Violleta

Violleta
BAB 38



Dia tidak bahagia, bahkan tidak terima. Dia berfikir hanya dia lah yang pantas untuk bersanding di sisi putra tunggal keluarga Abimanyu itu.


Bukan wanita lain, bahkan menurut dia nyonya Kayla tidak pantas untuk bersanding dengan Abimanyu. Dikarenakan dia berasal dari keluarga miskin bahkan dari desa.


Jadi karena itulah, sampai sekarang ia tidak suka dengan nyonya Kayla karena menurutnya Nyonya Kayla sudah mengambil apa yang seharusnya menjadi milik nya.


Bahkan kebencian itupun di turunkan kepada sang anak Dona, yang merasa bahwa Vio sudah mengambil apa yang ia miliki.


Bahkan ia menyalakan Vio, jika bukan karena ibunya maka pasti sang mommy lah yang akan menjadi istri dari tuan Abimanyu dan otomatis ia yang akan menjadi anaknya. Bukan menjadi anak dari ayah yang hanya bekerja di salah satu perusahaan salah satu staf yang tidak begitu tinggi di perusahaannya, dan itu pun di perusahaan anak cabang milik keluarga Abimanyu.


Flashback off.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di lain tempat, tepatnya di sebuah perusahaan yang cukup megah nan menjulang tinggi.


Kini Vio sudah berada di perusahaan milik suaminya, yakni " Syahputra company ".


Hari ini ia sedang mengantarkan makan siang untuk Jeffry.


"Permisi." Sapa nya, setelah berada di depan resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya salah satu resepsionis yang bernama Sindi.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Jeffry." Jawab Vio.


"Maaf ada keperluan apa anda dengan tuan Jeffry! Apakah anda salah satu klien tuan Jeffry."


"Bukan, saya bukan klien tuan Jeffry. Tapi saya istrinya."


"Apa." Kagetnya.


"Kenapa? Apakah ada yang salah!" Tanyanya.


"A-ah, tidak nona. Kalau begitu saya hubungi sekertaris tuan Jeffry dulu, apakah saat ini tuan ada di ruangan nya atau berada di ruang rapat." Gugup resepsionis itu.


Vio pun menunggu karyawan resepsionis itu untuk menghubungi sekretaris suaminya. Ia duduk di salah satu sofa yang berada di sisi lobby perusahaan.


Tak lama, resepsionis itu mendekati Vio.


"Nyonya mari saya antar ke ruangan tuan, dan mohon maafkan saya. Saya tadi telah lancang menyuruh Anda untuk menunggu, saya benar-benar tidak tau kalau nyonya adalah istri dari tuan Jeffry."


"Tidak apa-apa, mungkin waktu itu kamu tidak datang ke pesta pernikahan saya."


"Benar nyonya waktu itu saya berhalangan hadir, sekali lagi mohon maafkan saya."


"Kamu tidak perlu minta maaf, yasudah mari antar saya keruangan tuan."


"Terima kasih nyonya, silahkan."


Resepsionis itupun mengantarkan Vio hanya Samapi lift. Setelah lift itu sampai di lantai yang dimana ruangan Jeffry berada, resepsionis itupun mengundurkan diri untuk kembali ke ruangannya.


"Sudah sampai nyonya, maaf saya hanya bisa mengantar anda sampai di sini saja. Dan di situ ruangan tuan anda tinggal masuk saja."


"Baik terima kasih."


"Sama-sama nyonya, kalau begitu saya permisi." Ucap resepsionis itu, sambil membukukan badannya sedikit.


Dan Vio pun hanya menjawabnya dengan anggukan, dan tersenyum.


Setelah itu, dia pun menuju ke ruangan suaminya. Sebelum masuk kedalam ruangan, Vio bertemu dengan sekretaris Jeffry.


"Selamat datang nyonya." Ucap Siska, sekertaris Jeffry. Sambil membungkukkan badannya sedikit.


"Iya, tuan Jeffry nya ada?"


"Ada di dalam ruangannya nyonya, kebetulan anda sudah di tunggu oleh beliau." Ucap nya lagi.


"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu." Ujar Vio.