
Sedangkan Jeffry, sudah sibuk dengan handphone nya untuk melihat tutorial cara memasak ala chef di aplikasi Yo***be.
Dengan bahan yang sudah tertata rapi di depannya.
Sedangkan Vio, setelah meletakkan belanjaannya, ia pun pergi ke kamarnya untuk istirahat sebentar, entah kenapa hari ini ia begitu lelah, padahal hanya pergi ke swalayan.
Sementara Vio sedang beristirahat di kamarnya, lain lagi dengan sang suami, Jeffry.
Yang tengah asik bergelut dengan bahan masakan yang ia masak, sesekali ia melihat ke arah video yang menampilkan cara memanggang stik yang benar, dan juga hal lainnya.
Hal itu pun sudah membuat dirinya pusing, sehingga sesekali ia akan memijit pelipisnya, untuk mengurangi rasa pusing yang mendera.
"Huh, benar-benar menyebalkan. Baru kali ini gua harus turun langsung ke dapur, biasanya gua yang di masakin, untung sayang dan cinta, coba kalau tidak, mana mau gua bergelut dengan barang-barang dapur ini. Dan lagi, untung gua punya IQ yang lumayan, jadi gua gak bodoh-bodoh banget, liat tutorial cara masak ala chef profesional, heheh." Monolog Jeffry, yang kini sedang memanggang daging sapi dan juga ikan salmon.
Setelah beberapa jam berkutik dengan masakan, akhirnya masakan pertama Jeffry sudah jadi, dengan hasil yang cukup bagus sama seperti masakan restoran bintang lima.
Namun untuk soal rasa? Ia pun tidak begitu percaya diri, lantaran ia tidak mencicipi masakan terlebih dahulu, karena sang istri sudah memberi peringatan, bahwasanya ia tidak boleh mencicipi masakannya sebelum di hidangkan dan sebelum sang istri mencicipi nya terlebih dahulu.
"Huh akhirnya selesai juga, dan hasilnya pun gak kalah keren dari restoran bintang lima, tapi untuk rasanya, entahlah." Ucap Jeffry, sambil terkekeh sendiri.
Tak lama kemudian, ia pun melangkah menuju ke kamarnya, untuk membangunkan sang istri yang saat itu tengah tidur siang.
"Sayang. Bangun yuk, masakannya sudah siap, nanti keburu dingin." Bisik Jeffry di telinga Vio, sambil menggoyangkan sedikit lengan Vio, agar istrinya itu cepat bangun.
Dan hal itupun berhasil membangunkan Vio dari tidurnya.
"Emmm." Gumam Vio, seraya membuka matanya.
"Mas." Ucap Vio dengan suara khas orang bangun tidur.
"Akhirnya kamu bangun juga, yuk kita turun kebawah, katanya kamu ingin makan masakan yang aku masak."
Mereka pun akhirnya keluar dari kamar dan menuju ke arah ruang makan, yang kebetulan letaknya dekat dengan dapur.
Setelah sampai di meja makan, Jeffry pun langsung menarik kursi, untuk di tempati Vio.
"Makasih mas." Ujar Vio, setelah duduk di kursi.
"Sama-sama sayang." Jeffry pun turut duduk di sebelah sang istri.
"Wow, kelihatannya enak." Ucap Vio, setelah melihat hasil masakan dari sang suami, yang tadi di bawa oleh BI Ijah dari dapur.
"Semoga saja enak sayang, aku masih gak yakin makanan yang aku masak rasanya enak."
"Gak boleh ngomong gitu dong mas, aku yakin pasti rasanya enak."
"Emm, semoga saja."
"Kamu mau makan yang mana dulu sayang?! ikan salmon, atau steak daging?" Tanyanya.
"em, kayanya steak dulu deh mas."
"Oh yaudah, mas potongin dulu ya!"
"Ih gak perlu mas, biar aku aja."
"Gak pa-pa sayang." Jeffry pun memotong stik itu dengan bentuk dadu.
Setelah...