
"Yah berarti kamu gak sering nganterin makan sia buat aku dong." Ujarnya dengan nada sendu.
"Ya ampun mas, muka kamu jangan sedih gitu doang. Walaupun aku membantu mommy di butiknya, aku akan usahakan tetap membawakan kamu makan siang." Ucap Vio, seraya menenangkan Jeffry yang sedang mode ngambeknya.
"Bener!"
"Iya mas, udah yuk kita tidur, aku udah ngantuk banget nih." Ujar Vio.
"Gak mau buat debay dulu nih?!" Tanyanya.
"Debay? Apa itu debay?" Bukannya menjawab Vio malah balik bertanya.
"Astaga sayang, jadi kamu gak tau?" Tanya Jeffry lagi, dan Vio hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda ia tidak tau apa itu debay.
"Debay itu, dedek bayi sayang." Ucap Jeffry, dan Vio pun hanya ber oh ria.
"Hanya oh saja! Gak mau buat nih." Ujar Jeffry seraya mengedipkan satu matanya.
"Ih mas apaan sih, nanti saja kan semalam udah." Ucap Vio sambil memukul pelan lengan kekar Jeffry.
Jeffry pun hanya terkekeh kecil, karena melihat tingkah Vio yang menurutnya menggemaskan.
"Baiklah, baiklah. Hari ini aku gak minta, tapi nanti besok malam aku akan minta jatah ku, ya."
"Aku gak janji."
"Kenapa?"
"Karena aku gak tau besok aku bakal dapat tamu bulanan apa gak! Masalah nya besok adalah jadwal tamu bulanan ku datang." Jawab Vio dengan wajah entengnya, dan ia pun langsung menidurkan dirinya dan menutup badannya dengan selimut tebal.
Sementara Jeffry hanya menganga setelah mendengarkan ucapan yang di lontarkan sang istri, yang artinya ia akan berpuasa, jika sang istri tengah mendapatkan tamu bulannya.
Dan ia pun langsung menyusul Vio untuk tidur, dan memeluknya.
Keesokan paginya, mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke tempat kerja mereka, walaupun pagi ini Vio, akan berangkat ke butik mommy nya, tidak lantas melupakan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Sayang, nanti kamu berangkat sama siapa?" Tanya Jeffry di sela-sela mereka sedang sarapan.
"Mungkin sama pak Asep."
"Aku antar ya, nanti baru pulangnya di jemput sama pak Asep."
"Emangnya kamu gak kesiangan nanti, kalau harus mengantarkan aku dulu?" Tanya Vio.
"Tidak. Walaupun terlambat, tidak masalah dong, aku kan bosnya! Jadi gak ada yang memarahi aku." Ujar Jeffry.
"Mas. Gak boleh kaya gitu, walaupun kamu bosnya, seharusnya kamu mencontohkan hal yang baik kepada semua karyawan kamu, jangan seenaknya, mentang-mentang kamu bosnya." Balas Vio.
"Hehehe, gak apa-apa, sekali-kali sayang." Ucap Jeffry dengan senyum yang menampilkan gigi nya yang putih dan bersih.
"Heh, kamu ini mas." Ucap Vio dengan nada yang pasrah.
"Jadi gimana! Aku yang antar ya."
"Iya mas."
"Oke."
Mereka pun mengabiskan sarapan nya. Setelah selesai sarapan, Jeffry dan Vio pun bergegas menuju mobil milik Jeffry.
Setelah berada di dalam mobil, Jeffry pun langsung menghidupkan mobilnya dan menjalankannya ke arah butik mommy nya Vio.
Tak butuh waktu lama, mobil yang ditumpangi mereka pun akhirnya sampai di halaman butik milik mommy nya Vio.
Setelah itu mereka pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam butik, di sana ternyata sudah ada mommy Kayla yang sudah menunggu kedatangan putrinya.
"Assalamu'alaikum." Ucap Vio dan Jeffry.