlalu buru-buru."


"Tadi sempat ada kekacauan sedikit. Kue yang aku pesan, ternyata belum di buatkan. Lucky me. Seseorang memberikan kuenya untukku, dan ia mengambil kue yang tidak aku pesan itu."


Yeva berhenti. "Tapi kenapa?"


"Apa?" Tanya Sofia tidak mengerti.


"Kenapa ia terlalu baik." Yeva tertawa lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.


"Yang penting kau mendapat kuenya, kan? Btw kau tahu siapa dia?"


Sofia menggeleng. "Aku belum pernah melihatnya, dan kurasa dia bukan asal sini. Logat bicaranya berbeda."


"Eh iya Sofia. Kau pasti akan kerepotan setelah aku pergi. Oleh karena itu aku menyuruh Matvei untuk membantumu di sini. Setelah ia kemari, aku akan pergi."


"Sebenarnya tidak apa aku sendirian, tapi akan sedikit kerepotan. Tidak apa Matvei membantuku?"


"Uh huh. Dia yang menawarkan bantuan. Jadi jangan khawatirkan itu."


"Baiklah, terimakasih Yeva. Kau sangat membantuku."


Yeva mengangguk dan tersenyum.


Ting Tong


"Kurasa itu dia."


"Kau bersiaplah, Yeva."


Yeva mengangguk dan ia ingat sesuatu. Wanita itu mengambil kotak yang tadi dan menyerahkannya kepada Sofia.


"Apa ini?"


"Kurir mengantarnya tadi untuk Lula tapi tidak ada nama pengirimnya." Sofia meraih kotak itu.


"Sudah biasa. Entahlah tapi setiap hari ulang tahun Lula, seseorang mengirimkan sesuatu. Seperti ini. Tanpa nama dan isinya selalu sama."


"Apa?


"Hai maaf aku masuk tanpa kalian membukanya." Matvei berdiri di depan pintu dan nyengir. "Soalnya tidak ada yang membukanya."


"Seharusnya kau menunggu kami membukanya. Jika tidak ada orang di rumah kau pasti akan disangka maling." Yeva berjalan dan menepuk kening Matvei.


"Tidak apa. Santai saja. Duduk dulu, Matvei." Sofia tertawa renyah dan Matvei mengangguk.


"Baiklah, maafkan aku Sofia. Yejin pergi sore ini dan kami harus membantunya bersiap."


"Tidak apa, Matvei di sini untuk membantu."


Yeva pamit pergi. Sofia berbalik dan tersenyum. "Kau bantu aku pasang tirai, dan aku akan memasak di dapur."


"Baik, bibi."