Luna Rusalka

Luna Rusalka
133



"Apa dia tidak ada di rumah?" Elliot tidak mengangkat teleponnya dan kemana lagi kalau bukan di sini Matvei harus mencarinya. Perempuan itu pasti masih marah, dan entahlah kenapa perempuan begitu rumit? Mereka marah hanya dengan hal sepele.


Pintu terbuka dan Matvei bersiap untuk menghadapi Elliott. Ketika pintu benar-benar terbuka dan ketika Matvei benar-benar melihatnya, kedua matanya membelalak kaget.


Pria berambut cokelat muda dengan perawakan tinggi besar berdiri di pintu. Raut mukanya yang serius menginginkan Matvei dengan seseorang. Dia tidak akan pernah melupakan wajah menakutkan itu seumur hidupnya. Redrik. Redrik Callister. Kenapa Callister menjadi nama belakang paling menakutkan bagi Matvei walau dia mencintai putri keluarga mereka? Entahlah mungkin karena sikap Redrik begitu kejam kepada Matvei. Ayah kandung Elliott, dan pria yang memisahkan Elliott darinya.


Redrik tidak mengatakan apapun dan hanya menatap Matvei sambil berkacak pinggang.


"Selamat pagi." Matvei basa basi. Dia harus bersikap apa yang seharusnya ia tunjukkan. Walau ia takut, tapi tidak mengurungkan niatnya untuk menemui kekasihnya itu. Dia tidak pernah membuat masalah dengan Redrik, tapi pria itu sangat tidak menyukainya.


"Katakan saja apa maumu!" Kata Redrik dengan tegas. Bulu kuduk Matvei berdiri dan sepertinya udaranya semakin dingin. "Dia selalu bersikap seperti ini padaku, tapi entahlah kali ini terasa sangat berbeda. Ada sesuatu yang terjadi dan aku harus tahu itu." Gumam Matvei dalam hati, menyadari suasananya menjadi tidak enak.


"Aku harus menemui Elliot. Bisakah kau mengizinkan itu?" Jawabnya sopan. Redrik masih dengan posisinya sekarang dan Matvei berdiri kaku di bawah tangga.


"Dia tidak sedang ingin menemui siapapun. Termasuk kau." Jawabannya masih sama seperti dulu, setiap kali Matvei ingin menemui Elliot.


"Sebentar saja, hanya beberapa menit." Jawaban yang sama setiap kali Redrik mengatakan hal itu, dan biasanya setelah Redrik menutup pintu tidak mengizinkan, Elliott akan langsung berlari dari kamar untuk menemui Matvei. Mungkin kali ini hal sama akan terjadi.


"Tapi sepertinya kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan." Redrik menutup pintu dan masuk ke dalam rumah, meninggalkan Matvei sendirian berdiri di depan rumah dengan kepala yang sedikit pusing melihat tingkah sama yang ia dapatkan beberapa tahun lalu, terakhir ia bertemu dengan Redrik. Sebenarnya Redrik pria yang baik tapi entah kenapa sikapnya berubah ketika tahu kalau putrinya memiliki hubungan dengan Matvei.


Kini ia hanya perlu menunggu Elliott keluar dari kamar dan berlari membuka pintu untuk menemui Matvei. Tapi apa yang Redrik lakukan di sini? Bukankah hubungannya dengan Elliott sedang tidak baik-baik saja? Matvei mencoba memikirkan hal itu dengan serius. sepertinya telah terjadi sesuatu yang buruk dengan Elliott.


Tapi pikirannya terbantahkan. Ia masih mau menunggu Elliot keluar. Beberapa menit berlalu dan tidak ada perubahan. Matvei tetap menunggu dan mencoba untuk menelpon Elliott.


"Tidak aktif?" Ponselnya Elliott tidak aktif dan Matvei menjadi yakin sesuatu telah terjadi dan ia harus menyelidikinya, namun ia urungkan niatnya dengan segera. "Mungkin memang dimatikan?" Tapi terdengar tidak masuk akal. Untuk apa Elliott mematikan ponselnya? Apakah ia marah dengan kejadian kemarin?


"Haruskah aku masuk ke dalam dengan paksa?" Ini menjadi semakin aneh. Elliott bilang Redrik tidak akan menemuinya sampai Elliott membuktikan kalau Matvei memang pantas untuknya. Walaupun Matvei tidak tahu alasan yang sebenarnya kenapa Elliott kembali, dan memang Elliott tidak memberitahunya, laki-laki itu tetap merasa kalau hak buruk telah terjadi.


Ia memantapkan niatnya, dberjalan menaiki tangga di depan dan berdiri di depan pintu. Mengetuk sekali lagi dan menunggu Redrik membukanya.


***


Di dalam hutan yang rimbun. Udara pagi menyejukkan sekitar dan angin membawa beberapa daun yang terjatuh, mendarat di tanah atau membawa mereka ke suatu tempat. Suatu tempat yang sama sekali tidak pernah orang pikirkan.


Tanah yang basah menjadi pijakan beberapa orang kali ini. Semalam hujan di hutan dan rerumputan terlihat basah dan mengembun. Matahari mulai tampak meninggi kala waktu semakin berjalan menuju siang hari. Langit terlihat cerah dan awan berkerumun dengan lucunya di angkasa.


Di bawah pohon yang sangat besar, berlindung seorang wanita dan beberapa pria dewasa mengintarinya. Duduklah wanita itu di sebuah batu besar, dengan lumut di bagian bawahnya. Pakaian keemasannya menabah nuansa anggun dan hiasan rambut bunganya membuat wajahnya semakin cantik.


Ia memejamkan matanya sedari tadi. Mencoba untuk melakukan sesuatu dan masih belum berhenti. Beberapa saat kemudian ia membuka matanya.


"Aku bisa merasakannya, namun sesuatu yang lebih kuat telah melindunginya, dan itu bukan dari Swarovski. Sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan dan bahkan tidak terlintas di pikiranku." Ia berdiri. "Aldway, pikiranku mampu masuk ke dalam pikirannya. Aku tahu ia mendengar suaraku, tapi sesuatu mencoba enahan suaraku." Ia terlihat khawatir. Raut mukanya menjadi gelisah dan i tidak bisa tenang.


"Apakah Ratu Kalula?" Aldway mencoba bertanya. Ia juga harus tahu hal ini.


Kerinee menggeleng. "Kekuatan ini murni. Aku pasti akan merasakan kalau itu Kalula. Kekuatannya memang sangat kuat, namun tidak semurni ini. Aldway, kita ubah rencana." Kerinee berbalik dan berjalan masuk ke dalam danau di dekat pohon itu, diikuti Aldway dan beberapa pria yang bersama mereka."


***


Elula Yelena. Gadis 17 tahun asal Saint Petersburg, Rusia. Hanya pelajar biasa dan memiliki hobi melukis. Marcus Fayol dan Jeanne Rose adalah orang tuanya yang bekerja di pabrik obat herbal terbesar di Moskow, Black Squid Corporation. Sudah pasti mereka tidak tinggal bersama Lula, karena jarak Moskow dan Saint Petersburg cukup jauh.


Elula atau yang akrab dipanggil Lula tinggal bersama paman dan adik perempuannya, Jane Kenneith, gadis berusia 14 tahun dan memiliki kebiasaan berenang. Mereka berdua selalu bersama dan Lula sangat menyayangi adiknya itu. Kehidupan mereka berjalan dengan lancar dan bahagia, namun suatu hari ketika Lula tengah kembali dari sekolah bersama teman-temannya, hak buruk terjadi. Sekumpulan orang menangkap mereka dan membawa mereka ke suatu tempat.


Setelah membawanya ke suatu tempat, mereka melayangkan beberapa pertanyaan dalam keadaan mereka terhipnotis. Tapi, tidak dengan Lula. Gadis itu sadar dan ia tidak tahu apa yang akan orang-orang itu lakukan kepadanya, teman-temannya dan ia juga melihat beberapa gadis seumurannya di sini.


Awalnya ia akan mengira kalau mereka akan menjual para gadis-gadis ke luar negeri atau mereka akan diambil organnya. Namun, anggapan Lula salah. Mereka hanya bertanya sesuatu dan ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka ingin, mereka akan melepaskan para gadis.


Ketika sudah saatnya tiba, mereka bertanya kepada Lula namun mereka baru tahu kalau Lula tidak terhipnotis. Itulah awal penyanderaan Lula dimulai. Sampai sekarang, dan entahlah apa yang mereka inginkan. Lula harus mengatakan siapa dia sebenarnya, kalau tidak orang-orang itu akan mengancam melenyapkan keluarganya.


Sebenarnya bukan masalah, tidak ada yang spesial darinya untuk diketahui m Hanya saja, Lula ingin tahu kenapa mereka melakukan ini kepada beberapa gadis dan siapa mereka? Jika mereka menginginkan para gadis mereka tidak akan melepaskannya, tapi ini bukan sesuatu yang biasa. Mereka menghipnotis, menanyai sesuatu, lalu melepaskan mereka.


Tapi ketika mereka ingin melenyapkan keluarganya Lula, apa daya Lula? Ditambah lagi, seorang wanita. Bisa dikatakan salah atau wanita yang ada di sana, terlihat memiliki ilmu hitam. Dia bisa mengeluarkan api dari dalam tangannya dan melakukan beberapa hal mustahil seperti menggerakkan benda-benda di sekitarnya. Sekarang Lula berpikir kalau wanita itu memiliki ilmu hitam atau bahkan dia adalah penyihir? Lula tidak percaya hal itu tapi ketika ia menyaksikan dengan kedua matanya sendiri, ia menjadi yakin.


Dengan terpaksa Lula mengatakan siapa dirinya dan sebenarnya tidak ada yang spesial dari dirinya. Ia juga mengatakan kalau ia bukan berasal dari keluarga yang punya banyak uang, jika mereka ingin menculiknya, maka akan siasia. Satu hal yang Lula tidak mengerti. Wanita itu tahu siapa kedua orang tua Lula dan bahkan adiknya, tapi kenapa mereka masih bertanya siapa sebenarnya Lula itu?


Mereka tidak percaya apa yang dikatakan Lula dan terus bertanya siapa Lula sebenarnya, walau dirinya sudah menceritakan semuanya.


"Kau bohong." Kata Kalula dengan tegas. "Katakan saja siapa kau atau kau tidak akan pernah lagi melihat keluargamu di dunia ini."


"Aku sudah mengatakan apa yang harus kukatakan apa kau tidak mengerti?!" Lula berteriak tepat di depan wajah Kalula. gadis itu memang tidak takut. Beberapa kali Voodoohag dan Zedrys menyiksanya, hingga melukai tubuhnya tapi gadis itu tetap tidak mu mengatakan siapa dirinya.


"Kau yakin? Lalu jelaskan padaku mengapa luka yang mereka berikan sembuh dengan begitu cepatnya?" Kalula memainkan rambut gadis itu dan melihat tidak ada satupun luka di tubuh Lula, padahal beberapa saat lalu ia mendapatkan siksaan dan tangannya terluka.


"Ini anugerah. Dari kecil memang seperti ini. Luka yang kudapat sembuh dengan cepat. Tapi kau tahu itu tidak benar-benar sembuh. Hanya kulitku yang langsung menutupi luka itu dan lukanya tetap ADA DI DALAM TUBUHKU! APA KAU ME-"


Kalula menjentikkan jari dan seketika gadis itu jatuh pingsan. "Aku sudah muak dengan gadis ini. Zedrys! Siapkan pasukan, kita akan membawanya ke tempat itu!"


"Baik, Ratu."