
"Iya, tapi mungkin nanti gua anterin nya, nanti malam. Soalnya gua masih ada pekerjaan di kantor gua." Ujar Nares, ya. Sebenarnya Nares memiliki kantor sendiri, untuk menangani beberapa klien nya.
"Ya udah, gua tutup teleponnya." Setelah mengucapkan itu, Jeffry pun menutup teleponnya.
Dan bertepatan dengan Jeffry menutup teleponnya, pintu ruangan dibuka, dan mendapatkan kedua mertuanya, dengan nyonya Kayla yang menentang beberapa bungkus makanan, sementara tuan Abimanyu membawa beberapa air mineral.
"Mom, dad, kalian sudah datang. Maafkan aku, harusnya aku yang membeli makan siang untuk kalian, bukannya kalian yang membeli."
"Sudahlah tidak pa-pa, itung-itung kami olahraga, benarkan mom?" Tanya tuan Abimanyu pada sang istri.
"Yang dikatakan Daddy mu benar, tidak pa-pa. Oh ya, ini makanan kamu, dan ini cake kesukaan Vio, nanti mommy akan kasih, jika dia sudah bangun." Ucap nyonya Kayla, seraya memberikan satu kantong yang berisi makanan ke Jeffry dan menaruh kantong yang berisi cake dan beberapa buah-buahan di atas nakas.
"Terima kasih mom. Tapi, mommy dan Daddy tidak makan?"
"Kami sudah makan diluar tadi." Jawab nyonya Kayla.
"Oh begitu, kalau begitu Jeffry makan dulu ya!"
"Iya."
Kedua orang tua Vio pun duduk di sofa yang berada di hadapan hospital bad, sementara Jeffry duduk di sofa pojok.
Hari pun menjelang sore, tepat pukul 17:00 wib. Tuan Abimanyu dan nyonya Kayla berpamitan untuk pulang ke mansion, dan akan kembali besok harinya.
"Sayang mommy sama Daddy pulang dulu, nanti besok kami akan kesini lagi." Ucap nyonya Kayla pada sang anak.
"Tapi mom..."
"Sayang kamu disini kan ada suamimu yang menjaga kamu, jadi gak perlu khawatir, Daddy sama mommy, besok akan kesini lagi kok." Sela tuan Abimanyu.
"Baiklah."
"Yasudah, Daddy dan mommy pergi dulu. Jeffry jaga Vio dengan baik ya!"
"Yasudah kalau begitu, kami pamit. Assalamu'alaikum." Ucapnya, setelah mencium kening sang anak dan berpamitan kepada menantunya.
"Wa'alaikum salam." Jawab Vio dan Jeffry.
Setelah kedua orang tua Vio pergi, kini tinggallah Jeffry dan Vio yang berada di ruangan.
Ingin sekali Jeffry duduk di kursi yang ada di sebelah hospital bad, namun ia tidak mau istrinya itu terganggu lantaran dia masih belum ingin diganggu atau di ajak bicara olehnya.
Ia pun terpaksa duduk di sofa yang tadi sempat di duduki oleh mertuanya, sambil memainkan handphone nya, dan sesekali matanya itu melirik ke arah sang istri yang tengah berbaring di atas hospital bad nya.
"Apa kamu butuh sesuatu?" Tanyanya, setelah melihat sang istri yang mencoba untuk duduk.
Dan ia pun langsung sigap menghampiri istrinya itu.
"Aku bisa sendiri." Ujar Vio, yang melihat suaminya itu hendak membantunya untuk duduk.
Jeffry pun hanya menghela nafas melihat keras kepala istrinya itu.
Setelah berhasil duduk, Vio pun mencoba turun dari hospital bad nya. Namun baru juga menurunkan satu kakinya, ia malah ingin jatuh, untung saja Jeffry sigap membantu.
"Kau mau kemana?" Tanya Jeffry seraya memegang bahu Vio.
"Aku ingin ke kamar mandi, lepas." Dingin Vio.
"Aku akan membantu mu."
"Aku bisa sendiri."
"Vi, aku mohon sama kamu. Plis! Jangan keras kepala, biarkan aku membantumu...