Luna Rusalka

Luna Rusalka
46



"Ayolah, Yejin. Sekali ini saja. Aku berjanji tidak akan pernah memintamu untuk melakukan hal aneh lagi." Lula memegang tangan Yejin, dia hanya memutar bola matanya dan mengangguk.


"Benarkah?"


"Sebentar saja, dan aku harus ikut."


Lula mengangguk dan melepas pakaian sekolah nya. Dia sudah memakai baju renang pendek. Entahlah kenapa akhirnya dia memakai baju renang dan apakah ini hanya kebetulan?


Yejin hanya melepas baju sekolahnya saja.


"Apa mamamu tidak akan memarahimu nanti?" Yejin berjalan melewati batu sungai dan menghampiri Lula.


"Kau akan bilang?" Lula berbalik dan menatap Yejin curiga.


Yejin terdiam dan hanya mengedipkan matanya seperti biasa. Dia menarik nafas dan menggeleng.


Lula tersenyum dan berjalan lebih jauh, tepat di bawah air terjun, dan dia mulai menyelam. Mereka tidak sepatutnya takut akan hewan buas atau apapun, karena ini terbuka untuk umum, dan ramai orang berenang di bawah air terjun.


Teriknya matahari membuat orang-orang semakin banyak dan berendam di bawah air terjun yang sejuk.


Yejin menyusul Lula dan mereka berenang menuju bebatuan di bawah air terjun.


"Yejin apakah kau mau naik ke atas?" Lula berteriak, dan mencoba mengapung di air.


"Terlalu tinggi dan berbahaya!" Yejin berteriak sambil terus mendekat ke arah Lula.


"Wohoooaaaaaaaa." Seorang anak melompat dari atas dan terjun melewati Yejin dan Lula sambil berteriak senang.


Lula dan Yejin melihat itu sambil menganga. Mereka mencari anak itu yang tak kunjung muncul di permukaan dan sedikit khawatir dia akan kenapa-kenapa.


"Keren sekali!" Anak laki-laki itu muncul dari dalam air dan tersenyum puas sambil terus berusaha mengapung.


"Tidak coba akan rugi!" Anak itu mengacungkan jempolnya kepada Lula dan mereka hanya mengangkat alis.


"Kau lihat? Dia tidak apa-apa!" Lula berteriak dan menarik tangan Yejin menuju bebatuan samping air terjun untuk memanjat ke atas. Yejin hanya pasrah ketika Lula mengajaknya memanjat ke atas.


Jalan menuju atas dibilang mudah sebenarnya, karena terdapat tangga batu yang khusus dibuat untuk memanjat.


Lula naik diikuti Yejin di belakang nya. Beberapa kali Yejin terpeleset namun ia tidak apa, dan Lula tidak tahu. Tangga batunya sudah berlumut jadi harus hati-hati agar tidak terpeleset sampai terjatuh ke bawah.


"Ayo Yejin!" Lula sampai di atas dan membantu Yejin untuk naik.


"Kau yakin?" Yejin melipat kedua tangannya di depan dada.


Lula melihat bawah dan yakin, dia juga tidak takut. Mereka berdiri tepat di atas air terjun.


Senyuman Lula memudar ketika melihat raut muka Yejin yang cemberut dan merasa tidak senang.


"Kau kenapa, Yejin?" Lula berjalan mendekati Yejin.


"Kau tahu ini sangat berbahaya?"


Lula berdiri di depan Yejin dan mengangkat kedua tangannya. "Kau lihat anak-" Lula menghentikan perkataannya ketika mendengar bisikan di telinga kirinya.


"Kau akan membuang kesempatan ini?" Lula terdiam dan menengok ke arah kiri, sambil terus mendengarkan.


"Kita kembali saja," Lula menatap Yejin dan ingin berusaha menolak ajakan Yejin, namun lagi-lagi sesuatu seakan menariknya untuk melompat dari sini.


"Melompat lah.. dan lepaskan seluruh masalahmu.." Lula berbalik dan berjalan mendekat ke ujung pijakan mereka, melihat ke bawah, seakan sesuatu mengendalikan tubuhnya untuk melakukan hal itu.


"Lula!" Yejin memanggil Lula namun ia tak menghiraukannya. Lula berdiri tepat di ujung dan masih melihat ke bawah.


Sebuah tawa yang lirih masuk di telinga Lula. Sepersekian detik kemudian, dia melihat sesuatu di dalam air, seperti ekor ikan yang sangat besar, berwarna emas dan..


"SEKARANG!" Tanpa pikir panjang Lula langsung melompat ke bawah.


"LULA!" Yejin hendak meraih tubuh Lula namun ia terlanjur terjun ke bawah, dan tenggelam oleh air sungai yang dalam.


Yejin bingung dan hanya memegang kepalanya. Dia menarik nafas dan ikut melompat untuk mencari Lula.


Tenggelam ke dalam air, dan berenang ke sana kemari mencari keberadaan Lula.


Beberapa detik dia di dalam air, tidak menemukan Lula dan naik ke permukaan untuk mengambil nafas.


"Lula!" Yejin berteriak, kali saja Lula sudah berada di permukaan, namun ia tidak melihat dia dimana-mana.


Yejin menutup matanya dan menyelam lagi, berenang lebih dalam dan mencari Lula.


Yejin gelisah dan jantungnya berdetak kencang. Dia sangat khawatir kalau dia sampai tidak menemukan sahabatnya itu. Apa yang akan dia katakan kepada orang tua Lula?


Bagaimana kalau Lula tidak akan pernah ditemukan? Pikiran Yejin berputar memikirkan apapun kemungkinan yang bakal terjadi.


Kehabisan nafas, dia berenang naik lagi ke permukaan dan lagi-lagi tidak menemukan Lula.


Ingin menyerah, namun dia harus segera menemukan Lula.


"Seru sekali!" Tiba-tiba Lula muncul dari dalam air dan mengejutkan Yejin.


"Lula!" Lula berenang mendekat ke arah Yejin dan tersenyum.


"Yejin?" Lula menurunkan senyumannya dan menatap Yejin yang menatapnya dengan tatapan tak suka.


"Darimana saja? Aku khawatir mencarimu kesana kesini, khawatir, berpikiran yang tidak-tidak, dan kau-" Yejin menghentikan perkataannya dan terdiam seakan tidak mau berbicara lagi.


"Maafkan aku, Yejin.. Aku tidak tahu kalau ka-"


"Lebih baik kita kembali." Wajah Yejin masih murung dan berenang ke tepi. Lula menatap Yejin yang berenang melewati nya.


"Yejin!" Yejin terus berenang tanpa menghiraukan Lula.


"Yejin maafkan aku!" Lula hanya mengapung dan tidak ada tanda-tanda untuk berenang ke tepi.


"Yejin aku akan datang di perlombaanmu!" Teriak Lula dan Yejin berhenti seketika.


Detak jantung Lula tak karuan, dia tidak tahu apakah Yejin akan memperbolehkan hal itu atau tidak. Ia sama sekali tidak berpikir apa respon Yejin terhadapnya.


Yejin berbalik dan menatap Lula. Lula tersenyum dan Yejin membalasnya.


"Benarkah?" Yejin berteriak sambil terus mengapung. Dia belum sampai tepi dan menyuruh Lula untuk berenang ke tepi.


Lula mengangguk dan hendak berenang namun sesuatu melilit kaki kanannya. Dia terkejut dan berusaha melepas itu, namun lilitan menariknya ke dalam air, membuatnya menjerit dan meminta tolong.


"Sesuatu menarikku!" Dia melambai pada Yejin dan dengan cepat Yejin berenang ke arah Lula.


"Cepat Yejin ini membuat kakiku sakit, dan aku akan blurbbb blubbbrrr..." sesuatu sukses membuat Lula tenggelam dan Yejin menyelam untuk mencari itu.


Yejin melihat tubuh Lula terus tertarik ke dasar sungai dan Yejin mempercepat gayungan tangannya.


Lula berusaha melepas sesuatu itu namun tubuhnya terus tertarik, dan Yejin tidak bisa meraih Lula. Gadis itu terus tertarik dan berusaha menjangkau apapun.


Yejin kehabisan nafas, dan naik ke permukaan untuk mengambil nafas. Langsung saja, dia kembali ke dalam air dan berenang menuju Lula.