Violleta

Violleta
BAB 71



Roy pun keluar dari ruangan Jeffry dan pergi ke meja kerjanya.


Sementara Jeffry ia melanjutkan istirahatnya, karena badannya masih terasa lemas.


Baru juga ingin memejamkan matanya, tiba-tiba pintu diketuk di luar.


Tok, tok, tok.


"Siapa?" Teriak Jeffry.


"Saya tuan." Jawab seseorang dibalik pintu, yang tak lain adalah Roy, sang asisten.


"Masuk."


Setelah ada jawaban, Roy pun masuk kedalam ruangan istirahat pribadi Jeffry, dengan membawa satu kantong plastik berisi rujak yang ia pesan.


"Tuan ini pesanan anda."


"Ya terimakasih." Jeffry pun mengambil kantong plastik berisi rujak itu, dan ia pun beranjak dari ranjang, serta keluar dari ruangan istirahat nya, dan kembali ke meja kerjanya.


Roy pun keluar dan mengekori sang bos dari belakang.


Sesampainya di meja nya, Jeffry pun duduk di kursi kebesarannya, sementara Roy berdiri di samping sang bos.


Setelah duduk, Jeffry pun langsung membuka pesanannya alias rujak.


Setelah itu ia pun langsung makan dengan lahap, sementara orang yang berada di sampingnya hanya melihat sambil menelan ludah, lantaran melihat sang bos memakan buah yang asam.


"Ekhmm." Deheman Roy, pun menghentikan kegiatan Jeffry yang sedang makan.


"Oh kau masih disini? Saya pikir kamu sudah keluar dari ruangan saya."


"Maafkan saya."


"Tidak masalah."


"Baiklah tuan, ada yang anda inginkan?"


"Untuk sekarang tidak ada, nanti jika saya menginginkan sesuatu, saya akan memanggil kamu."


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu."


"Ya silahkan."


Hari pun semakin siang, di rumah Vio dan Jeffry. Kini Vio sedang bertukak di dapur, lantaran sedang memasak makan siang untuk di bawa ke kantor sang suami.


Kali ini dia sedang memasak menu kesukaan sang suami yaitu, ayam saus Padang, cah kangkung, udang goreng crispy, dan tempe mendoan.


Bukan hanya makan untuk siang, ia pun membawa brownies yang tadi sempat ia buat.


Setelah semua selesai, ia pun langsung memasukkan makanan nya kedalam rantang, sementara brownies nya ia masukan kedalam wadah kotak sedang.


Setelah semuanya sudah dimasukkan kedalam wadah masing-masing, Vio pun bergegas untuk mengganti pakaiannya, sebelum mengganti pakaiannya, Vio pun melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim yaitu sholat Dzuhur terlebih dahulu.


Setelah semuanya sudah siap, ia pun langsung masuk kedalam mobil dan duduk di belakang, dan menyuruh pak Asep untuk mengantarnya ke kantor sang suami.


"Pak antar Vio ke kantor mas Jeffry ya!"


"Baik non."


Mobil pun jalan menuju ke kantor Jeffry.


Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka pun sudah sampai di kantor Jeffry.


Vio pun turun dari mobil dan langsung masuk kedalam lobi perusahaan.


"Pak, sebaiknya bapak pergi, nanti saya akan pulang bersama suami saya." Ucap Vio, sebelum turun dari mobil.


"Baik non." Jawab pak Asep.


Setelah mobil jalan dan keluar dari kantor, Vio pun menuju ke meja resepsionis untuk menanyakan Jeffry.


"Permisi, apakah suami saya ada?" Tanya Vio kepada salah satu orang yang berada di resepsionis.


"Ada nona, silahkan anda masuk saja."


"Baik kalau begitu saya permisi, terimakasih."


"Sama-sama nona."


Vio pun langsung masuk kedalam lift khusus CEO, yang sering digunakan oleh Jeffry.


Setelah lift terbuka...