Violleta

Violleta
BAB 80



Ingin sekali ia menyentuh dua buah kenyal milik sang istri, namun Vio melarangnya.


Mau tak mau Jeffry pun menurut.


Sementara Vio, terus saja menghujani Jeffry dengan ciuman. Mulai dari bibir, turun ke leher sang suami sehingga meninggalkan beberapa kissmark.


Lalu tangannya tak pernah diam, ia terus saja mengelus dada bidang sang suami, sampai ia mencubit p***k kecil yang ada di d***a sang suami, sehingga membuat Jeffry mengeluarkan suara d***nya.


Setelah cukup lama memborbardir sang suami, bahkan membangunkan milik suaminya itu, Vio tiba-tiba menjatuhkan kepalanya di dada bidang Jeffry.


Namun masih dengan posisi semula, yaitu berada di atas tubuh Jeffry, hanya kaki nya saja yang ia luruskan.


Sehingga posisi Vio saat ini ialah menindih sang suami, namun jari tangannya masih aktif membuat pola di dada bidang Jeffry.


"Kenapa berhenti hm?!" Tanyanya, seraya merapihkan rambut Vio kebelakang yang menutupi sedikit wajah Vio.


"Gak pa-pa. Hanya saja, aku udah malas." Jawab Vio, masih membuat pola di dada bidang Jeffry, dengan jari telunjuk nya.


Dan jawaban dari Vio, membuat Jeffry tercengang, pasalnya dari awal sang istri lah yang menggodanya dengan agresif.


Dan sekarang, di tengah-tengah hasratnya yang sudah naik, Vio malah mengehentikan aksinya.


"Yasudah kalau begitu aku saja yang melanjutkannya." Ucapnya.


Dan tanpa banyak tanya, Jeffry langsung membalikkan tubuh Vio, sehingga kini posisi sang istri di bawah Kungkungan nya.


Dan ia pun langsung mencium bibir Vio.


"Mas jangan lupa berdo'a dulu." Ujar Vio, setelah melepaskan ciumannya.


Dan Jeffry pun langsung membaca do'a ketika ingin melakukan hubungan suami istri, dan tak lupa ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.


Setelah itu ia melancarkan aksinya, dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


Satu jam berlalu, kini mereka sedang berbaring setelah aktivitas panas yang mereka lakukan.


"Sayang aku harap disini sudah ada Jeffry junior." Ucapnya seraya mengelus perut sang istri yang masih rata.


"Oh ya, sayang gimana kita besok ke rumah sakit! Untuk mengecek apakah disini sudah ada Jeffry junior apa belum, tapi aku rasa kalau diperut kamu sudah ada baby nya sayang." Ucapnya lagi, masih dengan mengelus perut sang istri, dan sesekali ia mengecup punggung polos sang istri.


Tak ada jawaban, Jeffry pun melihat ke arah Vio. Kerena kebetulan posisi mereka saat ini ialah, Vio tidur membelakangi Jeffry dengan berbantalkan lengan sang suami.


Sementara Jeffry memeluknya dari belakang, seraya mengusap perut Vio.


"Astaga ternyata dia sudah tidur, pantas aku ajak bicara gak nyaut. Pasti kamu lelah, setelah aktivitas yang tadi kita lakukan." Kekeh Jeffry sambil mencium pipi Vio.


Jeffry pun memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur. Sebelum itu, ia membenarkan posisi tidur sang istri, dengan meletakkan kepalanya yang tadi berbantalkan lengannya ke bantal, dan membenarkan selimut yang agak sedikit melorot.


Setelah itu ia memakai celana tidurnya kembali, dan bertelanjang dada.


Ia pun pergi ke walk in closet, dan membuka brankas yang kebetulan di taruh di lemari pakaiannya.


Ia pun membuka brankas untuk mengambil sesuatu, yaitu sebuah kotak sedang yang berwarna merah, yang didalamnya berisi kalung berlian.


Ia pun membuka kotak itu...