
Dan di balas oleh Vio.
Mereka pun berbincang bersama, hingga waktu menunjukkan pukul 21:00 wib. Barulah mereka menghentikan pembicaraan mereka.
"Sayang kamu belum minum obat! Minum obat dulu ya, habis itu tidur." Ucap Jeffry yang sudah berada di samping sang istri, yang sedang berbicara dengan rose, Veronica, dan juga Sierra.
"Iya." Jawab Vio, ia pun meminum obat yang di berikan oleh Jeffry, setelah itu ia kembali berbaring di atas hospital bad nya.
"Yasudah kalau begitu kami pulang dulu, lagian ini sudah malam, dan Vio juga harus beristirahat." Ucap Tio.
Mereka pun setuju apa yang di ucapkan Tio, mereka pun berpamitan kepada Vio dan Jeffry.
"Yasudah kalau begitu kami pamit pulang dulu, nanti kalau ada waktu kami pasti datang untuk menjenguk Vio lagi." Ujar zio.
"Cepat sembuh ya Vi, biar bisa hadirin pesta pernikahan ku dengan Jhony." Ucap Sierra pada Vio.
"Insha Allah." Jawab Vio.
"Yasudah kalau begitu kami pamit pulang ya, dadah, assalamu'alaikum." Ucap mereka.
"Wa'alaikum salam." Jawab Vio dan Jeffry.
"Ka gua juga pulang dulu ya!" Ujar Nares berpamitan kepada kakak dan kakak iparnya itu.
"Iya, hati-hati"
"Baik, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Setelah peninggalan mereka, ruangan pun menjadi sepi. Hanya ada keheningan yang mendominasi.
Setelah melihat Vio sudah memejamkan matanya, ia pun membenarkan selimut yang dipakai oleh Vio, setelah itu ia duduk di sofa sambil melihat email yang masuk di laptop nya, yang di kirimkan oleh sang asisten.
Hari pun semakin larut, kini waktu sudah menunjukkan pukul jam setengah dua belas malam, barulah Jeffry menghentikan pekerjaannya, nanti ia akan melanjutkannya lagi pada esok hari.
Setelah menutup laptop dan menaruhnya di tas, Jeffry pun berbaring di sofa. Keran ia sudah mengantuk, tak butuh waktu lama ia pun memejamkan matanya dan terdengar dengkuran halus dari bibirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu Minggu berlalu.
Sudah dua Minggu Vio dirawat di rumah sakit, akhirnya ia pun di perbolehkan pulang oleh dokter, karena kondisinya sudah jauh membaik.
Pagi ini, Jeffry tengah bersiap-siap di depan cermin. Saat ini ia tengah menyisir rambutnya agar lebih rapi.
Pagi ini ia memakai pakaian cesual, baju kaos putih dipadupadankan dengan jaket denim hitam, ditambah celana jeans berwarna hitam, dan juga sepatu sneaker berwarna putih, jangan lupa jam tangan yang harganya cukup mahal.
Setelah selesai dengan penampilan nya, Jeffry pun keluar dari kamarnya dan menuju garasi mobil. Setelah itu ia pun masuk kedalam mobilnya, kali ini ia memakai mobil merek Ferrari berwarna merah.
Setelah itu ia pun melakukan mobilnya, pagi ini ia hendak pergi ke mansion keluarga Abimanyu untuk menjemput sang istri untuk memeriksa kandungan sang istri.
Jika kalian bertanya, kenapa Vio tinggal di mansion keluarganya, sedangkan Jeffry tinggal di rumahnya?
Jawabnya ia lah, ya. Vio memang tinggal di mansion keluarganya, tapi itu hanya sementara.
Dua hari yang lalu, tepatnya pada saat Vio diijinkan untuk pulang dari rumah sakit. Ia berkeinginan untuk tinggal sementara di mansion nya.
Awalnya Jeffry tidak setuju dengan keputusan...