Violleta

Violleta
BAB 96



Sesekali ia membenarkan rambutnya yang tertiup angin.


Disaat ia sedang melamun, tiba-tiba ada yang memanggil namanya.Namun pada saat Vio berbalik ingin melihat siapa orang yang memanggilnya, orang itu malah berbalik membelakangi nya.


"Vi." Ucap orang itu.


"Siapa kamu? Kenapa suara kamu tidak asing bagi ku."


"Aku Jefri." Jawab Jefri.


"Hah Jefri, Jefri..."


"Ya, aku Jefri kekasihmu. Namun itu dulu, sekarang dunia kita sudah beda, dan kamu pun sudah mempunyai keluarga kecil. Jadi kenapa kamu berada disini, kenapa tidak bertemu dengan suamimu? Keluarga mu dan suamimu pasti sedang menunggumu, jadi bangun lah."


"Tidak. Aku tidak mau kembali kepada dia, dia sudah berbohong padaku, seharusnya kamu yang menjadi suamiku bukannya dia."


"Dia tidak salah, aku lah yang meminta dia untuk menggantikan diriku."


"Tapi kenapa?"


"Alam dan dunia kita sudah berbeda Vi, aku menyuruhnya untuk menggantikan diriku, agar kamu tidak kesepian seperti sebelumnya, aku yakin kamu bahagia kan bersama dengannya."


"Aku bahagia, karena aku pikir dia itu kamu. Jika aku tau dari awal, aku tidak yakin aku akan bahagia."


"Maaf, karena sudah menempatkan kamu diposisi ini. Aku berfikir, jika aku tiada siapa yang akan membahagiakan kamu, dan kamu pasti sedih jika tau kalau aku sudah tiada di dunia ini, jadi sebab itulah aku meminta dia untuk menjagamu dan menggantikan aku, aku tau dia orang baik."


"Tapi aku tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu."


"Vi, cobalah untuk melupakanku. Dan mulailah menerima dia, apalagi saat ini sudah ada buah hati kalian."


"Maksudmu?"


"Apakah kamu belum tau, di dalam perutmu ada anak kalian, buah cinta kamu dan Jeffry Leonard Syahputra? Jadi sebab itu bangunlah, kasihan dia. Dia baru saja datang ke dunia ini, masa kamu ingin membawanya kembali, dan tidak membiarkan dia mengenali dunia kalian."


"Jadi benar aku sedang mengandung?" Tanyanya pada diri sendiri, seraya mengusap perutnya.


"Tunggu, kenapa kamu tidak mau memperlihatkan wajahmu padaku?"


"Nanti juga kamu akan tau wajahku."


"Tapi ka..." Belum sempat melanjutkan perkataannya tiba-tiba, Jefri hilang entah kemana.


Dan tepat pada saat itu pula, Vio menggerakkan jari telunjuknya dan perlahan mulai mengerjapkan matanya.


Hal itu pun di saksikan oleh sang suami, Jeffry. Ia pun langsung memencet tombol berwarna merah di dekat hospital bad nya.


Dan pada saat itu pula, dokter dan beberapa perawat masuk ke dalam ruang ICU.


"Maaf pak, bisa tolong tunggu diluar sebentar! Dokter perlu memeriksa keadaan pasien." Ucap salah satu suster.


"Baik sus."


Jeffry pun ke luar dari ruang ICU.


"Kenapa kamu berada di luar, bagaimana keadaan Vio? Dia baik-baik saja kan?" Tanya nyonya Kayla.


Ternyata nyonya Kayla dan tuan Abimanyu sudah berada di depan ruangan, pada saat Jeffry keluar dari ruang ICU.


"Aku tidak tau keadaannya, tapi dokter sedang memeriksanya. Mommy tidak perlu khawatir, aku yakin keadaan Vio baik-baik saja, dan aku yakin dia sebentar lagi akan siuman. Karena barusan tadi aku melihat ia menggerakkan jari telunjuknya."


"Syukurlah."


"Mommy dan Daddy, sebaiknya duduk dulu saja."


nyonya kayak dan tuan Abimanyu pun duduk di kursi yang berada di depan ruang ICU.


Pada saat mereka...