Violleta

Violleta
BAB 98



Ia pun duduk di kursi, dan ingin memegang tangan sang istri, namun dihempaskan oleh Vio.


Jeffry pun hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar, istrinya itu masih marah dengan dirinya, namun ia tidak putus asa untuk menjelaskan semuanya.


"Vi." Panggi Jeffry pada sang istri, namun istrinya itu masih tidak mau melihat kearahnya, dia malah melihat ke arah lain yaitu ke arah jendela besar yang ada di ruangan itu.


"Sayang mamah, papah, sama adik kamu, pulang dulu ya! Nanti kami kesini lagi." Ucap mamah Anggun kepada anak dan mantunya itu.


"Iya mah, makasih sudah mau menjenguk Vio."


"Kamu itu gak harus ngucapin terima kasih segala! Sudah kewajiban mamah jenguk kamu, kamu kan mantu mamah. Yaudah, kamu istirahat lah, dan untukmu Jef jaga istri kamu ini, jangan pernah lalai dalam menjaganya, apalagi Vio sedang mengandung anak kalian."


"Baik mah, Jeffry akan menjaga Vio, Jeffry gak akan ninggalin Vio."


"Bagus itu, kami pamit dulu." Ujar mamah Anggun, ia pun memeluk sang putra dan juga menantunya itu kalau beralih berpamitan kepada besannya.


"Assalamu'alaikum." Ucap mamah Anggun, berserta suami dan anaknya.


"Wa'alaikum salam." Jawab semua orang yang ada di dalam ruangan.


Setelah peninggalan keluarga Jeffry, kini tinggallah Jeffry, Vio dan kedua orang tua Vio.


"Mom, aku pergi keluar untuk mencari makan siang di sekitar rumah sakit, apakah kamu mau ikut?" Tanya tuan Abimanyu pada sang istri, sekaligus memberi kode pada sang istri, untuk mengikuti dirinya, karena tuan Abimanyu ingin anak dan menantunya itu punya waktu untuk berdua, sehingga menantunya itu bisa menyelesaikan masalah yang ada di rumah tangganya.


Untungnya nyonya Kayla pun paham dengan kode yang di berikan oleh sang suami, ia pun menurut dan ikut pergi untuk mencari makan siang.


"Baiklah. Oh ya nak, kamu ingin mommy belikan apa?" Tanya nyonya Kayla pada sang menantu, yakni Jeffry.


"Apa saja mom. Oh ya, dad. Apakah tidak sebaiknya, biar Jeffry saja membeli makan siang buat mommy dan Daddy?!"


Hal itu pun berhasil membuat nyonya Kayla tersipu malu.


"Kau ini, sudah tua masih saja menggombal." Ucap nyonya Kayla.


Dan semua orang pun tertawa melihat wajah tersipu malu nyonya Kayla.


"Yasudah, kalau begitu ayok! Oh ya, Vi kamu ingin makanan apa sayang, biar sekalian Daddy belikan, mungkin saja kamu ngidam sesuatu?" Tanya tuan Abimanyu pada sang anak.


"Untuk hari ini, aku tidak ingin sesuatu dad. Tapi apakah mommy juga harus ikut?"


"Oh tentu saja mommy mu harus ikut. Jika tidak, Daddy takut akan digoda oleh Tante-tante ganjen."


"Lagian ada suamimu yang menjagamu disini." Lanjutnya lagi.


"Baiklah kalau begitu dad."


"Oke, Daddy sama mommy pergi dulu sebentar. Jeffry jaga Vio dengan baik ya!"


"Iya dad."


"Yasudah, ayo mom." Ajak tuan Abimanyu pada sang istri.


Tuan Abimanyu dan nyonya Kayla pun pergi dari ruang inap Vio, kini tinggallah kedua pasangan suami istri yang berada di dalam ruangan.


Hening, tidak ada satu pun yang mau membuka suara, dua orang manusia itu hanya...