
Jika menunggu ambulance datang, takutnya akan membutuhkan waktu yang lama, sementara keadaan korban terus saja mengeluarkan darah.
Setelah memasukkan Vio dan supir taksi ke dalam mobil, mereka pun langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Dengan Vio berada di mobil milik Jeffry, yang dikendarai oleh Tio, sementara dirinya berada di pangkuan sang suami.
Dan sang supir taksi, berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Nares.
Di saat mobil yang di kendarai boleh Tio dan Nares, pergi meninggalkan tempat itu.
Di dalam mobil lain, terdapat seseorang yang melihat peninggalan mobil Jeffry yang melaju membelah jalanan.
"Jeffry sayang. Maaf kan aku, ini adalah balasan karena kamu sudah menolak cinta dariku, dengan memberitahukan rahasia yang selama ini kepada istrimu, Vio." Ucapnya sambil melihat mobil Jeffry yang melaju.
"Dan untukmu ja**ng tua, tunggu pembalasan ku. Tidak akan aku biarkan hidupmu dan anakmu bahagia, pertama aku sudah memanfaatkan anakmu, dan tak lama lagi kini giliran mu, aku tidak akan pernah memaafkan seseorang yang sudah menghancurkan keluargaku apalagi membuat mommy ku menderita, jika seandainya kamu tidak pernah menjadi simpanan Daddy ku maka aku tidak akan berbuat nekat seperti ini, apalagi kamu terus saja menguras harta Daddy ku. Yang sebenarnya itu bukan harta Daddy, melainkan harta mommy ku. Terimalah pembalasan dariku, ini lah akibatnya mencari masalah dengan Monica." Ucapnya lagi, seraya melihat sebuah Poto lalu meremasnya dengan kuat.
Ya, wanita itu adalah Monica. Seorang model dan juga anak dari seorang pengusaha, dia melakukan hal ini, dikarenakan ia ingin membalaskan rasa sakit yang di derita oleh mommy nya, karena melihat sang Daddy memiliki simpanan yang tak lain mommy dari orang yang paling ia benci, yakni Dona.
Mommy nya Dona sudah menjadi simpanan Daddy nya selama satu tahun, dan selama satu tahun ini ia masih diam, berharap sang Daddy menyudahi hubungan gelap ini.
Namun apa daya, sang Daddy malah melanjutkan hubungan gelap ini sampai sekarang, sehingga membuat dendam di hatinya semakin besar.
Kembali lagi ke Jeffry, Tio, dan Nares. Kini ketiganya sudah berada di depan rumah sakit.
"Dokter, suster, tolong selamatkan istri saya." Teriaknya, seraya menggendong sang istri ala bridal style, sementara sang supir taksi di bopong oleh Tio dan Nares.
Para perawat pun bergegas, mengambil dua hospital bad untuk Vio dan supir taksi tadi.
Setelah keduanya sudah berada di hospital bad, mereka pun langsung di bawa ke ruang ICU, dikarenakan kondisi mereka yang terus saja mengeluarkan darah, walaupun kondisi Vio tidak separah dari supir taksi tadi, namun ia tetap di bawa ke ruang ICU.
Jeffry, Tio, dan Nares pun menunggu di depan ruangan ICU.
"Ka. Sebaiknya, lu telepon tuan Abimanyu, biar gua telepon mamah dan papah. Takutnya mereka khawatir." Ucap Nares.
"Ya, lu benar. Ya udah, gua telepon mertua gua dulu."
Jeffry pun menelepon tuan Abimanyu, dan mengabarkan kondisi Vio. Begitu pun dengan Nares, ia menelepon kedua orang tuanya.
"Maaf, apakah keluarga korban, sudah mengurus administrasi nya?" Ucap salah satu perawat.
"Oh astaga, maaf...