
"Kenapa hatiku menjadi gelisah." gumam Vio dalam hati.
Di dalam kamar, ia memanggil salah satu pelayan.
"Pelayan." Teriaknya.
"Iya, nona ada yang bisa saya bantu? Dan apakah anda membutuhkan sesuatu?" Ucap salah satu pelayan yang kini sudah berada dalam kamar Vio.
"Tidak ada. Hanya saja tolong panggilkan pak Asep untuk kemari saya ingin menanyakan sesuatu."
"Baik nona." Belum sempat pelayan itu keluar, Vio memanggilnya lagi.
"Tunggu dulu, hmmm. Apakah mommy sama Daddy sudah pulang?" Tanyanya
"Belum nona muda, tuan besar dan juga nyonya besar belum pulang."
"Tapi kenapa?"
"Maaf nyonya, saya tidak tahu." Jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya sedikit.
"Yasudah, panggilkan pak Asep untuk kemari."
"Baik nyonya saya permisi dulu."
Pelayan itupun keluar dari kamarnya. Sementara di dalam, Vio terus saja memikirkan Jefri sang calon suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di rumah sakit. Saat ini mereka masih berada di rumah sakit, dan waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
"Jadi begini..." Nares pun mulai menceritakan semuanya dari awal dan bagaimana ia bisa berada dalam satu ruangan dengan Jefri.
Flashback on
Pada malam itu di kediaman keluarga Syaputra. Anak dari ke-dua keluarga putra itu tidak sengaja melihat kakaknya sedang memasuki mobil, dia tau kemana tujuan kakaknya pergi. Ia pun segera mengikutinya.
Lantaran ia tak ingin kejadian tempo hari terulang kembali.
Sesampainya Jeffry yang tak lain adalah kaka dari Nares, segera masuk ke sebuah Club elit yang berada di kota itu. Begitu pun dengan Nares, ia segera mengikuti kakaknya masuk ke dalam Club itu. Sebenarnya ia tidak sudi masuk ketempat haram itu, namun apa daya ia harus menjaga kakaknya agar tidak terjadi sesuatu padanya seperti tempo hari.
Bukan tanpa alasan ia mengikuti kemana kakaknya pergi, karena ia sudah paham akan kebiasaan yang dilakukan oleh kakaknya.
Pernah pada suatu ketika, ia melihat kakaknya dan temannya sedang meminum minuman keras. Dan tanpa sengaja ia melihat seorang wanita dengan pakaian seksi dan ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Sedang menaruh sebuah obat ke dalam gelas milik kakaknya Jeffry. Tanpa sepengetahuan dari pemilik gelas, sehingga ia meminumnya tanpa rasa curiga sedikitpun.
Setelah meminumnya, ia melihat kakaknya seperti sedang menahan sesuatu dan juga seperti orang yang sedang kepanasan, sehingga membuat wajahnya memerah. Jadi dari itu ia menyimpulkan bahwa kakaknya sedang terpengaruh oleh obat pe***ng.
Di tambah lagi, ia melihat kakaknya sedang di papah oleh wanita tadi. Sepertinya wanita tersebut ingin membawa kakaknya ke salah satu kamar yang ada di Club malam itu.
Jadi semenjak hari itu, ia selalu memantau sang kakak. Entah itu ia sendiri yang memantau atau dari orang yang ia sewa sebagai pengawal pribadi kakaknya, walaupun tanpa sepengetahuan dari sang kakak.
Mungkin menurut kalian ini terlalu berlebihan. Tapi menurut Nares sang adik, hal ini wajar mengingat kakaknya yang tampan dan juga seorang CEO muda, banyak sekali ingin menghancurkan nya dan banyak wanita yang ingin mendekati nya. Serta berlomba-lomba untuk naik ke atas ranjangnya.
Namun hal itu mustahil untuk dilakukan, lantaran...