Violleta

Violleta
BAB 42



Jeffry pun melirik ke arah istrinya, lalu ia berkata. "Baiklah mom, kami akan menginap disini."


"Bagus, mommy akan perintahkan pelayan untuk membersihkan kamar kamu yang berada di atas ya sayang." Ucap mommy Kayla pada Vio.


Mommy Kayla pun menyuruh pelayan untuk segera membersihkan kamar yang dulu Vio tempati sebelum kecelakaan yang menimpanya.


Hari semakin malam, terpaksa keluarga tuan putra beserta keluarga dari kakek Firman harus berpisah dengan keluarga tuan Abimanyu.


Dan hanya menyisakan Vio, Jeffry, dan juga Dona beserta sang mommy. Yang meminta untuk menginap di mansion ini, dengan alasan mereka berdua merindukan suasana mansion.


Sebenarnya tuan Banyu tidak setuju, Dona dan mommy nya untuk menginap. Lantaran ia masih ingat tentang kejadian di masa lalu, bahwa sang istri akan di lenyapkan oleh Sarah, mommy nya Dona.


Namun sang istri bersikeras untuk mengizinkan mereka menginap.


Hari pun semakin gelap, langit mulai menghitam, hanya ada sinar bulan yang menerangi bumi.


Dan waktu sudah menunjukkan pukul 11:30 wib. Dan semua orang di kediaman keluarga Abimanyu sudah memasuki kamarnya masing-masing untuk menyelami mimpi.


Lain hanya dengan Jeffry, ia masih betah berdiam diri di balkon lantai 3, dimana kamar Vio berada.


Ditengah-tengah lamunannya, tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya dari arah belakang.


Ia pun membalikkan badannya, alangkah terkejutnya ia, lantaran yang memeluknya bukan lah sang istri melainkan orang lain.


"Dona apa yang lu lakukan." Ucap Jeffry dengan nada dingin sekaligus geramnya.


"Kenapa? Aku rindu sama kamu Jef."


"Heh. Apa? Rindu? Gak salah dengar gua?..."


Baru satu langkah ia melangkahkan kakinya, Dona sudah memegang tangannya.


"Tunggu kamu mau kemana! Ada satu hal yang ingin aku bicarakan sama kamu." Ucapnya.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Dona, Jeffry justru melepaskan tangan Dona yang melingkar di tangannya dengan kasar.


"Jef kenapa kamu sekasar ini sama aku!" Ucapnya dengan nada di buat sedih.


"Gua gak akan kasar, kalau lu gak pegang-pegang gua." Jawabnya dengan nada dingin.


"Jef kamu berubah." Lirih Dona.


"Berubah? Siapa yang berubah! Gua?!" Tanyanya sambil menunjuk diri sendiri.


"Hahaha, Dona, Dona. Gua pikir lu tau gua, ternyata lu gak tau sepenuhnya tentang gua. Satu tahun lu memiliki hubungan sama gua, tapi lu masih gak tau gua!" Tanya Jeffry, sambil senyum semirik nya.


"Kamu beda Jef! Dulu kamu tidak pernah bersikap sedingin ini terhadap ku, tapi kenapa sekarang berbeda." Ucap Dona dengan derai air mata palsunya.


"Heh. Aku tidak berubah, aku sama seperti Jeffry yang dulu, yang akan bersikap dingin terhadap orang yang cuman ingin memanfaatkan saja..."


"Dan aku akan bersikap hangat terhadap orang-orang yang tulus terhadap ku, serta terhadap orang yang aku sayangi dan cintai." Ucap Jeffry.


"Apa kamu sudah tidak mencintai ku Jef!" Tanya Dona.


"Cinta! Kepadamu?" Ujar Jeffry.


"Heh, jangan harap kamu bisa mendapatkan cinta dariku. Karena aku tidak pernah memberikan cintaku kepada orang seperti mu, ya mungkin aku dulu bodoh karena membiarkan dirimu di sampingku dan memberikan sedikit rasa cinta...