Violleta

Violleta
BAB 13



"Sebenarnya pasien sudah siuman dari setengah jam yang lalu. Tapi karena kondisinya masih lemah, saya tidak menyarankan dulu untuk di temui. Tapi karena beliau ingin bertemu dengan anda, baiklah saya ijinkan. Tapi saya harap anda tidak terlalu buat dia kelelahan."


"Baik dok, saya tidak akan membuat dia kelelahan."


"Ya, silahkan. Tapi tetap saya akan berada di sini untuk memantau nya."


"Tidak apa-apa dok. Terima kasih."


"Hmmm."


Setelah itu, Nares pun segera mendekat ke arah pasien yang terbaring lemah di atas hospital bad nya.


"Iya, ada apa tuan ingin bertemu dengan saya?" Tanya Nares setelah berada disisi pasien.


"Benarkah tadi yang saya dengar? Bahwasanya kamu adalah adik dari orang yang sudah menabrak saya?"


"Benar tuan. Apakah tuan ingin mengajukan sebuah laporan terhadap kakak saya kepada polisi? Jika ia saya bersedia membuat laporan tersebut. Anda tidak perlu khawatir saya adalah seorang pengacara."


Dahi Jefri mengkerut lantaran perkataan yang di lontarkan oleh Nares. Padahal ia tidak berniat untuk melaporkan nya. Hanya saja ada suatu hal yang ingin ia sampaikan.


Ia pasien tersebut adalah Jefri.


Dan lebih lagi yang membuat ia bingung adalah tadi apa yang dia bilang. Dia bilang ingin membantu nya untuk membuat laporan kepada polisi? Tapi kenapa? Bukankah dia adalah adik dari orang yang telah menabraknya? Lalu kenapa dia ingin membantunya? Dan malah ingin melawan saudaranya sendiri? Sungguh aneh bukan!.


"Ada apa tuan! Apakah ada perkataan saya yang salah?" Tanya Nares setelah melihat raut wajah yang kebingungan dari pasien tersebut.


"Tidak. Saya hanya bingung, kenapa kamu malah ingin membantu saya. Ketimbang membantu saudaramu sendiri!"


"Hmmm. Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai seorang pengacara tuan! Dan saya mempunyai prinsip bahwa saya akan membantu dan menolong orang yang benar, walaupun saya harus menentang keluarga saya sendiri. Jika salah satu dari keluarga saya berbuat sesuatu yang salah dalam melanggar hukum, maka dari itu saya tidak akan membantu mereka. Jika memang mereka salah dalam hal itu, termasuk yang dilakukan oleh kakak saya terhadap anda tuan." Jawab Nares dengan bijak.


"Terima kasih tuan." Jawab Nares.


"Tapi yang ingin saya sampaikan kepada anda bukan itu. Melainkan ada hal yang lain."


"Jika anda tidak ingin membuat laporan terhadap kakak saya! Lalu apa yang ingin anda sampaikan dan apa yang ingin saya bantu?"


"Sebelum saya sampaikan apa yang ingin saya sampaikan terhadap anda. Bolehkah saya bertanya? Siapa nama kakakmu?"


"Nama kakak saya Jeffry tuan. Lebih tepatnya Jeffry Leonard Syaputra."


"Jeffry Leonard Syaputra." gumam Jefri yang masih didengar oleh Nares.


"Benar tuan. Apa tuan mengenali kakak saya?"


"Tentu saja, bukankah kakak mu itu adalah seorang pengusaha muda yang sukses!"


"Benar tuan."


Belum sempat Jefri berbicara, tiba-tiba kepalanya mengalami sakit yang luar biasa.


"Akhhhh." Keluh Jefri sambil memegangi kepalanya yang sakit.


"Tuan apa anda tidak apa-apa?" Tanya Nares.


"Tidak apa-apa. Hanya saja kepala ku sakit."


"Tuan lebih baik anda segera melakukan operasi." Timpal dokter.