Violleta

Violleta
BAB 27



Kaos putih dengan dipadukan dengan jaket denim yang berwarna senada dengan celananya.


Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di restoran dan mereka duduk di sudut ruangan dekat dengan jendela.


Setelah itu mereka pun memesan makanan yang tertera di buku daftar menu, kepada salah satu pelayan.


Waktu pun semakin malam, mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Di tengah jalan saat mereka sedang asik bercerita, tiba-tiba hujan turun dari langit. Sehingga membuat semua orang yang sedang berjalan kaki atau yang sedang berkendara dengan sepeda motor nya, terpaksa harus berhenti untuk berteduh sementara.


Hal itupun di lakukan oleh pasangan suami istri. Mereka pun memutuskan untuk berteduh sementara di sebuah ruko yang sudah tutup.


"Apa kamu dingin?" Tanya Jeffry kepada sang istri.


"Tidak."


"Bohong." Ujar Jeffry, sambil membuka jaketnya lalu ia pasangkan pada Vio, istrinya.


"Apa yang kamu lakukan mas! Kamu bisa kedinginan nanti, lagi pula aku sudah pakai jaket." Ucap Vio sambil ingin melepaskan jaket yang tadi Jeffry pasangkan padanya. Namun hal itu dihalangi oleh sang suami.


"Jangan di lepas, nanti kamu bisa kedinginan. Aku tidak apa-apa."


"Tapi..."


"Husssttt diam. Jangan protes." Ucap Jeffry sambil meletakkan jari telunjuknya ke arah bibir ranum sang istri.


Dan Vio pun hanya bisa menghela nafas lantaran ia tidak tau bahwa sang suami sedikit keras kepala juga.


Sudah lama mereka menunggu, tapi hujan belum juga mereda. Bukannya mereda malah semakin deras, dan hari pun semakin malam. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menerobos hujan yang sedang turun membasahi bumi.


"Apa sebaiknya kita pulang saja sayang" Tanya Jeffry pada sang istri.


"Apa kamu yakin, ingin menerobos hujan!"


"Tapi aku takut kamu demam."


"Tidak aku kebal ko." Ujar Jeffry dengan yakin.


"Yasudah kalau begitu aku tidak masalah." Ajak Vio.


"Eh, sebaiknya jangan. Aku takutnya kamu yang demam, nanti bisa-bisa aku di marahi sama Daddy dan mommy mu karena membuat anak kesayangan mereka sakit."


"Tidak. Yasudah ayo, lagian aku juga sudah lama tidak main air hujan." Ajak Vio sambil menggandeng tangan sang suami ke arah motor yang terparkir di depan mereka.


"Hmmm, baiklah." Pasrah Jeffry.


Mereka pun akhirnya pergi dari tempat itu dan menerobos hujan.


Dan mereka pun akhirnya sampai di rumah mereka tepat pada pukul 22:00 wib. Setelah itu mereka langsung membersihkan diri mereka dan lanjut tidur menyelami dunia mimpi.


Pagi hari tiba, menampilkan sosok matahari yang menyinari bumi. Dan hal itu berhasil membangunkan sepasang suami istri dari tidurnya.


"Uggghhh." Lenguhan halus terdengar dari bibir gadis yang berhasil terusik tidurnya oleh sinar matahari yang menyelinap di balik tirai jendela kamar.


Dia pun perlahan membuka kelopak matanya. Setelah membuka matanya ia pun tersenyum kepada seseorang yang masih terlelap dari tidurnya, yang berada di sebelahnya.


"Mas." Ucap Vio, membangunkan sang suami.


Namun ada hal yang aneh lantaran ketika ia memegang lengan sang suami, ia merasakan bahwa lengan suaminya panas. Dan ia pun mulai mengecek dengan memegang kening sang suami, ternyata dugaannya benar bahwa Jeffry suaminya mengalami demam.


"Astaga mas! Kamu demam." Pekik Vio sambil beranjak dari posisi tidurnya dan memposisikan dirinya dalam posisi duduk.


Dan dia...