Luna Rusalka

Luna Rusalka
69



Tim penyelamat membantu Yejin melepaskan Lula. kakinya masuk ke dalam saluran air yang terbuka dan sulit untuk dikeluarkan. Ia tersedot dan mereka mencoba melepaskannya.


Lula nampak berusaha keluar dari saluran air yang hampir membuat separuh tubuhnya tersedot ke dalamnya.


Pergerakan di dalam air menjadi sulit, karena air terus tersedot ke dalam saluran dan salah satu Tim penyelamat memanggil teman lainnya untuk membantu menarik Lula.


"Apa yang terjadi? Mana putriku?" Mark gelisah dan langsung bertanya ketika Seorang laki-laki keluar dari dalam air.


"Ia tersedot ke dalam saluran. Kami masih berusaha menariknya." Nafasnya tidak teratur dan ia memanggil beberapa orang lagi untuk membantu menarik Lula.


Mark memegang kepalanya dan gelisah. "Apalagi ini, Ya Tuhan!"


Sisi kolam renang menjadi ramai dan semua orang melihat kejadian itu. Mereka penasaran apa yang terjadi dan apakah tim penyelamat akan berhasil membawa Lula kembali.


Yejin naik ke permukaan lagi untuk mengambil nafas dan turun untuk membantu Lula di bawah.


Yejin hendak memberikan udara kepada Lula. Ia akan kehabisan nafas jika tidak mendapat udara. Namun Lula menggelengkan kepalanya membuat Yejin mengurungkan niatnya itu.


Tim penyelamat dan Yejin masih berusaha menarik Lula, namun saluran air itu lebih kuat.


Setengah tubuh Lula Sudah masuk ke dalam saluran itu dan tim penyelamat datang lebih banyak. Beberapa mencoba menutup saluran air dari ujung yang berbeda, namun itu butuh waktu untuk pergi ke sana.


Tiga perempat tubuh Lula masuk ke dalam saluran dan Yejin membelalakkan matanya. Ia menarik tangan Lula dibantu oleh tim penyelamat dan mereka berhasil menarik nya beberapa inchi.


Lula menutup matanya dan ia pasrah.


Tubuhnya masuk lagi seiring air yang tersedot semakin banyak. Lula merasa sakit di tubuhnya. Ia ditarik dengan paksa oleh beberapa orang dan itu membuatnya kesakitan.


Seorang tim penyelamat sampai di ujung saluran dan segera menutupnya, namun tekanan air cukup deras, membuatnya kesusahan.


"Bagaimana bisa terbuka." Ia berusaha menutupnya lagi, namun terbuka kembali.


Tekanan air cukup besar dan ia hanya seorang diri di situ. Untuk memanggil temannya ia harus membiarkan saluran air terbuka lagi.


Lelaki itu mendorong penutup saluran dan menahannya dengan punggungnya. Ia bisa bertahan beberapa saat dan berharap mereka segera mengeluarkan Lula dari kolam renang.


Ia tak bisa bertahan lama mengganjal penutup yang sepertinya rusak itu.


--


Yejin dan Tim penyelamat masih berusaha menarik Lula. Yejin tahu Lula kesakitan, namun ia harus menarik nya daripada Lula tersedot ke dalam saluran dan tubuhnya akan semakin terluka jika itu terjadi.


--


Lelaki itu masih menahan penutup saluran air dan ia sudah tidak tahan lagi. Air mendorong nya dari belakang dan ia masih memaksakan diri untuk mengganjal menggunakan punggungnya itu.


Ia meringis dan berteriak agar teman-teman nya segera menarik Lula ke atas, namun tidak ada seorangpun yang dapat mendengar nya.


--


Tubuh Lula tertarik cukup jauh dan air tidak tersedot lagi ke saluran. Tim penyelamat segera membawa Lula ke permukaan dan menaikkannya ke sisi kolam renang.


Seorang laki-laki mengisyaratkan kepada Yejin agar segera keluar dari kolam renang. Mereka tahu, saluran telah tertutup dan mereka tidak tahu sampai kapan itu akan tertutup.


Yejin mengangguk dan berenang ke permukaan.


Lula muncul di permukaan dengan seorang yang membawa tubuhnya. Mark dengan sigap jongkok dan menarik Lula ke atas.


Gadis itu tidak sadarkan diri dan matanya tertutup.


Mark menekan dada Lula, mencoba mengeluarkan air yang masuk ke paru-paru nya.


Yejin naik ke atas dibantu oleh tim penyelamat yang menarik nya dari atas.


--


Laki-laki itu sudah tidak tahan lagi. Ia menutup matanya dan berharap gadis itu tidak berada di kolam renang lagi.


Ia tersungkur. Saluran air kembali terbuka dan air mengucur deras. Ia mencoba berdiri dan kembali ke kolam renang. Berlari, dan mencoba melihat apa yang terjadi di sana sekarang.


Nafasnya memburu ketika ia sampai di tempat kejadian. Ia melihat gadis itu sudah dikeluarkan dan bernafas lega.


Semua orang melihat dan tempat itu menjadi ramai.


"Lula ayo bangun!" Mark masih menekan dada Lula, namun ia tidak mendapatkan respon.


Ia bangkit, dan berlari. Mencoba mencari tenaga medis dan segera membawanya ke rumah sakit.


Yejin jongkok dan merasakan nafas Lula. Ia membelalakkan matanya, ketika tidak merasakan hembusan nafas sahabatnya itu.


Yejin menekan dada Lula dan masih tetap sama. Ia menyentuh pipi Lula dan menutup matanya. Yejin memberi gadis itu nafas buatan.


Satu kali, dan tidak terjadi apa-apa. Ia memberinya lagi dan mendekatkan telinganya ke dada Lula. Jantungnya berdetak lagi dan ia bersyukur.


Yejin terus memberikan tekanan di dada Lula dan sesaat kemudian, Lula terbatuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam paru-paru nya.


Mark datang dengan seorang tenaga medis dan berjongkok.


Lula membuka matanya dan melihat semua orang menatapnya khawatir.


Seorang wanita berpakaian putih memeriksa denyut nadi Lula dan menyuruh untuk membawa Lula ke rumah sakit terdekat.


Mark menggendong putrinya itu dan membawanya keluar, ke dalam mobil.


Yejin berdiri dan mengusap wajahnya yang masih basah terkena air.


Semua orang menjauh dan satu persatu dari mereka keluar gedung.


"Apalagi ini." Gumam Yejin melihat kejadian yang baru saja terjadi.


"Yejin Ilarion dan Lula Beatriks."


"Yejin kau dipanggil."


"Tapi Lula? Saya tidak bisa kesana tanpanya."


"Yejin." Tuan Ivan memegang lengan Yejin dan Yejin mengangguk.


Ia berjalan untuk menerima penghargaan.


***


Mark keluar mobil dan berlari ke pintu masuk rumah sakit.


"Tolong!"


Beberapa perawat keluar dan membawa brankar. Mark meletakkan tubuh putrinya di brankar dan perawat memasangkan oksigen ke mulut Lula. Ia terlihat kesusahan bernafas dan mereka segera membawanya ke ruang gawat darurat.


Mark berhenti di depan pintu ketika Lula sudah di dalam ruangan. Dokter datang dan memeriksa pasien.


Lula terlihat kesusahan bernafas walau ia tengah memakai alat bantu pernapasan. Dokter memeriksa jantung Lula dan mengangguk.


Salah satu perawat melepas alat bantu pernapasan itu dan semua orang terdiam.


"Tetap pasang alat itu!" Dokter mencegah nya namun perawat itu tetap melepasnya.


"Dia akan seperti karena alat ini." Alat terlepas dan Lula menjadi tenang.


Dokter heran dan memeriksa jantung Lula lagi. "Suster, siapkan AED (automated external defibrillator)."


Seorang wanita bertubuh jangkung mengangguk dan berbalik.


Mark terlihat gelisah. Apa yang terjadi pada putrinya dan ia takut sekarang. Ia takut kejadian dulu terulang lagi.


Yejin, Tuan Ivan, dan Tuan Bogdan datang. Mereka berlari dan menghampiri Mark.


"Bagaimana keadaan Lula?" Tuan Bogdan menyentuh pundak Mark.


Pria itu mengangkat tangannya dan menarik nafas kasar. "Jangan pedulikan kami."