
Jumat, 11 Maret
"Ada apa?" Sofia bertanya. Seseorang menelpon dan Lula yang mengangkatnya.
Gadis itu berhenti dan duduk di kursi. "Jereni mengajakku pergi jalan-jalan sepulang sekolah."
Sudah lama Lula tidak jalan-jalan bersama Jereni, dan ia sangat menginginkan itu. Namun, ia harus minta izin mama dan papanya terlebih dahulu.
Sofia terdiam dan terlihat tengah berpikir.
"Kami bersama bibi Rwka, jadi mama tidak perlu khawatir." Lula menggigit bibir bawahnya. Takut mamanya tidak mengizinkannya.
"Pergilah." Sofia tersenyum dan berbalik untuk menyiapkan sarapan.
"Terimakasih." Lula merasa senang dan ia pasti akan bersenang-senang siang ini.
***
"Maafkan aku, Yeva. Lagi-lagi aku merepotkanmu." Sofia membukakan pintu untuk Yeva dan mereka berdua masuk ke dalam rumah.
"Kita hidup untuk saling membantu. Jadi, kau jangan khawatirkan hal ini."
"Jadi, apa rencananya?" Wanita itu bertanya, karena Sofia belum sempat memberitahu apa yang akan mereka lakukan pagi ini.
"Habis ini kita ke supermarket untuk membeli semua perlengkapan pesta. Dekorasi simpel, aku juga akan membeli daging untuk barbeque, dan aneka seafood yang aku pesan dari bibi Fyodora. Kau tahu itu makanan favorit Lula dan harus ada di setiap ulang tahunnya."
"Ah iya aku sudah memesan kue tadi, dan aku akan mengambilnya sepulang menjemput Yefy dari sekolah. Aku berharap tidak lama kita berada di supermarket karena butuh waktu lama untuk memasang semuanya dan memasak juga."
Sofia mengatur nafasnya lalu dia tersenyum. "Kita berangkat sekarang?"
"Ya dan jangan menunda-nunda." Yeva membalas senyuman Sofia lalu mereka bersiap untuk pergi.
***
"Sofia kau harus tenang.." Dari tadi Yeva mengingatkan itu kepada Sofia yang tidak tenang dan tergesa-gesa. Mereka berjalan mencari toko peralatan pesta dan Sofia masih saja seperti itu.
"Aku harus cepat, Yeva."
"Hei, hei." Yeva berhenti dan menahan lengan Sofia.
"Ini masih pukul 7:30 a.m. Kita masih punya banyak waktu sampai siang untuk belanja."
Sofia menenangkan diri lalu tersenyum.
"Kita lakukan dengan tenang, dan menyenangkan, kau setuju?"
Wanita itu mengangguk dan mereka berdua berjalan untuk pergi ke toko peralatan dan membeli semua barang yang dibutuhkan.
Mereka membeli terlalu banyak barang, dan apakah ini yang disebut dekorasi pesta simpel? Itu terlalu ribet. Semuanya Sofia beli dan Yeva hanya geleng-geleng kepala.
"Kau bilang pestanya akan sederhana. Tapi kau membeli banyak barang." Yeva mencoba mengingatkan kalau itu terlalu berlebihan dan Sofia menggeleng.
"Ini semua yang aku butuhkan." Dia mantap dengan pendapatnya dan mendorong troli ke kasir untuk membayar.
"Kami menitipkan sampai kami kembali lagi. Terimakasih." Setelah itu Sofia menitipkan semua yang sudah ia beli ke penitipan barang.
Yeva mengangguk dan mereka berdua berjalan menuju tempat daging berada. Rencananya Sofia akan membeli daging ayam dan sapi. Ia akan membuat barbeque sapi dan ayam panggang.
"Kau ingat kau hanya mengundang beberapa orang, jangan membeli terlalu banyak." Lagi-lagi Yeva mengingatkan Sofia untuk tidak berlebihan.
"Stok daging di kulkas sudah habis, jadi aku akan melebihkan sedikit. Terkadang aku tidak sempat pergi membelinya dan kau tahu apa yang terjadi jika tidak ada daging di rumah."
"Baiklah, kau yang andil di sini."
Selesai memilih daging ayam dan sapi, Sofia mengajak Yeva untuk membeli bumbu barbeque dan bumbu ayam panggang, serta beberapa rempah-rempah yang ia butuhkan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama sampai mereka benar-benar mengumpulkan semua rempah-rempah dan bumbu yang dibutuhkan, hanya saja berjalan dari tempat daging ke rempah-rempah cukup jauh dan membutuhkan banyak waktu.
"Sudah?" Yeva bertanya karena Sofia terlihat terdiam dan tengah berpikir.
"Kita belum membeli sayuran dan buah. Snack biskuit, makanan ringan, dan keju. Ah sampai lupa kita juga harus membeli dessert dan kue kering. Aku juga akan membeli pastry, dan untuk minuman semuanya sudah ada di rumah, jadi tidak usah membelinya. Kuenya sudah aku pesan, nanti tinggal ambil sepulang dari sekolah Yefy, seafood akan diantar nanti sore dan semuanya akan beres." Sofia bernafas lega dan menutup kedua matanya lalu membukanya kembali.
"Pesta ulang tahun yang sederhana atau pesta pernikahan yang mewah? Kau sangat detail untuk sebuah sesuatu yang sederhana. Kukira hanya ada kue, beberapa saudara dan pesta yang sederhana. Tapi kau terlalu .."
"Kau seperti tidak mengenalku saja, Yeva." Sofia tertawa dan mereka berdua tertawa lepas, dan ini masih di supermarket.
Pukul 9:45 a.m dan mereka berada di antrean yang cukup panjang hanya untuk membayar yang sudah dibeli.
"Hari ini sangat ramai. Aku khawatir kita akan terlambat." Sofia melihat antrean di depannya yang cukup panjang itu dan ia sangat khawatir.
"Ini hari Jumat dan semua orang pergi untuk berbelanja."
"Makannya aku sudah mengatur waktu dan semoga pukul 10:30 a.m kita sudah pergi dari sini. Aku harus menjemput Yefy pukul 11:00 a.m dan mengambil kuenya."
"Kita tunggu saja, antrean mulai berkurang. Jangan cemaskan hal ini." Yeva mencoba menenangkan Sofia dan itu berhasil.
Tepat pukul 10:30 mereka keluar dari supermarket dan membawa semua barang dan bahan makanan yang sudah dibeli. 4 kantong belanjaan besar dan beberapa kantong kertas dan itu cukup berat. Mobil terparkir cukup dekat dari pintu keluar, memudahkan mereka untuk sampai dan barang tidak berceceran di jalan mengingat kedua tangan mereka penuh dengan itu, sampai susah untuk berjalan.
"Maafkan aku, Yeva. Kau harus membawa belanjaanku yang sangat banyak dan berat ini." Sofia meletakkan belanjaannya di bawah dan mengambil kunci mobil untuk membuka bagasi belakang.
"Kau akan lebih kesusahan jika kau sendirian. Makannya aku membantu." Yeva mengerti dan Sofia sangat berterimakasih.
Mereka meletakkan semua belanjaan di bagasi dan berjalan ke depan untuk masuk ke dalam mobil.
***
Tidak membutuhkan banyak waktu sampai mereka bisa kembali ke rumah Sofia, dan memasukkan semua belanjaan ke dalam rumah.
"Jangan tergesa-gesa, aku akan berada di sini beberapa jam lagi " Yeva selalu mengingatkan Sofia untuk tetap tenang dan santai.
"Ah baiklah." Sofia berjalan dengan tenang dan mereka berdua bergantian untuk memasukkan barang-barang ke dalam rumah.
"Selesai juga akhirnya." Sofia berkacak pinggang dan melihat semua belanjaan berada di lantai di dapur. Ia sendiri geleng-geleng kepala melihat semua yang telah ia beli.
"Tapi perlu dibenahi lagi. Yeva bisakah kau membantuku untuk meletakkan peralatan pesta di halaman belakang? Aku akan memasukkan daging, sayuran, dan buah ke dalam kulkas, dan menata semuanya di sini."
"Baiklah, itu mudah." Yeva mengambil peralatan pesta dan berjalan ke halaman belakang rumah Sofia yang berumput segar.