
Vio pun disuruh untuk berbaring di atas hospital bad yang ada di ruangan itu. Sementara Jeffry ia hanya berdiri di samping Vio sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh dokter itu.
"Maaf ya nyonya, saya buka bajunya sedikit." Ucap dokter itu, seraya mengangkat bahu Vio ke atas, sehingga memperlihatkan perut Vio yang putih mulus.
Dan hal itupun berhasil membuat Jeffry menelan ludahnya dengan susah, bagaimana pun ia pria yang normal, yang sudah lama tidak mendapatkan haknya sebagai suami, lantaran sang istri masih marah padanya, dan iapun takut jika melakukan hal itu akan menyakiti calon bayinya.
Jadi dia berusaha payah untuk melihat hasratnya, melihat perut Vio saja sudah membangkitkan hasrat nya, apalagi jika Vio bertelanjang bulat di depan matanya, mungkin ia akan menerkam sang istri.
Dan untung saja, semua orang yang ada di ruangan tersebut adalah perempuan, kecuali dirinya seorang yang pria.
Jika saja perawat atau dokter itu seorang pria, mungkin ia tidak jadi memeriksa kandungan sang istri, lantaran ia tidak akan membiarkan perut istrinya itu dilihat oleh orang lain, meskipun dokter sekaligus, hanya dia yang boleh melihatnya.
Mungkin itulah yang ada di pikiran Jeffry saat ini. Kembali kepada dokter, dokter itu pun menyuruh perawat tadi untuk menuangkan berupa gel ke arah perut Vio.
Dan ia pun memeriksa Vio dengan menggunakan alat untuk melihat sang cabang bayi yang ada di dalam perut Vio.
Dokter itu pun memutar alatnya ke perut Vio, agar ia bisa melihat dimana letak jabang bayinya.
"Tuan dan nyonya lihatlah, titik yang berwarna putih itu adalah jabang bayi kalian yang ada di rahim nyonya." Ucapnya, seraya menunjukkan sebuah gambar titik yang ada di layar itu.
Jeffry dan Vio pun melihat ke arah layar yang di tunjukkan oleh sang dokter tadi.
"Itu anak saya dok?" Tanya Jeffry pada dokter, setelah melihat layar tadi.
"Kenapa kecil sekali? Seperti biji kacang hijau." Gumam Jeffry, namun masih bisa di dengar oleh dokter dan juga Vio.
Dokter itu pun hanya tersenyum, sementara Vio ia hanya bisa melihat ke arah layar, yang menampilkan sebuah gambar berwarna hitam putih yang ada titik, yang dimana titik itu adalah calon anaknya.
Ia pun melihat dengan mata yang berkaca-kaca, ia tidak menyangka, bahwa kini di dalam rahimnya telah tumbuh calon buah hatinya.
"Baiklah pemeriksaan sudah selesai." Ujar dokter, seraya membersihkan sisa gel yang ada di perut Vio dan ia pun kembali menurunkan baju Vio.
Setelah dokter selesai membersihkan gel yang ada di perut Vio, dan menyuruh perawat membersihkan alat-alat tadi yang di gunakan.
Tanpa sadar Jeffry langsung memeluk sang istri di saat Vio sedang duduk dan ingin turun dari hospital bad nya.
Vio pun terkejut lantaran sang suami yang tiba-tiba memeluknya, ia pun hanya diam tanpa menolak atau membalas pelukan sang suami, sementara dokter dan perawat pun hanya bisa tersenyum menyaksikan keromantisan keduanya.
"Sayang terima kasih karena sudah mau mengandung anakku." Ucapnya sambil sedikit terisak.
"Kamu tadi lihat kan, calon anak kita! Besarnya hanya sebiji kacang hijau." Ucapnya lagi, setelah melepaskan pelukannya, dan memegang wajah Vio dengan kedua tangannya.
***
Selamat membaca💕