
Setelah beberapa saat ngobrol dengan para tetangganya Ameera segera masuk ke dalam rumahnya, ia nampak melewati suaminya yang sedang bermain ponsel begitu saja lalu melangkah menuju belakang rumahnya.
Selain sebagai tempat jemuran, belakang rumahnya juga ia sulap menjadi sebuah taman kecil dengan dua buah bangku di tepinya.
Akhirnya Ameera mendudukkan dirinya di sana, matanya nampak berkaca-kaca saat melihat suaminya mengabaikannya meski penampilannya mengundang pria itu untuk berkomentar.
"Sayang, ngapain di situ? suami pulang bukannya di sambut." tegur Awan tiba-tiba.
"Lagi ingin ngadem." sahut Ameera sekenanya.
"Perasaan udara sedang dingin." timpal Awan mengingat seharian ini sedang hujan.
"Hatiku yang panas." gumam Ameera dalam hati, sebenarnya ia tak ingin bersikap kekanakan seperti ini namun sebuah kebiasaan jika tiba-tiba di lupakan begitu saja membuatnya juga sedikit kecewa.
"Ayo, temani aku mandi." ajak Awan kemudian.
"Lagi malas, mandi saja sendiri." tolak Ameera namun itu bukannya membuat Awan marah, pria itu justru menahan senyumnya.
"Ayo, nanti nyesel loh." bujuk Awan lagi.
"Aku bilang nggak mau ya nggak mau mas." sungut Ameera dengan kesal.
Melihat istrinya mulai emosi, Awan langsung mendudukkan dirinya di samping wanita itu namun istrinya itu langsung beranjak dari sana. Kemudian menghentakkan kakinya masuk ke dalam rumahnya meninggalkan suaminya seorang diri.
"Bukannya ingat hari ulang tahunku malah bikin kesal saja." gerutu Ameera sembari melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga dan tiba-tiba ia tak sengaja melihat sebuah kue tart dengan lilin yang sudah menyala.
"I-itu ?" Ameera nampak tercengang, rupanya suaminya ingat juga hari ulang tahunnya.
"Masih marah ?" tiba-tiba Awan berbisik di telinga wanita itu.
"Kamu sengaja ingin membuatku kesal ya ?" cebik Ameera menatap suaminya itu.
"Ya sekali-sekali sayang." sahut Awan seraya memutar tubuh istrinya itu.
"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga kamu selalu sehat dan semakin cinta sama aku." ucapnya memberikan ucapan selamat pada wanita itu.
"Terima kasih." Akhirnya air mata yang sedari tadi Ameera tahan lolos juga dari sudut matanya.
"Maafkan aku ya sudah pura-pura tak ingat dengan hari ulang tahunmu, tapi kamu senangkan ?" timpal Awan yang langsung membuat Ameera mengangguk kecil.
"Hm, tapi kamu jahat mas." Ameera langsung memukuli dada bidang suaminya itu, namun Awan langsung menahan tangannya sembari terkekeh.
"Ayo tiup lilinnya." ajak Awan kemudian.
Setelah memanjatkan doa, Ameera segera meniup lilinnya dan ia mendapatkan sebuah hadiah kecupan di keningnya dari pria itu.
"Mau makan malam romantis? Baiklah kamu bebas pilih tempatnya." tawar Awan kemudian.
"Bagaimana jika di rumah saja ?" sahut Ameera.
"Boleh, tapi kamu harus mendapatkan hukuman karena penampilanmu yang kacau ini." Awan kembali mengindai penampilan istrinya yang sangat seksi, rambutnya di warnai dan celana pendek yang di pakainya sangat menggoda iman bagi yang melihatnya.
"Ya sudah kita makan di luar saja." ralat Ameera yang ingin menghindari hukuman dari pria itu.
"Tapi kamu harus tetap di hukum sayang." keukeh Awan.
"Benar kata stylist itu kamu sangat cantik dengan rambut seperti itu, tapi itu justru yang membuatku takut. Aku takut akan banyak pria di luar sana yang melirikmu." sahut Awan.
"Kenapa takut jika mas mampu melindungiku kecuali kamu juga melirik wanita lain." sindir Ameera yang langsung membuat Awan terkekeh.
"Astaga sayang aku mau melirik siapa hm? jika istriku sendiri sudah secantik ini." Awan langsung mencubit pipi wanita itu dengan gemas.
"Mungkin saja, di luar sana kan banyak wanita yang lebih cantik." cibir Ameera yang langsung membuat Awan mengulas senyumnya, kemudian pria itu memeluk pinggang istrinya itu dengan erat.
"Sayang, dengerin aku. Kita sudah melangkah sejauh ini dan itu tidaklah mudah, jadi mana mungkin aku menyerah di saat kita mulai merasakan hasil dari perjuangan kita selama ini. Mungkin kamu benar jika di luar sana banyak wanita yang ingin menggodaku, tapi percayalah cuma kamu yang aku cintai. Perjuangan kita belum selesai ku harap kamu akan terus mendukungku." ujar Awan menatap lekat istrinya itu.
Ameera nampak berkaca-kaca, lalu segera memeluk suaminya itu.
"Besok ada pesta di kantor, mau ku temani membeli pakaian ?" ucap Awan kemudian yang langsung membuat Ameera mengurai pelukannya lalu menatapnya, Ameera senang akhirnya pria itu jujur perihal pesta di kantornya mengingat tadi pagi ia melihat status wanita penggoda di sosmednya.
"Hm." Ameera mengangguk senang.
Keesokan harinya....
Sore itu Ameera nampak bersiap-siap menghadiri pesta di kantornya, ia sengaja bersiap lebih awal agar penampilannya lebih sempurna.
Ia ingin menunjukkan jika suaminya itu juga memiliki istri yang cantik tak kalah dengan wanita-wanita penggoda di luar sana.
"Kamu serius memakai itu sayang ?" Awan yang baru keluarga dari dalam kamar mandi nampak menelan ludahnya saat melihat istrinya memakai gaun panjang dengan belahan rok sampai di atas lututnya dan atasannya yang sedikit terbuka nampak terlihat seksi.
"Hm, baguskan. punggungku ketutupan rambut, mas tenang saja." ucap Ameera seraya memutar tubuhnya di hadapan suaminya itu.
Rambutnya yang panjang sengaja ia buat curly bawahnya agar menambah sempurna penampilannya malam itu.
"Lebih baik kita batalkan saja ke pestanya sayang." timpal Awan kemudian dengan pandangan siap menerkam wanita itu.
"Nggak bisa gitu dong mas, aku sudah mempersiapkan ini semua dari tadi sore." protes Ameera, sebenarnya ia juga sangat merindukan suasana kantor dan teman-temannya dahulu meski ia tidak terlalu akrab dengan mereka.
"Lebih baik kita menghabiskan waktu di rumah saja, aku rela." ucap Awan seraya melangkah mendekat, namun Ameera segera menjauh.
"Big no mas, cepat ganti pakaianmu dan kita pergi. Sebagai seorang manager kamu tidak boleh melewatkan acara ini, nanti apa kata bawahan mu jika managernya sendiri tak memberikan contoh yang baik." bujuk Ameera seraya memberikan pakaian pada suaminya itu.
Sebuah kemeja beserta jasnya sesuai dress code yang tertera di undangan.
"Baiklah, kamu sangat tidak asyik sayang." Awan mengambil pakaiannya itu kemudian segera memakainya.
Beberapa saat kemudian malam mulai beranjak dan mereka telah sampai di kantor mereka di mana gala dinner akan di mulai.
Sepanjang melangkah Awan dan Ameera sukses menjadi pusat perhatian para undangan di sana, kemudian mereka segera mencari meja kosong setelah saling bertegur sapa dengan yang lainnya.
Saat sedang mengedarkan pandangannya, Ameera tak sengaja menatap seorang wanita yang sedari tadi menatapnya dengan sinis.
"Wanita itu ?"
Ameera nampak memperhatikan wanita yang sangat mirip dengan wanita yang menggoda suaminya, meski belum pernah bertemu sebelumnya namun ia sering melihat di beranda sosial media milik pria itu.
Karena wanita bernama Cindy itu memang sangat suka mengupload foto-fotonya di sana, entah tujuannya untuk menyimpan kenangan atau justru ia gunakan untuk menggoda suami orang.
"Selamat malam pak Awan." ucap Cindy setelah mendekati meja Awan dan tentu saja itu membuat Ameera semakin terkejut, rupanya wanita itu ingin bermain-main dengannya