Luna Rusalka

Luna Rusalka
100



lanjutan ceritanya Jereni


 


"Kau pasti bertanya-tanya bagaimana sikap rakyat duyung dan pemimpin lainnya? Mereka menerima itu. Kalula menanamkan rasa tidak benci semua duyung hanya kepada kekasihnya. Beberapa bulan terakhir berjalan dengan lancar. Hingga pada suatu hari, dimana kejadian buruk terjadi. Kejadian yang akan mengubah zaman menjadi berbeda dan mengubah Kalula juga." Lagi-lagi Jereni berhenti. Bukan untuk mengambil nafas, namun ia mengingat seluruh kejadian dan bagaimana ia dan Bryan membuat semua ini terjadi.


"Kau baik-baik saja, Jereni?" Lula merasa Jereni sedikit bersedih namun Jereni membantah itu.


"Aku lanjutkan saja, Lula."


Lula mengangguk dan Jereni melanjutkannya.


"Kekasih Kalula menjadi aneh. Dia terus memaksa Kalula untuk pergi bersamanya hari itu di daratan. Dengan perubahan drastis itu, awalnya Kalula tidak mau, namun dipaksa dan akhirnya ia mengikuti pria itu."


"Kejadian tidak terduga terjadi. Romanov, nama pria itu. Ia mengajak Kalula ke sebuah lumbung padi atau peternakan dan mendorongnya. Kalula terjatuh, di tengah pria berbadan besar dan mereka semua terlihat garang. Me-"


"Jereni aku tahu cerita itu."


"Apa?"


"Sebentar." Lula berdiri dan berlari ke dalam rumah. Jereni bingung namun ia tetap duduk tenang.


Lula kembali beberapa saat kemudian dan membawa sesuatu.


"Romanov lalu pergi meninggalkan Kalula. Kalula.. " Lula menunjukkan buku yang diberikan nenek Yejin dan Jereni membaca judulnya. "Rusalka?"


"Jereni aku tahu itu."


"Jadi, kau sudah tahu?"


"Uh huh, hanya sampai Kalula .. pria-pria itu melakukan hal yang sangat biadab dan kekasihnya meninggalkannya. Kenapa dia begitu jahat? Tega sekali."


"Kau mendapatkan ini dari mana?"


"Neneknya Yejin, Nyonya Evalina."


"Bagaimana dia memiliki ini?"


"Seorang temannya pernah memberitahu semua padanya, dan ini dia yang menulisnya sendiri."


Darimana neneknya Yejin tahu? Jereni baru tahu hal ini, dan siapa orang yang telah memberitahukan cerita ini padanya? Mungkinkah Brandon? Batinnya membelalakkan mata.


Jika iya, apakah benar Brandon ... Sepertinya aku harus bertemu Nyonya Evalina.


"Jereni." Lula menepuk lengan Jereni.


"Kau sudah tahu?"


"Aku belum membacanya lagi, sampai Pria itu meninggalkan Kalula. Jereni bisakah kau ceritakan kejadian selanjutnya?" Lula meminta sahabatnya itu untuk bercerita lagi, dan inilah yang Jereni inginkan. Bercerita semuanya pada sahabatnya itu.


"Kau tahu apa yang terjadi setelah Romanov pergi? Kalula dilecehkan oleh para pria besar itu. Pagi hari sebelum matahari terbit Kalula dibuang ke laut dengan keadaan lemah dan hanya mengenakan sehelai kain putih yang melilit tubuhnya. Mereka juga menyiksa Kalula sebelum ia dibuang. Untungnya mereka tidak tahu kalau Kalula adalah duyung yang selama ini mereka cari."


Lula merasa kasihan dengan Kalula, namun ia tahu betul itu hanya sebuah cerita dan tidak tahu benar atau tidaknya.


"Kerinee menemukan kakaknya tidak sadarkan diri di dasar laut dan langsung membawanya pulang. Merawatnya, dan tidak membiarkan siapapun menjenguknya. Termasuk kerabat terdekat mereka, Jasper. Butuh beberapa waktu sebelum Kalula benar-benar sembuh dan seluruh kekuatannya pulih."


"Tak butuh waktu yang lama, Kalula sembuh dan mampu memimpin kerajaan kembali, dan dengan dipenuhi dendam, ia mencari dimana Romanov berada. Ia bertekad untuk membalaskan dendamnya atas penghinaan dan penghianatan yang dilakukan oleh pria yang dicintainya sendiri. Mulai detik itu Kalula menaruh dendam yang luar biasa terhadap manusia tanpa kecuali."


"Selama mencari Romanov, siapapun manusia yang menghalanginya, Kalula membunuhnya tanpa ampun. Perlahan terdapat perubahan di tubuhnya. Rambut yang mulai menghitam, ekor yang mulai berubah warna menjadi gelap, dan bahkan matanya terkadang berubah menjadi hitam."


"Apa yang dilakukan Kerinee? Dia tidak menahan Kalula?" Lula sangat penasaran dengan cerita Jereni.


"Tidak. Sama sekali tidak. Kerinee tidak memiliki kekuatan untuk itu. Dia hanya berdoa yang terbaik untuk kakaknya, ia, dan kerajaan bawah air."


"Dan di satu malam saja. Kalula mampu membinasakan kaum manusia yang berada di tempat itu. Di daerah laut dimana terdapat kerajaan Kalula. Itu adalah puncak kemarahan Kalula, dan ia berada di fase peralihan. Peralihan dari duyung menjadi Rusalka."


"Rusalka?"


"Iya, Lula. Dia berubah menjadi Rusalka. Seluruh bagian tubuhnya, mulai dari ekor, pakaian yang ia kenakan, rambut, dan matanya berubah menjadi hitam. Ia adalah penguasa seluruh lautan yang kemudian berubah menjadi Rusalka dan dianugerahi kekuatan yang tidak masuk akal, Lula. Dia menjadi lebih kuat berkali-kali lipat."


"Lalu apa yang ia lakukan malam itu?"


"Kalula dengan dibantu seluruh duyung, ia memusnahkan seluruh manusia, termasuk Romanov, kekasihnya. Kalula membunuh Romanov dan dalam keadaan ia tengah hamil tanpa memikirkan ayah dari bayinya."


"Kalula hamil?"


"Iya dan Romanov adalah ayah dari anak yang ia kandung. Kalula tidak perduli. Ia mampu membesarkan anaknya sendirian tanpa bantuan Manusia seperti Romanov."


"Setelah ia menghabisi seluruh manusia, ia pergi ke dasar laut, tempat dimana monster laut berada dan membesarkan kandungannya di sana. Kemudian, setelah putrinya lahir, ia kembali ke kerajaan dan menyerahkan putrinya kepada adiknya, Kerinee untuk dirawat dan ia akan mengambilnya kembali ketika usianya 17 tahun."


"Kenapa anaknya diserahkan kepada Kerinee? Bukankah ia sanggup merawat putrinya sendirian?"


"Kau benar. Namun tidak sepantasnya seorang anak kecil tinggal di laut terdalam yang dipenuhi para monster."


"Bagaimana kau tahu semua ini, Jereni? Apa semua orang tahu juga? Kenapa aku tidak tahu?"


"Hanya aku yang tahu, Lula. Karena .. "


"Karena apa?"


"Aku akan melanjutkan ceritanya. Sebenarnya tidak ada seekor duyung pun termasuk Kerinee yang tahu Lula membangun kerajaan monster di bawah laut. Karena ia telah berubah menjadi Rusalka, dan di sanalah tempat ia seharusnya. Di laut terdalam walau ia masih dan tetap menjadi penguasa lautan."


"Bayi kecil Kalula dibesarkan oleh Kerinee selama satu tahun, dan bayi itu harus berada di daratan setelah satu tahun berlalu, karena ia tidak dapat bernafas di air sampai usianya 17 tahun."


"Kenapa? Bukankah dia putri duyung juga?"


"Ya, dan setengah manusia karena Romanov adalah manusia. Kami menyebutnya The Halfer. Dia setengah duyung, dan setengah manusia. The Halfer dapat mengubah ekornya menjadi kaki, di daratan. Sedangkan duyung asli tidak memiliki kekuatan itu kecuali ia adalah keturunan pemimpin atau bangsawan, atau seorang duyung yang diberi kekuatan oleh pemimpin mereka."


"Tapi pada suatu hari, keluarga itu .. lenyap."


"Bagaimana bisa?"


"Entahlah. Yang seharusnya Kerinee menunggu putri dari Kalula selama 16 tahun, ia menunggu bayi itu selama beratus-ratus tahun, karena sebuah keluarga kecil yang ia titipi Putri dari Kalula termasuk bayinya tiba-tiba hilang. Selama itu Kerinee mencari dimana Putri dari Kalula namun tidak menemukannya. Sampai ia menemukan sebuah petunjuk. Ia menemukan petunjuk, bahwasannya The Halfer yang tersisa di dunia ini, mereka semua bereinkarnasi. Termasuk putri dari Kalula, yang tadinya lenyap. Dicari selama beratus-ratus tahun."


"Bagaimana kau tahu semua ini, Jereni?"


Lula mengangguk mengerti dan dia duduk tenang.


"The Halfer. Mereka tersisa 3. Satu bayinya Kalula, dan dua adalah kakak beradik yang mana dalang dibalik semuanya yang terjadi. Mereka juga bereinkarnasi, Lula. Bereinkarnasi di dunia ini, dan di zaman sekarang."


Lula sedikit mengerutkan alisnya tidak mengerti.


"Cerita tentang Kalula berhenti sampai sini. Ia tak terlihat lagi setelah beratus-ratus tahun lalu, dan seakan spesies mereka lenyap bersamaan dengan lenyapnya The Halfer."


"Bagaimana nasib The Halfer sekarang? Kau bilang mereka bereinkarnasi di zaman ini?"


"Ya. Dua diantaranya baik-baik saja, dan satu yang merupakan kakak laki-laki dari kakak beradik itu aku tidak tahu."


"Jadi cerita itu benar?"


"Mereka benar, Lula, dan tidak hanya legenda atau mitologi, namun ini sungguh benar ceritanya."


"Lalu kenapa Romanov melakukan itu? Bukankah dia mencintai Kalula? dan apa motifnya membuat Kalula .."


"Itu bukan Romanov, Lula. Dia dikendalikan. Laki-laki itu dikendalikan oleh Brandon dan Yondaya. Anak dari Aratorhn dan Darlene, Dan mereka adalah dalang dibalik penghinaan yang terjadi pada Kalula."


"Siapa Yondaya dan Brandon?"


"The Halfer. Ketika seekor duyung jantan menikah dengan manusia, mereka mampu menciptakan dua keturunan setengah manusia, dan setengah duyung."


"Mengapa Yondaya dan Brandon melakukan ini kepada Kalula?"


"Karena dendam. Karena Kalulalah yang mengubah hidup Yondaya dan Brandon 180° dari bahagia menjadi tersiksa selama masa kecil mereka."


"Bukankah Kalula pemimpin yang bijaksana dan baik hati? Mengapa ia membuat Yondaya dan Brandon tersiksa?"


"Ayah mereka menghianati Kalula dan lebih memilih kekasih manusianya. Pada suatu hari terjadi pertarungan antara Kalula dan ayah mereka, di tepi pantai. Yondaya dan Brandon yang sudah cukup besar, melihat itu dan bersembunyi di balik batu karang. Sedangkan ibu mereka, mencoba menjelaskan dan melerai pertarungan itu. Tiba-tiba tak tak sengaja tombak petir Kalula mengenai manusia itu dan terlempar sangat tinggi, yang kemudian terjatuh dari langit ke pantai dalam keadaan sudah tidak bernyawa."


"Ayah Brandon dan Yondaya kabur ketika Kalula lengah, dan tidak tahu dimana. Sedangkan Yondaya dan Brandon menghampiri Ibu mereka yang sudah tewas, dan mereka merasa sangat bersedih. Mereka berdua bertekad untuk membalaskan dendamnya ketika mereka menjadi duyung untuk di usia 17 tahun."


"Selama beberapa tahun, Yondaya dan Brandon tinggal di antara manusia. Mereka tidak punya rumah, dan orang tua yang mengurus. Mereka harus mengemis atau rela dicaci maki oleh manusia lain, demi mendapatkan sepotong roti untuk bertahan hidup."


"Sampai saatnya, Brandon menjadi duyung, dan ia kembali ke lautan, tanpa Yondaya. Namun ketika malam, ia selalu kembali ke daratan dan memberikan mutiara atau emas yang ia dapatkan dari laut, untuk membuat Yondaya bertahan hidup. Brandon yang sudah dewasa merencanakan sesuatu. Ketika sudah saatnya Yondaya untuk kembali ke dalam laut, Brandon menceritakan semua rencananya dan Yondaya menyetujuinya."


"The Halfer dianugerahi kekuatan masing-masing. Brandon mampu mengendalikan makhluk lain, baik duyung, manusia, maupun hewan darat dan laut. Sedangkan Yondaya, ia mampu berubah wujud menjadi apapun yang ia inginkan, dan putri dari Kalula sendiri memiliki kekuatan mampu mengendalikan air seperti kekuatan ibunya, Kalula."


Mengendalikan air? Batin Kalula curiga.


"Semua telah direncanakan dengan matang. Dimana kekacauan yang terjadi di laut, sampai titik puncak masalah, dimana Romanov membawa Kalula ke daratan. Romanov dikendalikan oleh Brandon dan memberikan Kalula kepada pria-pria besar itu. Itu tidak sepenuhnya kesalahan Romanov, karena ia dikendalikan."


"Jadi apa hubungannya dengan kebenaran yang akan kau ceritakan, Jereni?"


Jereni menghela nafas dan siap untuk memberitahu semua ini kepada Lula.


"Kau mau tahu bagaimana nasib putri dari Kalula yang bereinkarnasi di zaman ini?"


Lula mengangguk. "Dia bereinkarnasi menjadi bayi, dan ditemukan oleh sebuah keluarga kecil di tepi pantai, dengan kain putih yang melilit tubuhnya dengan sebuah keranjang kecil dan di lehernya terdapat sebuah liontin. Liontin kerang yang dapat berubah warna sesuai perasaannya, dan liontin yang mampu menjaganya dari bahaya, serta liontin yang selama ini menyamarkan siapa dirinya."


Lula menatap Jereni. Dia mencoba menyerap yang baru saja Jereni katakan. Gadis itu menunggu Jereni untuk berbicara lagi.


"Dirawat dan dibesarkan layaknya manusia, sampai usianya tepat 15 tahun di hari ini."


"Di dalam kalung kerang yang dapat dibuka itu, bertuliskan namanya." Jereni menatap kalung kerang yang dipakai Lula dan memintanya untuk membuka itu. "Buka itu sekarang."


Lula melihat ke bawah, ke kalung kerang. Ia menyentuhnya dan membukanya.


"Bayi itu bernama .. Lula."


Bersamaan dengan Lula yang sama sekali tidak tahu kalung kerangnya dapat dibuka, gadis itu melihat satu kata bertuliskan namanya. Di dalam kalung kerang, dan ia membelalakkan matanya.


"Tidak.." Lula melepas kalung kerangnya dan menggeleng. "Tidak mungkin.." Ia menatap Jereni dan Jereni mengangguk.


"Iya. Lula kau putri Kalula. Kau the halfer, Lula. Kau putri dari penguasa samudera, dan kau adalah setengah manusia, setengah duyung."


Lula terdiam dan matanya membelalak.


"Lula dengarkan aku. Kau adalah putri Kalula dan nama bayi itu adalah Lula. Dulu, dan sekarang. Kau pasti sudah mengalami beberapa tanda-tanda. Ekor. Ya kau pasti pernah melihat kakimu menjadi ekor."


Lula menggeleng. "Tidak, Jereni!"


"Lula kau pasti sudah memiliki insang!" Jereni membuka rambut Lula dan tidak melihat insang yang seharusnya berada di sana. "Bagaimana bisa?" Jereni membelalakkan matanya tidak menemukan insang di sana.


"Tidak ada, Jereni!! Aku tidak memiliki insang dan ekor yang kau maksud!!" Lula menghempas tangan Jereni dan berdiri.


"Dan kau mau tahu satu kebenaran lagi?" Tak terasa Jereni mengeluarkan air matanya. Ia mengusapnya kemudian.


Jereni menyentuh lengan Lula yang gemetaran dan sangat terkejut.


"Aku .." Dia sedikit tersentak.


"Aku adalah Yondaya dan penyebab semua ini terjadi, Lula." Air matanya tidak bisa ia bendung lagi. Jereni menangis.


"Aku dan kakakku yang membuat Kalula berubah menjadi Rusalka. Membuat Kalula membunuh Romanov, ayah kandungmu yang tidak bersalah, Lula. Akulah yang jahat di sini, bukan Romanov."


Lula masih terdiam. "Tidak.. tidak.." Dia menggeleng dan mencoba melepaskan diri dari Jereni.


"Akulah penyebab kau berpisah dari kedua orang tuamu, dan aku juga yang menyebabkan kita semua bereinkarnasi."


"TIDAK, JERENI!"


"Aku punya buktinya, Lula!" Jereni mengambil sesuatu di sakunya. Sebuah botol yang berisi air laut lalu mengguyurkannya ke kaki Kalula.


"Lihat ini!" Kaki Lula pasti akan berubah menjadi ekor.


Beberapa saat dan tidak terjadi apa-apa. "Bagaimana bisa?" Kedua mata Jereni membesar.


"TIDAK JERENI! MEREKA HANYA MITOLOGI DAN AKU BUKAN PUTRI DARI KALULA!!!!!!" Lula melepaskan dirinya dari Jereni dan berlari keluar dari kebun belakang. Semua orang terdiam ketika Jereni juga berlari di belakang mengejar Lula.


Keadaan mengaji kacau dan semua orang bertanya-tanya. Sofia khawatir dan Mark mencoba mengejar mereka berdua.