
Erynav melakukan tolakan kedua dan ini terakhir di ronde pertama. Yejin menunggu untuk Erynav memencet tombol waktu.
Setelah keluar dari kolam renang, Erynav harus berlari memutari kolam renang dua putaran. Salah satu prosedur perlombaan ini.
Erynav akan menjadi peserta pertama yang memencet tombol waktu dan skor mereka pasti akan unggul di ronde ini.
Seorang peserta tidak mau kalah. Ia menyusul Erynav tepat di belakangnya dan hampir mendahului Erynav. Namun, Erynav sangat cepat dan tidak lama lagi ia sampai di ujung untuk memencet tombol waktu.
Yejin kembali memikirkan Lula. Ia merasa sedikit pusing. Sesuatu mencoba masuk ke dalam pikirannya dan itu membuatnya sedikit kesakitan.
Erynav masih berusaha untuk sampai di ujung sementara Yejin berjalan mundur sambil memegangi kepalanya.
teetttt
Erynav berhasil memencet tombol waktu diikuti peserta lainnya. Namun Yejin tidak kunjung melakukan peluncuran ke dalam air.
"Yejin Cepat!!!!" Tuan Bogdan berteriak menyadari hal itu. Yejin masih di atas, sementara peserta lain satu persatu turun ke bawah.
"Yejin!!!" Erynav belum berlari Karena Yejin belum melakukan peluncuran.
"Yejin!!!" Tuan Ivan berteriak tak jauh dari tempat Yejin.
Seseorang berlari, dan menyerobot masuk ke dalam sisi kolam renang.
"Yeeejiin!!!!!"" Dengan nafas yang tidak teratur, seseorang berteriak dan melompat untuk menyadarkan Yejin.
Sakit sekali!
"Yejin!" Aku tahu suara ini.
Yejin membuka matanya dan melihat Lula berdiri di sisi kolam renang sambil meneriakkan namanya.
"Lula?"
"Yejin cepaaaat!!!!!!!" Lula berteriak sangat keras, membuat hening sekitar dan Yejin langsung melakukan peluncuran. Dia tersenyum.
Erynav mulai berlari dan mengejar peserta lain di depannya. Ia cepat, Erynav pasti akan melampaui peserta lainnya.
"Yejin semangat!!!" Tak henti Lula menyemangati Yejin dan Yejin bak terbakar, merasa panas dan sangat cepat. Ia mendahului peserta pertama yang meluncur di depannya.
Yejin sangat cepat. Ia membuat penonton berteriak dan menyemangati Yejin.
Tuan Ivan tersenyum melihat Lula berada di sini. "Itulah bahan bakar Yejin."
Yejin melakukan tolakan pertama dan berenang menuju titik awal. Lula terus meneriakkan nama Yejin dan tidak berhenti.
Mark sampai di tempat Lula dan dia mengatur nafasnya. Pria itu berpisah dengan Lula untuk mencari Yejin. Ia melihat putrinya bersemangat untuk menyemangati Yejin dan dia mengangguk.
Erynav melakukan putaran kedua dan mendahului gadis berambut pirang. Ia terus berlari dan beberapa saat lagi, ia akan menjadi peserta pertama dengan skor yang tinggi.
Yejin berenang tanpa henti dan membuat juri melongo atas kerja kerasnya. Ia seperti ikan dan cepat sekali. Yejin sampai di titik awal dan melakukan tolakan akhir.
"Ayo Yejin!!!!!" Lula berteriak dan Erynav melihat itu. Ia sempat berhenti, namun ia terus berlari dan hampir sampai di tombol waktu.
Yejin membuat seluruh peserta hampir berhenti. Dia sangat cepat. Semua orang kagum dan beberapa meter lagi Yejin sampai di tombol waktu.
Lula tak henti menyemangati Yejin dan Erynav tidak berhenti berlari.
"Ayo Erynav!!" Tuan Ivan berteriak dari sisi kolam renang dan membuat Erynav termotivasi.
Gadis berambut pirang tidak mau kalah. Ia hampir mendahului Erynav, namun..
teetttt..
"Ya itu!"
Mesin mencatat waktu tercepat dan Erynav dalam posisi tertinggi. Setelah itu, gadis berambut pirang dan diikuti yang lainnya.
Yejin memencet tombol waktu dan semua orang berteriak. Ia bangkit dari kolam renang dan berlari dua putaran seperti Erynav.
Tuan Ivan menghampiri Erynav dan memberikan air mineral.
"Kau sangat cepat Erynav!" Erynav tersenyum dan meminum air mineralnya.
"Lebih baik istirahat dulu dan bersiap untuk ronde kedua." Erynav mengangguk dan berjalan menuju Tuan Bogdan dan duduk di sampingnya.
Gadis berambut pirang itu berdiri di sisi kolam renang, dengan tidak mendengarkan apa yang tengah dibicarakan pelatihnya dan memilih untuk menatap Erynav dengan pandangan tidak suka.
Ia menutup tempat minumnya dan berjalan pergi sambil terus memperhatikan Erynav.
Yejin berada di putaran kedua dan ia hampir sampai di tombol waktu.
"Ayo sedikit lagi, Yejin!" Lula masih berteriak, membuat suaranya serak dan ia perlu minum.
Yejin memencet tombol waktu dan sama seperti Erynav, dia peserta laki-laki tercepat di ronde pertama. Diikuti laki-laki berambut hitam dan laki-laki jangkung berkulit gelap dan dan semuanya memencet tombol waktu.
Lula tersenyum dan mengambil air minum untuk Yejin. Yejin berjalan santai menuju Lula dan Lula berlari ke arah Yejin.
Gadis itu langsung memeluk sahabatnya dan tanpa sadar Yejin bernafas lega. Ia tersenyum, namun melepas pelukannya dan menyadari kalau Lula juga akan basah mengingat Yejin baru saja dari air.
"Kau akan basah Lula."
"Kau cepat sekali, Yejin." Lula menyerahkan air minum dan Yejin menerimanya.
"Ini masih ronde pertama." Yejin meminum air mineralnya dan berjalan menuju Tuan Ivan dan semua orang termasuk Erynav ada di sana.
"Bagaimana kau bisa di sini, Lula?" Yejin berhenti dan baru sadar kalau Lula berada di sini. Bukankah dia tidak akan datang? Atau Lula hanya akan membuat kejutan, jadi waktu itu dia bilang tidak akan datang.
"Kau tahu terjadi banyak drama akhir-akhir ini. Tapi, semuanya baik-baik saja, jadi tidak ada yang perlu dicemaskan." Lula menatap Yejin dan senyumannya masih tersungging di wajah putih pucatnya itu.
"Hei kau terlihat sedikit pucat. Apa kau sakit?" Yejin menyadari itu dan Lula menyentuh wajahnya.
"Tidak. Apakah iya?" Lula tidak merasa dirinya sakit atau apa. Namun bagaimana wajahnya bisa pucat? Mungkin itu karena udara di sini terasa dingin ditambah tadi Mark menyetir mobilnya dengan cepat, dan Lula juga harus berlarian mencari Yejin, berteriak, dan lain-lain.
"Iya, sungguh. Apakah kau-"
"Hei Yejin!" Erynav berteriak dari tempat duduk di ujung sana, menyadari Yejin tidak lekas untuk sampai sana.
Yejin dan Lula menengok dan mereka berjalan menuju tempat itu tanpa ada pembicaraan setelahnya.
"Kau cepat sekali, Yejin. Yeah walaupun sempat terjadi sesuatu, tadi kau kenapa?" Erynav memberikan handuk kepada Yejin, dan Yejin menerimanya.
"Aku hanya... sudahlah kita lupakan itu."
"Kau lihat tadi? Kalian lihat? Kalian berdua sangat cepat." Tuan Ivan datang entah darimana dan menatap Erynav dan Yejin. Lula hanya tersenyum tipis ketika Tuan Ivan menatapnya.
Mark datang dari Utara, dan Tuan Bogdan menyapa nya. "Tuan Mark. Duduklah.."
Mark tersenyum dan menyapa semua orang, dia duduk di samping Lula dan Yejin. "Kau sangat hebat, Yejin!" Ia menepuk pundak Yejin merasa bangga.
Semua peserta istirahat dan mempersiapkan diri untuk ronde kedua. Mereka berada di pos masing-masing, termasuk seorang gadis berambut pirang yang terus saja mengawasi Erynav.
"Ah aku harus ke toilet.." Erynav berdiri dan minta izin kepada Tuan Bogdan.
Tuan Bogdan mengangguk dan Erynav berjalan untuk pergi ke toilet.
Here we go.