
"Ah aku harus ke toilet.." Erynav berdiri dan minta izin kepada Tuan Bogdan.
Tuan Bogdan mengangguk dan Erynav berjalan untuk pergi ke toilet.
Here we go. Seseorang mengikuti Erynav dari belakang.
"Ronde kedua dimulai lima belas menit lagi."
Terdengar speaker di seluruh gedung ini, dan semua orang terdiam untuk mendengarkan.
"Tenang, Yejin." Lula memegang tangan Yejin. Dia sedikit gemetaran dan Yejin merutuki dirinya sendiri kali ini.
"Semua peserta bersiap di kolam renang utama."
"Ayo, Yejin." Lula membantu Yejin untuk bersiap dan dia mencari dimana Erynav.
"Dimana Erynav?" Yejin tidak melihat keberadaan Erynav.
"Tadi minta izin ke toilet." Tuan Ivan berdiri dan merasa aneh. "Ini hampir lima belas menit."
"Kemana dia? Pergi terlalu lama dan apakah dia tidak dengar speaker?" Tuan Bogdan berdiri dan terlihat gelisah.
"Semua peserta berada di kolam renang sekarang."
Yejin melihat Tuan Bogdan dan bertanya apa yang harus ia lakukan.
"Saya akan mencarinya." Tuan Ivan berlari ke arah toilet.
"Aku juga akan mencari nya. Yejin tunggu sebentar." Lula berlari menyusul Tuan Ivan dan mencari dimana keberadaan Erynav.
"Sebentar, Yejin. Saya akan berbicara pada panitia." Tuan Bogdan berjalan menuju tempat panitia perlombaan dan Yejin hanya berdiri di tempat.
"Semua peserta bersiap di tempat peluncuran.."
Yejin berjalan mondar mandir dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
"Dimana Erynav?"
"Yejin kau pergi ke tempat peluncuran dan menunggu Erynav di sana." Tuan Bogdan baru saja tiba dan menyuruh Yejin pergi kesana.
"Bagaimana kalau Erynav tidak datang?"
Tuan Bogdan terdiam dan mengambil nafas kasar. "Bagian terburuk nya. Jika Erynav tidak datang ketika peserta terakhir memencet tombol waktu.. Diskualifikasi. Kecuali ada seseorang yang dapat menggantikan nya, namun itu akan mengurangi banyak skor."
Yejin mengerti.
"Cepat kau menunggu di sana." Yejin mengangguk dan berlari ke tempat peluncuran.
Ronde kedua. Ini dilakukan masih seperti tadi, hanya saja tidak diadakannya lari setelah berenang. Peserta perempuan akan berenang ke tombol waktu, dan kembali lagi ke titik pertama. Melakukan tolakan dan berhenti tepat di tengah kolam renang, baru setelah itu peserta laki-laki melakukan peluncuran, sampai di tengah kolam renang, memberikan tos dan itulah kunci peserta perempuan untuk bisa memencet tombol waktu.
Seluruh peserta perempuan sudah melakukan peluncuran dan mereka tengah berenang untuk mendapatkan skor tertinggi. Sedangkan Yejin, masih menunggu kedatangan Erynav.
Dia tidak terlihat gelisah, namun sejatinya dia merasa sangat gelisah. Apakah kali ini ia akan didiskualifikasi? Dia tidak mau itu terjadi.
Tuan Ivan berlari menuju Tuan Bogdan dan mereka terlihat membicarakan sesuatu. Yejin tidak melihat Erynav maupun Lula bersama mereka.
Sempat terjadi masalah dengan mereka, namun akhirnya Tuan Ivan dan Tuan Bogdan sepakat dan mereka berjalan menemui panitia.
Yejin tidak tahu apa yang mereka bicarakan namun terlihat panitia menimbang-nimbang dan mengangguk akhirnya.
Dari kejauhan, Tuan Bogdan tersenyum dan Yejin heran, di saat seperti ini dia tersenyum?
Yejin kembali melihat kolam renang. Satu persatu peserta laki-laki melakukan peluncuran dan hanya Yejin yang masih berdiri di sini. Dia tidak tahu apa yang terjadi kepada Erynav dan dia juga tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Mari bersiap, Yejin!" Lula menepuk lengan Yejin dan dia berdiri di tempat peluncuran.
Sempat ia menengok dan tersenyum ke arah Yejin.
"Lula?" Yejin melongo dibuat nya. Gadis itu, dengan baju renang hitamnya, bersiap melakukan peluncuran dan Yejin masih tidak tahu apa yang terjadi.
Lula's POV
Semuanya terjadi tanpa ada seseorang yang tahu akan bagaimana. Di sini, aku berdiri, di atas peluncuran, yang tanpa sengaja terjadi begitu saja.
Ini yang kusebut takdir. Tuhan menggariskan takdirku akan jadi seperti ini. Bagaimana aku bisa menolak? Aku tidak tahu..
Yang utama.. aku merasa lega. Maafkan aku, mama. Aku harus melakukan ini. Terimakasih Tuhan, karena memang inilah yang kau gariskan untukku.
Aku membuka mataku, dan dengan cepat melakukan peluncuran. Terjun sampai ke dasar kolam renang, mengapung ke atas permukaan, dan dengan gaya bebasku, aku berenang menuju ke seberang.
Aku tidak merasa terlambat karenanya. Semua orang boleh sudah memencet tombol waktu. Namun, bukan itu yang aku harapkan. Aku hanya ingin, berenang bersama Yejin lagi, setelah selama ini aku tidak menyentuh air kolam renang.
Aku tidak pernah merasa keahlian ku berenang luntur, hanya karena aku tidak berenang lagi. Itu terjadi ketika aku di dalam air yang banyak, sesuatu seakan membantuku untuk bisa beradaptasi dalam air.
Aku tidak pernah tersesat dalam dunia padat ini, yang biasa disebut air. Kita akan kesulitan bergerak di sini. Tapi untuk seorang perenang, ini akan menjadi lebih mudah.
Aku merasa sangat ringan di sini, dan beban hidup ku seakan lenyap begitu saja. Aku merasa aku sangat bahagia berada di sini.
Author's POV
Lula sampai di seberang dan melakukan tolakan pertama. Yejin bersiap melakukan peluncuran ketika Lula benar-benar sudah sampai di tengah kolam renang.
Satu persatu peserta keluar dari kolam renang, dan hanya menyisakan Lula yang berusaha berenang sampai ke tengah.
Yejin dapat sinyal itu. Dia melakukan peluncuran dan berenang dengan cepat ke arah Lula.
Lula mengapung di air dan tengah mengatur nafasnya. Ia tersenyum dan terus berdoa tidak akan ada halangan kali ini.
Yejin sampai dan mereka melakukan tos. Lula kembali berenang ke titik awal dan melakukan tolakan kedua.
Yejin berdiri di tengah dan menunggu Lula untuk memencet tombol waktu.
Lula berenang dengan sangat cepat dan sampailah ia di tombol waktu, dan memencetnya. Semua orang terdiam. Yejin melongo dibuat nya.
Itu tidak terlihat seperti manusia yang tengah berenang. Dia berenang seperti ikan. Sangat cepat dan tidak terlihat pergerakannya.
"Yejin cepat!" Lula berteriak. Dia sudah berada di atas dan menunggu Yejin untuk melakukan satu tolakan, dan mereka akan selesai di ronde kedua.
Yejin berenang ke titik awal dan melakukan tolakan.
Menyingkirkan seorang putri dan mendatangkan seorang ratu. Sial.
Seorang gadis memperhatikan Lula dan dengan wajahnya yang terlihat tidak suka, ia pergi begitu saja.
Berusaha sekuat tenaga, dan Yejin sampai di tombol waktu. Dia memencet itu dan waktu berakhir. Skor telah tercatat.