Violleta

Violleta
BAB 69



"Terimakasih." Ucap Jeffry pada sang istri yang sudah memakaikan dasi untuknya.


Dan tak lupa ia pun mencuri ciuman di bibir Vio, setelah sang istri sudah selesai memakaikan dasi untuknya.


"Sama-sama mas, duduk yuk kita sarapan, nih aku udah bikinin kamu roti bakar dengan selai coklat + jus alpukat, pesanan mu."


Jeffry pun duduk di hadapan Vio.


"Sayang apa itu selai nanas?" Tanya Jeffry, saat melihat sang istri yang sedang asik mengolesi rotinya dengan selai nanas.


"Iya memangnya kenapa?" Jawab Vio, setelah selesai mengolesi rotinya.


"Mm, apa selai nanasnya masih ada?"


"Yah, selai nya abis, ini juga sisa kemarin. Aku pikir selai yang kemarin sudah habis, karena kamu selalu saja makan pakai selai nanas, eh pas tadi aku liat ternyata masih ada sisa sedikit, yasudah aku mengolesinya untuk roti ku."


Ya, memang akhir-akhir ini Jeffry sering nyemil roti tawar pakai selai nanas, padahal sebelumnya ia tidak terlalu suka selai nanas.


"Sayang apa aku boleh tukar, entah kenapa aku ingin sekali roti milikmu, kamu makan roti milikku aja ya." Ucapnya dengan wajah dibuat imut.


"Mas kamu aneh, sejak kapan wajahmu dibuat imut seperti itu? Yasudah nih buat kamu aja."


"Serius sayang kamu gak pa-pa."


"It's okay mas."


"Wah, thanks sayang. Kalau begitu nih buat kamu, anggap saja kita sedang barter."


"Emang barter kan?"


"Oh iya juga ya, heheh."


Setelah itu mereka pun sarapan dengan roti bakar yang sudah di tukar.


"Sayang aku berangkat kerja dulu ya!"


"Iya mas."


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam." Jawab Vio, setelah Salim pada sang suami.


Setelah melihat mobil sang suami pergi, Vio pun masuk kedalam rumah.


"Bi." Panggil Vio.


"Iya non ada bisa bibi bantu?"


"Aku cuman mau minta tolong, nanti kalau sudah jam sebelas siang, tolong bangunin Vio, entah kenapa akhir-akhir ini Vio sering mengantuk."


"Baik non, terus non mau bibi masakin apa untuk makan siang?"


"Tidak usah bi, biar nanti Vio saja yang masak, soalnya Vio mau bawain makan siang untuk mas Jeffry."


"Baik non, kalau begitu bibi lanjut menjemur pakaian dulu non."


"Iya bi."


Setelah peninggalan bi Ijah, Vio pun langsung naik ke kamarnya yang berada di lantai dua.


Sedangkan di kantor Syahputra company, Jeffry yang kini sedang melakukan meeting di kantornya.


Ia sedikit tidak fokus, lantaran perutnya mulai bergejolak dan rasa mual kembali menerjangnya, bahkan wajahnya pun sedikit pucat.


Untung saja meeting kali ini hanya membutuhkan waktu 30 menit.


Setelah meeting selesai, Jeffry pun langsung keluar dari ruangan dan berlari menuju ruangannya.


Hal itupun tak luput dari penglihatan para karyawan dan sang asisten, berserta sang sekretaris.


Setelah sampai di ruangannya, ia pun berlari menuju ruang pribadinya, yang dimana di dalam Raung pribadinya itu terdapat sebuah ranjang yang berukuran sedang, dan juga kamar mandi, selayaknya kamar pribadi di rumahnya.


Setelah memuntahkannya, ia pun keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang.


Di saat ia keluar dari kamar mandi, ternyata sudah ada sang asisten yang menunggunya di dalam raungan itu.


"Tuan apa anda tidak apa-apa?"


"Iya." Jawab Jeffry dengan lemas.


Ia...