Violleta

Violleta
BAB 54



"Sudah lah mom, lagian siapa juga yang mau kehilangan dia, aku juga gak mau kehilangan kesempatan untuk menjadi istri salah satu pengusaha yang terpandang." Ucap Dona.


"Tapi karena ada suatu masalah akhirnya dia mutusin aku." Lanjutnya lagi.


"Ya karena kamu itu bodoh, seharusnya kamu bisa bermain cantik, jika ingin berselingkuh darinya." Geram mommy Sarah.


"Kenapa mommy menyalahkan aku!" Kesal Dona.


"Sudahlah, percuma memberitahukan mu."


"Lalu apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" Tanyanya pada sang anak.


"Aku ingin merebut Jeffry dari wanita sialan itu, dan aku akan menggantikan dia sebagai nyonya dari keluarga Syahputra."


"Bagus itu baru anakku."


"Tapi bagaimana caranya mom? Mom tau, dia itu sulit sekali untuk di dekati." Tanya Dona.


"Ck, ya kau jebak saja si Jeffry itu, gitu aja ko sulit. Bila perlu ko jebak dia pakai obat p***ng, agar dia meniduri mu, lalu kau buat Video panas mu dengannya, setelah itu kirim video itu ke Vio, dengan begitu mommy yakin si Vio bakal meminta cerai dari nya." Ujar mommy Sarah, yang sedang memberikan saran untuk menjebak Jeffry kepada anaknya.


"Mommy enak cuman bicara saja, tapi aku sulit untuk melakukan nya."


"Kenapa sulit, bukankah kamu sering melakukan itu."


"Mom dia beda, Jeffry selalu di awasi oleh adiknya. Jangan pikir aku belum melakukan hal itu, aku sudah melakukan nya, dengan memasukkan obat p***ng ke minumannya. Tapi apa hasilnya! Dia di bawa oleh adik sialannya ke rumah sakit." Kesal Dona, ketika mengingat rencana yang telah ia susun untuk menjebak Jeffry agar selalu terikat dengannya, tapi rencana itu di gagalkan oleh Nares, adik dari Jeffry.


"Cih, kami kalah sama bocah itu?!"


"Lalu apa rencana mu kali ini?" Tanyanya.


"Entahlah aku tidak tau."


Di lain tempat, Jeffry dan Vio sudah kembali ke kediamannya.


Hari menunjukkan pukul sebelas malam. Dan kedua insan sedang bersiap untuk menyelami dunia mimpi.


Namun sebelum menyelami dunia mimpi, mereka berbincang terlebih dahulu sebelum tidur, hal itu sudah menjadi rutinitas mereka setiap akan menjelang tidur.


"Sayang." Panggil Jeffry, kepada sang istri, ketika sang istri naik ke atas ranjang.


"Ada apa mas." Ujar Vio, setelah berada di pelukan Jeffry, dengan menyenderkan kepalanya ke dada bidang sang suami.


"Gini, aku mau minta tolong sama kamu, bolehkah besok nanti kamu datang ke kantor membawa makan siang untuk ku?!" Tanya Jeffry.


"Ya ampun mas, aku pikir apa saja. Ya tentu boleh dong, dan kamu juga gak perlu minta tolong sama aku, nanti pasti aku akan mengantarkan makan sia untuk kamu, tapi jika aku sedang tidak sibuk ya!." Jawab Vio.


"Memangnya kamu ngapain, sampai sibuk segala?" Tanyanya.


"Aku sebenarnya di suruh sama mommy buat ngurus sementara butiknya mommy, dan aku juga sebenarnya mau minta ijin sama kamu, bolehkah aku membantu mommy buat mengurus butiknya?!"


"Tapi gak sampai lama kan, maksud ku tidak Samapi malam?"


"Tidak mas, aku memberitahu mommy kalau aku hanya bisa sampai jam tiga sore saja mas, dan kata mommy tidak masalah." Jawabnya.