Luna Rusalka

Luna Rusalka
106



"Bisa kalau kalian bergabung dan berlatih dengan bersungguh-sungguh." Perempuan berambut kemerahan berdiri di depan dua orang perempuan lainnya.


"Baiklah kak kami akan bergabung." Salah satunya yang berambut hitam mengangguk mantap dan Perempuan berambut kemerahan itu tersenyum.


"Akan aku ambilkan formulirnya. Kalian tunggu di sini."


"Baiklah, kak."


Perempuan berambut kemerahan itu hendak berbalik namun seseorang memanggilnya.


"Jereni!" Lula datang tak jauh dari tempat Jereni dan berjalan mendekati perempuan itu.


"Hai, Lula." Jereni berbalik dan tersenyum tipis melihat sahabatnya di depan. Yejin bersama Lula dan mereka berdua terlihat serasi berjalan bersama. Namun, tidak dapat dipungkiri kalau Lula sudah punya soul mate nya sendiri, dan itu bukan Yejin.


Kau tahu Yejin terlalu naif untuk mengakui kalau ia memiliki perasaan terhadap Lula.


Lula terlihat suntuk dan melihat dua perempuan yang bersama dengan Jereni. "Siapa mereka?"


"Kelas 10. Mau bergabung. Sebentar aku masuk ke kelas dulu." Jereni berbalik dan memasuki kelas.


"Yejin kau ke kelas dulu tidak apa. Aku mau berbicara dengan Jereni seben-tar." Lula berbalik dan tidak melihat Yejin di belakangnya. "Bahkan tidak memberitahu kalau mau pergi." Lula kesal sendiri dan mengerucutkan bibirnya.


Hubungan Lula dengan Yejin menjadi sedikit berbeda setelah Lula menerima perasaan Caleb. Anak kelas 12 dan merupakan kakak tingkatnya di Senior high school.


Lula, Jereni, dan Yejin berada di sekolah yang sama dan di jurusan yang sama, dan hanya Jereni yang tidak satu kelas. Lula dengan Yejin berada di kelas yang sama dari mereka kelas 10, karena mereka berada di kelas olah raga dan Jereni berada di kelas reguler.


Lula dan Yejin beberapa kali memenangkan perlombaan dari banyak ajang perlombaan selama mereka duduk di bangku SMA, dan dari berbagai bidang olahraga. Seperti renang, atletik, Kung Fu untuk Yejin, dan masih banyak lagi.


Sedangkan Jereni, dia lebih fokus ke pelajaran dan satu ekstrakurikuler yang ia ikuti dan yang dari dulu ia pertahankan. Perempuan itu juga mengikuti club' Muai Thai di luar sekolah sejak dua tahun lalu ia mendapatkan kesempatan berlatih Muai Thai sampai menang di tingkat nasional dan sekarang menjadi pembantu pelatih di sekolahnya untuk melatih murid lain di sekolahnya itu.


Semua orang memang berbeda-beda dan memiliki keahlian berbeda pula. Jika mau serius dan fokus, maka kita semua akan mencapai apa yang kita impikan.


"Kalian isi ini, dan serahkan kepadaku kemudian." Jereni keluar dari kelas dan menyerahkan dua lembar kertas formulir pendaftaran kepada dua adik tingkat di depannya.


"Baik, kak. Terimakasih."


Jereni mengangguk dan menyatukan kedua tangannya melihat Lula yang dari tadi terlihat tidak mood itu.


"Kau kenapa?"


"Tidak apa. Aku cuman mau bilang-"


"Lula." Seorang lelaki tinggi berambut hitam mendekat.


"Si tampan datang." Bisik Jereni dan Lula masih dengan wajah cemberutnya itu.


Tapi lebih tampan Yejin. Batin Lula menggeleng. Perempuan itu menunggu Yejin mengatakan perasaannya dari dulu, namun ia salah tentang perasaannya. Yejin memang tidak menyukainya dan hanya menganggapnya sebagai sahabat saja.


"Dia sedikit menuntut." Bisik Lula dan Jereni hanya menepuk jidatnya tidak mengerti.


"Aku mencarimu di kelas. Yejin bilang kau di sini." Wajah cantik Lula memang menarik perhatian dan Caleb adalah lelaki dari sekian laki-laki yang mengejar-ngejar Lula (tidak termasuk Yejin, karena dia terlalu naif) dan Caleb lah yang mendapatkan perempuan itu.


Kau tahu Lula tidak pernah serius dengan hubungan itu dan memiliki hubungan dengan Caleb hanya untuk membuat Yejin cemburu. Tapi nyatanya dia salah. Yejin sama sekali tidak cemburu. Jadi Lula malas sekali menjalani hubungan ini tanpa rasa cinta dan Caleb yang terus mengejarnya.


"Jereni aku akan menemuimu lagi nanti. Aku harus pergi sekarang."


"Baiklah, Lula. Sampai jumpa."


Lula pergi dan Caleb berpamitan dengan Jereni kemudian menyusul Lula.


"Ada-ada saja."


***


Thooooooooottt


Thooooooooottt


Thooooooooottt


"Ada apa, Jensen?" Kerinee beranjak dari singgasananya dan melihat para prajuritnya di luar istana berhamburan keluar dan menjaga gerbang kerajaan.


"Akan hamba periksa, Ratu." Jensen pamit undur diri dan sebelum itu seseorang datang dan berlutut di depan Kerinee.


"Ampun ratu."


"Katakan, Aldway!"


Aldway. Panglima perang kerajaan Cheoreon Kingdom.


"Di luar kerajaan datang sekelompok monster laut dan mereka memaksa untuk masuk."


"Monster laut? Beraninya makhluk itu datang ke kerajaanku." Kerinee berjalan keluar singgasananya.


"Mereka diperintah Sang Moana.."


Kerinee berhenti dan membelalakkan kedua matanya.


"Kalula sudah menyadari." Ia berjalan keluar diikuti Jensen dan Aldway.


***


"Lula, dengarkan aku dulu." Caleb mencoba menghentikan Lula dan perempuan itu memutar bola matanya. Ia lelah dengan Caleb yang terus saja terlihat bersama perempuan lain.


"Arti namamu saja yang setia tapi orangnya sama sekali tidak." Lula berbalik dan menatap Caleb dengan tatapan membunuhnya.


"Kau salah paham-"


"Itu yang selalu kau katakan ketika ketahuan."


"Tidak. Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan perempuan lain. Diana hanya teman sekelas dan kebetulan kami satu kelompok dan sedang mengerjakan tugas kelompok." Caleb terus membantah kalau dia tidak selingkuh bersama perempuan lain. Namun, Lula jelas lebih tahu.


"Mengerjakan tugas kelompok sambil bergandengan tangan."


"Kau pasti salah lihat-" Lula mengangkat tangannya dan Caleb terdiam. Lula benar-benar marah kali ini. Dia pergi kemudian, dan Caleb tidak mengejarnya lagi.


"Sialan." Laki-laki itu menendang tempat sampah di sampingnya dan pergi berbeda arah.


***


"Caleb mencarimu." Yejin memberitahu Lula ketika perempuan itu melempar tasnya di kursi dekat dengan Yejin dan duduk sambil masih terlihat marah di depan Yejin.


"Dan kau memberitahu posisiku."


"Itu yang kau mau, bukan? Bersama kekasihmu." Perkataan Yejin sungguh membuat Lula tertusuk. Lelaki yang ia cintai adalah Yejin, namun kenyataannya lelaki di depannya itu seakan tak perduli dan semua yang dilakukan Lula tidak berarti.


Niat ingin membuat Yejin cemburu, tapi malah Lula sendiri yang stress karena Caleb yang terus mengejarnya padahal dia memiliki banyak kekasih.


Yejin memang terus saja menyuruh Lula untuk menjauhi Caleb dan awalnya Lula mengira kalau Yejin cemburu dan Lula saat itu terus saja mengabaikan perkataan Yejin karena ia merasa yang ia lakukan adalah hal yang benar.


Namun lama kelamaan ia tahu bahwa Yejin hanya mengingatkan dan sama sekali tidak cemburu. Ditambah Lula sendiri beberapa kali melihat Caleb bersama perempuan lain dan ia tahu Caleb bukan pria yang baik.


Oleh karenanya laki-laki tidak setia itu tidak berguna lagi dan Lula harus menjauhinya dari sekarang.


"Tidak penting lagi, Yejin." Like melihat keluar kelas dan Yejin yang tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Lula.


Akhirnya kau sadar. Walau entahlah apa yang membuatmu seperti ini. Batin Yejin tenang, karena Lula mulai tidak tertarik lagi dengan Caleb.