Violleta

Violleta
BAB 73



Setelah itu mereka pun makan siang bersama.


Saat ini mereka sedang beristirahat sambil duduk di sofa sehabis makan siang, dengan Vio yang bersandar di dada milik suaminya.


"Mas sahabat kamu tuh tunangannya nanti malam kan?"


"Iya memangnya kenapa?" Jawab Jeffry sekaligus bertanya, sambil mengusap rambut sang istri.


"Gak pa-pa, aku takut lupa aja. Oh ya, aku pikir yang tunangan itu sahabat kamu yang pernah ketemu waktu kita joging di taman loh."


"Ha ya gak lah sayang, orang yang kita temui itu rekan kerja aku, mereka itu namanya emang sama cuman beda letak huruf aja, lagian mana mungkin dia tunangan sementara dia sudah punya istri."


"Hehe, maaf mas. Lagian muka mereka tuh hampir mirip, mungkin karena mereka blasteran kali ya!"


"Iya, kamu juga blasteran kan?"


"Iya. Ko kamu tau, padahal aku gak pernah bilang tau." Ucap Vio sambil mendongkang ke arah Jeffry.


"Ya tau lah, orang kentara dari wajah Daddy kamu."


"Iya juga ya, ko aku jadi bodoh ya mas."


"Hus kamu gak boleh ngomong kaya gitu." Ujar Jeffry sambil menyentil hidung mancung Vio.


"Hehehe." Vio pun hanya membalas dengan kekehan, ia pun kembali menggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami dan menghirup aroma khas Jeffry, yang menenangkan.


Dan Jeffry pun membelai rambut Vio, dan sesekali mengecup pucuk kepala sang istri.


"Sayang aku boleh nanya sesuatu?"


"Apa." Jawab Vio masih dengan posisi nya.


"Jadi menurut mu bagaimana?" Lanjutnya lagi.


Hening tak ada jawaban dari sang istri, Jeffry pun memanggil sang istri tanpa menunduk ke arah sang istri yang kini masih dalam posisi semula, yaitu memeluk pinggangnya dan membenamkan wajahnya ke dada bidang miliknya.


"Sayang." Panggilnya lagi.


Dan masih tak ada jawaban, namun kali ini ia mendengar suara dengkuran halu yang pertanda bahwa seseorang sedang tidur, ia pun menundukkan kepalanya agar bisa melihat ke arah wajah Vio.


Dan benar saja setelah melihat dan sedikit mengangkat wajah Vio, ia melihat bahwa sang istri kini sedang tidur dalam dekapannya.


"Astaga ternyata kamu tidur, pantas dari tadi aku ngomong panjang lebar gak ada sahutan, ternyata lagi tidur toh." Ujar Jeffry sambil terkekeh gemas melihat sang istri.


Tak banyak tanya, ia pun mengangkat Vio dengan ala bridal style, dan membawanya ke ruangan istirahat pribadinya, yang ada di dalam ruang kerjanya.


Setelah sampai di ruangan tersebut, Jeffry pun langsung merebahkan tubuh sang istri dan menyelimuti nya sampai dada.


Setelah itu ia pun mencium kening sang istri dan setelahnya ia pun keluar dari tempat istirahatnya, untuk menuju meja kerjanya, dan mulai mengerjakan pekerjaannya kembali.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat sore.


Suara lenguhan halus terdengar dari bibir Vio.


"Enggg." Vio pun membuka matanya.


"Kamu sudah bangun sayang!"


Mendengar suara seseorang, ia pun menengok...