
"Lalu aku berlari menghampiri mu dan kau tahu.." Lula menyatukan kedua tangannya di depan dada.
Yejin masih mencerna yang terjadi di sini. Ia masih tidak menyangka dan kejadiannya cepat sekali.
"Lima belas menit lagi perlombaan dimulai."
Tuan Ivan mendengarkan pengumuman itu dan berdiri dari duduknya.
"Kalian harus bersiap-siap sekarang."
Lula mengangguk dan mengambil kacamata renangnya. Mark datang dan menghampiri putrinya itu.
"Kau cepat sekali, Lula."
Lula tersenyum dan Mark mengelus kepala gadis berambut pirang itu.
"Bagaimana kau tahu prosedur perlombaan ini, Lula?" Yejin memegang pundak Lula penasaran. Itu yang dipikirkannya dari tadi. Ia kagum dengan sahabatnya itu. Dia tidak berlatih lagi sampai Tuan Ivan menjelaskan prosedur perlombaan nya.
"Tuan Ivan memberitahu ku." Lula melepas tangan Yejin dan menatapnya senang.
"Aku senang sekali bisa menjadi partner mu lagi, Yejin."
"Tapi bibi Sofia.."
"Dia akan bangga ketika kita menang nanti." Lula tersenyum membuat lelaki di hadapannya ikut tersenyum.
"Seluruh peserta berada di sisi kolam renang."
Semua orang terdiam dan mendengarkan. Keadaan di sini cukup gaduh, membuat mereka harus siap dengan telinga mereka.
"Dengar. Skor di ronde ini lebih banyak dari ronde sebelumnya. Yejin kau harus fokus. Jangan pikirkan hal lain. Saya tidak mau melihat kau terlambat meluncur lagi."
Yejin mengangguk. Tuan Ivan sedang memberikan pengarahan kepada Yejin dan Lula.
"Anda tidak perlu khawatir, Tuan Ivan. Saya tahu Yejin." Tuan Bogdan datang dan menatap Yejin. Dia tahu, Yejin seperti itu karena terlalu memikirkan Lula.
"Lula saya suka bagaimana kau menaklukkan air itu. Kau cepat. Tetap fokus dan jangan pikirkan peserta lain.
Lula mengangguk.
"Yejin, kau berpeluang besar untuk sampai di ujung pertama kali. Jarak terbangmu di air lebih panjang daripada peserta lain. Saya sangat Yakin kalian akan menaklukkan perlombaan lagi." Tuan Ivan berdiri tegak dan menatap kedua murid di depannya kini.
"Oke satukan tangan kita." Tuan Bogdan meluruskan tangan kanannya diikuti Tuan Ivan, Yejin, dan Lula. Mereka bersama-sama saling menyemangati.
Lula dan Yejin berbalik dan mereka saling menatap.
Aku percaya padamu, Yejin.
Aku percaya padamu, Lula.
Mereka berdua mengangguk dan bersiap untuk melakukan ronde terakhir dan ini akan menentukan siapa yang akan menang.
"Lula tunggu.." Lula berhenti dan berbalik. Ia menatap papanya yang berdiri di belakangnya.
"Semangat!" Mark mengepalkan tangannya dan Lula tersenyum. Mamanya pasti akan bangga kali ini. Lula akan membuktikan bahwa dia akan baik-baik saja dan menjadi yang terbaik.
"Seluruh peserta bersiap di tempat peluncuran."
Lula berjalan diikuti Yejin di belakangnya. Peserta perempuan akan berenang terlebih dahulu. Melakukan Tolakan dan memencet tombol waktu.
Lula's POV
Aku naik ke tempat peluncuran dan menarik nafas dalam-dalam. Pada akhirnya, impianku akan terwujud.
Pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.
Aku akan membuktikan kepada mama. Aku tidak akan kenapa-kenapa, dan aku akan membuat mama bangga.
Mama melarangku untuk berenang lagi. Tapi kali ini.. aku harus melakukan itu. Aku percaya air tidak akan menyakiti ku lagi.
Selalu ada tempat dimana aku berada di sisi kehidupan.
Projektor menampilkan hitungan mundur untuk kami melakukan peluncuran.
Aku menengok ke belakang dan menatap Yejin. Wajah itu.. selalu memberiku energi.
Papa bersorak untukku di sisi kolam renang. Erynav, dia berharap aku bisa menyelesaikan semua ini.
Aku tersenyum sekali lagi. Semuanya ini membuatku bahagia.
00.03
Author's POV
Lula bersiap untuk melakukan peluncuran. Menutup matanya dan mencoba fokus.
00.01
Bel berbunyi dan seluruh peserta perempuan melakukan peluncuran. Mereka melompat ke dalam air. Ke dasar dan naik lagi ke permukaan. Gaya bebas untuk peserta perempuan dan semuanya berenang dengan cepat ke ujung kolam renang.
Lula berada di posisi pertama menolak ke titik awal. Diikuti peserta lainnya dan mereka berenang untuk tolakan kedua.
Seorang gadis berkulit hitam mendahului Lula. Lula tetap berenang dengan kecepatannya kini. Ia mampu mendahului gadis berkulit hitam itu dan menjadi yang pertama.
Tak lama setelahnya, gadis berambut pirang berusaha sekuat tenaga untuk mendahului Lula dan dia berhasil di posisi pertama.
Lula melihat itu. Kecepatannya menurun dan tidak ada yang tahu kenapa pergerakan Lula melambat.
Satu persatu peserta mendahului Lula dan Lula hanya melihat itu. Ia berusaha untuk berenang lebih cepat seperti tadi, namun pandangan nya memburam.
Lula mengambil nafas kasar menggunakan mulut. Ia masih kalah cepat dari peserta lain.
"Shhh... shhh.. "
Tidak terlalu jelas. Sesuatu berbisik di telinga Lula. Itu membuatnya menggeleng kan kepalanya. Ia mencoba fokus dan mengedipkan kedua matanya.
Semua orang sudah melakukan tolakan akhir dan berenang menuju tombol waktu. Lula masih belum sampai di titik awal.
Ia menelan ludahnya dan membuka matanya lebar-lebar. Lula kembali berenang dengan kecepatannya. Dia sampai di titik awal dan melakukan tolakan.
Lula berenang sangat cepat. Yejin tersenyum melihat sahabatnya melakukannya lagi.
Lula mendahului peserta lainnya. Termasuk peserta di posisi pertama. Beberapa meter lagi, dan ia sampai di tombol waktu.
Teeeettttt
Lula berhasil memencet tombol waktu dan ia segera naik ke sisi kolam renang. Ia bersiap dengan sepatu di depannya untuk berlari di Treadmill.
Harus berlari 1000 meter di Treadmill dan skor akan tercatat.
Lula memulai berlari. Dia peserta pertama yang memulainya. Yejin bersiap untuk peluncuran.
Nafasnya sangat tidak teratur dan Lula hampir saja terjatuh. Namun dia terus berlari dan fokus.
Yejin melakukan tolakan pertama dan berenang ke titik awal. Tidak ada hambatan di ronde terakhir dan semuanya berjalan dengan lancar.
300 meter telah Lula tempuh dan itu lebih unggul dari peserta lainnya. Semuanya datang setelah Lula memulai, membuat jarak mereka berbeda.
Lula mempertahankan kecepatan larinya. Semakin jauh ia berlari, semakin ia menambah kecepatannya.
Laki-laki berambut hitam mendahului Yejin dan melakukan tolakan terakhir. Yejin mempercepat berenang nya dan ia siap dengan tolakan akhir itu.
600 meter Lula berlari, ia merasa sangat lelah. Itu membuat peluang gadis berambut pirang mendahului nya. Ia berlari secepat Lula dan tersenyum puas.
Yejin hampir sampai di tombol waktu dan dia bisa mendahului peserta pertama.
Lula berusaha terus berlari dan menambah kecepatannya, melihat gadis pirang di depannya itu berlari cukup cepat.
"Ayo Yejin!!" Tuan Ivan dan Tuan Bogdan menyemangati Yejin bersamaan.
"Semangat Yejin!!" Erynav berteriak di sisi kolam renang.
Teetttt
"Ya!"
Yejin memencet tombol waktu. Ia masih mengambang di air dan berusaha naik ke sisi kolam renang.
Lula menambah kecepatan larinya di treadmill dan mampu mendahului peserta pertama.
900 meter, dan ia hampir sampai di finish.
"Ayo Lula!!" Yejin memberikan semangat kepada sahabatnya itu.
Ia terus menambah kecepatannya dan tak lama lagi Lula akan menjadi yang pertama.
Peserta lain masih tertinggal jauh di belakang. Hanya Lula dan gadis berambut pirang yang masih mengejarnya. Ia tak mau kalah dan mempercepat larinya.
Aku tidak pernah menyelesaikan sesuatu yang aku mulai. Tapi kini, aku akan menyelesaikannya.
Lula mengangguk mantap dan ia sampai di finish. Semua orang berteriak. Ia menjadi yang pertama dan itu akan menambah skornya sangat banyak.