
"Ahhhh kenapa kamu berubah Jef! dan kenapa seakan-akan kamu tidak mengenal ku!" Teriak Dona dalam mobilnya.
"Pokonya aku gak mau tau, aku harus mendapatkan kamu kembali Jeffry." Ucap nya dengan nada menggebu-gebu.
Setelah Dona melampiaskan kekesalannya, wanita itu pun langsung menancapkan gas dan segera pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari menjelang malam, tepat pukul 19:00 wib. Jeffry pun sudah kembali dari perusahaan nya.
Setelah sampai di halaman rumahnya, Jeffry pun langsung memerkirakan mobilnya di garasi, dan keluar dari mobil, ia dapat melihat Vio yang sedang menunggu nya di depan teras rumah sambil tersenyum manis ke arahnya.
"Assalamu'alaikum." Ucap Jeffry setelah berada di hadapan Vio.
"Wa'alaikum salam, mas." Jawab Vio sambil mencium punggung tangan sang suami.
"Kenapa malah menunggu diluar? Kenapa tidak menunggu didalam rumah saja?"
"Gak apa-apa mas, aku memang sengaja menunggu mas di luar."
"Nanti kamu masuk angin loh, mulai besok kalau kamu mau tunggu mas, kamu tunggunya di dalam rumah aja yah. Mas gak mau nanti kamu masuk angin terus sakit."
"Baik mas."
"Pintar." Ucap Jeffry sambil mencolek hidung mancung Vio.
"Sudah yuk masuk." Ucap Jeffry lagi, sambil merangkul pinggang sang istri, sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Setelah mereka sampai di kamar, Vio pun langsung membantu membuka jas dan dasi Jeffry. Serta menyiapkan air panas untuk mandi sang suami.
"Mas aku sudah menyiapkan air panas di dalam, kamu langsung mandi geh."
Setelah Jeffry masuk ke dalam kamar mandi, Vio pun menyiapkan piyama tidur sang suami.
"Mas, aku kebawah duluan. Mau menyiapkan makan malam untuk kita ya." Teriak Vio.
"Iya." Jawab Jeffry di dalam kamar mandi.
Vio pun langsung keluar dan langsung ke ruang makan, untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.
Sementara di dalam kamar, Jeffry pun sudah selesai dengan ritual mandinya. Dan ia pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya untuk menutupi aset miliknya, sementara bagian atas ia biarkan terbuka dan menampilkan perut roti sobek nya.
"Uhhh, beruntung banget sih gua dapet istri pengertian dan Solehah. Lama-lama gua jatuh cinta beneran nih sama si Vio, eh tapi kalau gua jatuh cinta sama dia dan memiliki dia seutuhnya gak apa-apa kali ya! Secara dia kan istri gua, istri sah secara agama maupun negara. Jadi gak ada larangan dong buat milikin dia seutuhnya." Gumam Jeffry sambil terkekeh kecil.
Setelah berbicara pada diri sendiri, ia pun langsung memakai piyama tidur yang tadi Vio siapkan di sisi tempat tidur mereka.
Setelah selesai memakai pakaiannya, Jeffry pun langsung turun menuju ruang meja makan.
"Hmmm bau nya harum, kamu masak apa?" Tanya Jeffry setelah sampai di ruang makan.
"Aku masak makanan kesukaan mas."
"Oh ya! Wah aku jadi sabar untuk mencicipi semua makanan yang istriku masak ini." Ucap Jeffry sambil mencubit salah satu pipi Vio dengan gemas.
"Ihh mas, sakit tau." ujar Vio sambil memajukan bibirnya sedikit.
"Iya, iya, aku minta maaf. Habisnya aku gak tahan pingin cubit pipi kamu yang tembem ini." Ledek Jeffry.
"Issss. Justru kalau mas cubit pipiku, nanti tambah tembem."