Luna Rusalka

Luna Rusalka
107



Cheoreon Kingdom


Kerinee terlihat angkuh berdiri di depan sekumpulan monster laut yang ukurannya lima kali lipat ukuran ratu kerajaan Cheoreon itu. Kerinee masih terdiam begitupun dua monster paling besar di depannya.


Keadaan kerajaan sudah terkendali namun beberapa properti rusak karena beberapa monster yang mencoba masuk itu. Mereka sekarang berada di lapangan kerajaan dan Kerinee memerintahkan untuk semua prajuritnya menjaga sekitar. Beberapa rakyat penasaran dan mencoba melihat ke dalam benteng namun tidak bisa masuk karena prajurit menjaganya.


Keheningan melanda dan monster dengan dua tanduk hitam di keningnya maju beberapa meter.


Kerinee langsung mengangkat tangan kirinya dan monster itu berhenti. "Jangan coba mendekat! Beraninya kalian datang kemari!!!" Perintahnya dan monster itu mendengus kesal.


"Kalau kau bukan adik Ratu aku akan langsung MENERKAMMU!" Monster itu mengepal dan satu monster di belakangnya memegang pundaknya mencoba menenangkan. Kerinee menjadi lebih kesal karena mereka tidak memiliki sopan santun.


"Monster laut tanpa aturan." Ejek Kerinee sambil menyeringai.


Monster itu terlihat sangat marah dan ia harus menahannya. Kalula memerintahkan untuk tidak menyakiti siapapun di Cheoreon kingdom dan tidak menutup kemungkinan mereka tidak merusak benda-benda di sini. Oleh karenanya mereka berani untuk memaksa masuk ke kerajaan ketika panglima tidak memperbolehkannya masuk.


"Apa yang kalian inginkan!"


"Dimana kau sembunyikan putri Ratu!!!" Voodoohag namanya. Monster paling besar dan memiliki tanduk hitam di kedua sisi kepalanya. Berbicara dengan mulut besar, gigi taring yang runcing dan mengerikan itu.


Kerinee terdiam dan menatap Voodoohag dengan penuh kebencian. "Bukan urusan kalian!" Kerinee maju beberapa langkah dan mendongak ke atas untuk menatap mata Voodoohag.


"Ini menjadi urusan kami karena Kalula adalah ratu kami sekarang!" Voodoohag maju beberapa langkah dan pandangan keduanya bertubrukan. Monster laut terbesar dan Ratu kerajaan Cheoreon bertatapan saling mengeluarkan aura kebencian di antaranya dan Kerinee tertawa kemudian.


"Itu berarti kalian sudah memiliki aturan. Kakakku orang yang tegas dan ia menjadi rusalka sekarang. Aku bisa saja mengadukan kerusakan dan ketidaksopanan kalian di sini kepadanya. Tidak mungkin ia akan membenciku karena ini." Kerinee mengangkat tongkat penguasanya dan langit menjadi penuh dengan halilintar.


"Mencoba untuk mengancam kami?!" Voodoohag mencengkeram badan Kerinee dan mengangkatnya ke atas. Beberapa prajurit mencoba untuk bertindak namun Kerinee mengangkat tangan kanannya agar mereka tidak mengambil langkah lagi.


"Katakan saja DIMANA PUTRI!!" Voodoohag berteriak dan Kerinee hanya terdiam ketika air liur monster itu mengenai wajah cantik ratu kerajaan Cheoreon sekarang.


"Cari saja dia tidak berada di sini." Kerinee tertawa jahat dan Voodoohag memerintahkan seluruh monster lautnya untuk mencari putri dari Kalula itu.


Beberapa saat kemudian mereka kembali dan lapor tidak menemukan apa-apa, bahkan aroma dan jejak Putri Lula tidak di sini.


"Tidak ada dan bahkan aromanya tidak kami temukan."


"DIMANA KAU SEMBUNYIKAN PUTRI LULA!!!" Teriak Voodoohag sekali lagi kepada Kerinee yang masih berada di cengkeramannya dan wanita itu hanya memalingkan mukanya.


"Dia sudah bereinkarnasi DAN BERADA DI TEMPAT YANG AMAN! Cari sendiri kalau bisa!!!"


"Ratu Memerintahkan Kita Untuk Kembali." Zedrys. Monster laut yang lebih kecil darinya dan lebih besar dari monster di belakang mereka, mengirimkan pesan lewat pikiran membuat Voodoohag melepaskan Kerinee dan wanita itu hampir terjatuh jika Jensen tidak memeganginya.


"PASUKAN!" Voodoohag berteriak dan seluruh pasukannya bersiap.


"KEMBALI KE DASAR LAUT!" Voodoohag berjalan terlebih dahulu lalu diikuti Zedrys dan pasukan monster laut mereka.


"JENSEN!"


"Ampun, Ratu.."


"Perbaiki semua kerusakan!" Kerinee menegakkan tubuhnya dan berbalik kemudian.


***


"Distrik satu bagaimana?" pria bertato dan kulit sawo matang itu mengecek setiap distrik di perusahaan kerjasamanya di gedung besar yang memproduksi obat-obatan dan disalurkan ke rumah sakit di dalam maupun luar negeri. Bisnis Bryan dan Matvei meraup keuntungan yang sangat besar. Mengambil bahan-bahan atau memanfaatkan penghuni laut seperti binatang maupun tumbuhan laut dan satu bahan lagi, obat yang sangat manjur untuk menyembuhkan berbagai penyakit, berasal dari spesies Matvei sendiri.


"Aman, pak!" Laki-laki berambut pirang mendekat dan memberikan berkas-berkasnya.


Hanya beberapa orang kepercayaannya yang tahu makhluk itu dan selebihnya hanya tahu mereka memproduksi obat-obatan dari hewan dan tanaman laut. Oleh karenanya hanya yang terpilih yang bisa masuk ke distrik 1, yang mana tempat pemilahan makhluk yang mereka jadikan tambahan obat atau biasa disebut penyempurna.


Pihak legality tidak tahu kalau yang diambil oleh perusahaan tidak hanya binatang dan tumbuhan melainkan makhluk setengah manusia itu.


"Hasil tangkapan untuk hari ini sekitar 100." laki-laki pirang itu membuka berkas dan menunjukkan informasinya.


"Selesaikan pengambilan amunisi dan lepaskan sebagian. Seperti biasanya. Kau mengerti?" Bryan memberikan berkas kepada laki-laki pirang itu.


"Ah tunggu!"


Laki-laki berambut pirang itu berhenti dan berbalik.


"Setelah aku melihatnya terlebih dulu."


"Baik, pak!"


***


"Kalian siap?" Aloysius. Anak buah Jensen berdiri di podium dan menghadap sekitar 100 orang pasukannya. Sebenarnya lebih banyak lebih baik, namun Kerinee hanya memerintahkan untuk 100 pasukan yang menyebar di seluruh penjuru di daratan, karena ia tidak mau lebih banyak pasukannya tertangkap oleh manusia. Mengingat saat ini sudah banyak mermaid di penjuru lautan yang tertangkap oleh manusia dan Kerinee tidak mau itu terjadi.


Saat ini pasti Kalula sudah memerintahkan untuk para monsternya mencari Lula di daratan dan Kerinee harus menemukan Lula sebelum kalula menemukannya karena jika Kalula yang menemukan Lula terlebih, ia akan membuat putrinya berada di dasar laut dan sudah pasti Kerinee tidak ingin hal tau terjadi.


"Siap, pak!!" Jawab seluruh pasukan serentak.


"Jangan sampai tertangkap oleh manusia dan berusaha untuk beradaptasi. Mencari Putri akan susah karena ia memakai liontin kerang yang melindunginya, dan bahkan ratu sendiri tidak tahu dimana keberadaan Putri." Aloysius melipat kedua tangannya ke belakang dan berdiri dengan tegak untuk membekali pasukannya dengan hal-hal yang seharusnya dilakukan.


"Bagaimana kita dapat menemukan putri? Berhubung gen manusianya mengambil alih, hanya kalung kerang satu-satunya benda yang dapat menunjukkan kepada kita siapa putri yang sebenarnya. APA KALIAN MENGERTI?!" Aloysius menggerakkan pasukannya dan mereka semua siap untuk pergi.


"SIAP, PAK!" Para pasukan membentuk kelompok dan pergi menyebar ke seluruh daratan di muka bumi ini untuk mencari Lula.


"Bagaimana denganmu, Aloysius?" Jensen datang dan Aloysius memberi hormat.


"Saya akan pergi bersama dengan dua pasukan kepercayaan saya, Pak!"


"Baiklah. Laksanakan perintah ratu dengan baik!"


"Siap, Pak!"


***


"Alexei!"


"Ada apa, bos?" Seorang laki-laki berambut hitam berdiri di belakang Bryan.


"Bagaimana keadaan distrik 5 sampai 10?" Bryan memutar kursinya dan menatap laki-laki bernama Alexei di depannya.


"Siap, aman!"


"Selesaikan laporannya dan berikan padaku sore ini."


"Siap, bos!" Alexei berbalik dan tertahan oleh Bryan.


"Pergilah ke distrik satu dan pastikan Hubert melakukan tugasnya dengan benar."


"Baik, bos!" Alexei tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Bryan dan pergi kemudian.