
"Morning." Balas Jeffry.
Cup!
Satu kecupan berhasil di mendarat di bibir sang istri dengan cepat.
"Ih mas!" Rengek Vio.
"Kenapa?" Tanya Jeffry, dengan wajah yang seakan ia tak tahu.
"Udah lah, aku mau mandi."
Baru saja Vio ingin menurunkan kakinya ke lantai, tapi ia merintih kesakitan di area intimnya.
"Aww." Keluhnya.
"Sayang kenapa?" Tanya Jeffry, sambil turun dari ranjangnya dan melangkah ke depan Vio.
"Sakit." Ucap Vio, dengan suara pelan.
"Oh astaga maafkan aku sayang, lain kali aku akan melakukannya dengan pelan. Sekarang aku akan menggendong mu ke kamar mandi."
Jeffry pun langsung menggendong sang istri, Vio. Dan Vio pun hanya pasrah saat berada di gendongan suaminya itu, awalnya ia tidak ingin di antar apalagi di gendongan, dikarenakan malu, namun apalah daya jika sang suami sudah berkehendak.
Ia pun hanya menyembunyikan wajahnya di dada Jeffry sambil memegang erat selimut yang ia gunakan untuk menutupi tubuh polosnya.
Setelah berada di dalam kamar mandi, Jeffry pun mendudukkan Vio di atas kloset. Dan iapun langsung menyalakan air hangat di bathtub serta menuangkan sabun yang memiliki aroma wangi lavender.
Di lain tempat, tepatnya di rumah Dona kedua wanita beda generasi itu sedang duduk di kursi meja makan.
"Dona, nanti malam kamu jangan lupa. Kita harus datang ke rumah tuan Banyu."
"Malas ah mom, mommy saja yang ke sana."
"Kamu itu bagaimana sih, ini tuh kesempatan untuk datang lagi ke mansion keluarga Abimanyu, setelah lama kita tidak diperbolehkan masuk untuk datang lagi ke sana."
"Lagian mommy datang ke sana cuman mau liat kebahagiaan keluarga Meraka gitu? Kalau aku sih gak mau, apa lagi bertemu dengan wanita itu. Iuuhhh gak Sudi."
"Sebenarnya mommy juga malas kalau harus menyaksikan kebahagiaan wanita miskin itu, tapi mau bagaimana lagi sudah lama mommy tidak merasakan suasana di mansion itu lagi."
"Lagian mommy sih, kenapa juga merencanakan untuk menyakiti Tante Kayla. Jadinya kita di usir kan sama om Banyu padahal aku tuh gak mau keluar dari mansion itu." Ucap Dona dengan wajah di cemberutnya.
"Mommy juga gak tahu kalau rencana yang mommy buat itu bakal ketahuan sama tuan Banyu, lagian memangnya kamu pikir mommy mau keluar dari mansion itu."
"Semua ini gara-gara wanita miskin itu, seandainya dulu dia tidak bertemu dengan mas Banyu, sudah mommy pastikan, mommy lah yang akan menjadi nyonya Abimanyu."
"Tapi semenjak kehadiran wanita itu semua yang mommy impikan hancur sudah." Geram mommy nya Dona.
Ya, dulu mommy nya Dona memang lebih dulu mengenal tuan Banyu, dikarenakan mommy nya Dona adalah salah satu anak yang diangkat oleh sepupu dari ayahnya tuan Banyu.
Lantaran sepupu dari ayahnya tuan Banyu tidak tega kala itu melihat mommy nya Dona sedang terluntang lantung, di atas trotoar pasalnya kala itu mommy nya Dona berasal dari panti asuhan, lantaran ia ditinggalkan oleh kedua orangtuanya yang sudah meninggal.
Jadi oleh sebab itu ketika ia berumur 17thn, ia pergi dari panti asuhan. Menurut nya dia tidak pantas jika terus berada di tempat yang itu, dan ia berpikir bahwasanya ke...