
Setelah pintu lift terbuka, Vio pun langsung menuju keruangan sang suami.
Tak banyak orang di sana, kerena memang waktu menunjukkan jam istirahat, dan semua orang sedang mencari makan siang, termasuk sang sekretaris suaminya, biasanya ia berada di meja kerjanya namun kali ini tidak ada, mungkin ia pergi untuk makan siang.
Setelah berada di depan pintu sang suami, Vio pun langsung mengetuk pintu.
Tok, tok, tok.
"Masuk."
Setelah diberi ijin masuk, ia pun membuka pintu dan masuk kedalam.
Di dalam ternyata bukan hanya Jeffry saja, rupanya sang asisten pun ada di sana.
"Mas." Ucap Vio, setelah masuk kedalam ruangan sang suami.
"Loh sayang kamu ada disini, ada apa hm!"
"Tidak ada, aku hanya mengantarkan makan siang untukmu, kamu belum makan kan?" Tanyanya.
"Kebetulan sekali, aku belum makan, tadinya sih aku mau makan siang bareng Roy, eh rupanya kamu kesini bawa makanan, yasudah gak jadi deh, aku makannya bareng kamu aja."
"Maaf menyela, Kalau begitu saya pamit keluar dulu tuan, nyonya."
"Iya, cepatlah keluar." Jawab Jeffry.
"Mas ko gitu."
"Hehehe, habisnya aku pengen cepat makan sama kamu dan aku gak mau ada yang menggangu kita."
"Kamu ini. Oh ya, ka Roy ini aku ada sedikit brownies buatan ku, buat ka Roy dimakan ya."
Vio pun memberikan brownies yang ia bawa tadi, sebenarnya ia sudah memisahkan brownies untuk suaminya dan juga untuk sang asisten suaminya.
"Tidak perlu Nyonya, itu pasti untuk tuan."
"Tidak apa-apa ambil saja, untuk mas Jeffry ada ko, jadi kakak gak perlu khawatir."
"Sama-sama." Jawab Vio.
"Sekali lagi terima kasih, kalau begitu saya permisi."
"Iya." Jawab Vio dan Jeffry.
Setelah Roy keluar dari ruangan Jeffry, Vio pun berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu.
Dan ia meletakkan makanan yang ia bawa ke atas meja.
Jeffry pun menyusul sang istri duduk di sofa, dan ia pun duduk di samping sang istri.
"Kamu masak apa sayang?" Tanya Jeffry.
"Makanan kesukaan kamu mas."
"Oh ya!"
"Heh, kalau gak percaya buka saja."
"Maaf sayang bukannya aku gak percaya sama kamu, aku hanya gak nyangka aja kamu mau bawain dan masakin makanan kesukaan aku."
"Mas aku ini istri kamu, jadi ini sudah menjadi tugas aku masakin dan bawain makanan kesukaan kamu."
"Hehehe iya maaf. Yaudah yuk kita makan, mas udah lapar banget nih."
"Iya mas."
Vio pun membawa rantang yang ia bawa, dan mengambil piring beserta sendok dan garpu, di pantry, kebetulan di ruangan itu juga terdapat pantry, jadi sewaktu-waktu ia membutuhkan atau menginginkan seseorang tinggal mengambil atau memasak di sana.
Setelah mengambil piring beserta sendok dan garpu, ia kembali ke sofa dan meletakan nya di atas meja, sementara Jeffry ia mengambil air mineral di dalam kulkas, di sana juga bukan hanya ada pantry, tapi juga kulkas yang menyimpan air mineral dan minuman lainnya berupa jus kesukaan Jeffry.
Setelah itu Vio pun langsung mengambilkan nasi beserta lauk pauknya kedalam piring Jeffry, setelah mengambilkan sang suami makanan ia pun mengambil untuk dirinya sendiri.
Setelah itu mereka...