Violleta

Violleta
BAB 77



Ketika melihat Jeffry yang berdiri dari tempat duduknya.


"Gua mau nyamperin istri gua dulu bentar, siapa tau dia butuh sesuatu." Jawab Jeffry, lalu ia beranjak dari tempat duduknya, dan melangkah ke arah tempat duduk Vio.


Cup.


Jeffry mencium pipi Vio, setelah ia berada di tempat Vio.


Hal yang dilakukan Jeffry pun menjadi tontonan orang yang berada di tempat itu, termasuk Dona, yang melihat adegan mesra itu tepat di depan matanya, karena posisi duduknya memang berhadapan dengan kursi yang Vio duduki.


Seketika ruangan menjadi riuh karena yang dilakukan Jeffry.


"Oh astaga so sweet sekali, aku juga mau." Ucap rose.


"Kalau kamu mau kamu bisa memintanya pada pacarmu zio." Timpal Veronica.


"Sayang apa kamu mau?" Ujar zio yang kebetulan mendengar perkataan sang kekasih.


"Ah nanti saja, aku tidak mau membuat para jomblo merasa iri." Balas rose.


"Oke, kalau begitu."


Sementara Vio hanya bisa menahan malu karena ulah sang suami, yang menurutnya begitu berani menciumnya di depan umum, walau hanya pipi yang dicium nya.


"Ada apa mas, kamu butuh sesuatu?" Tanya Vio pada sang suami, yang kini sedang melingkarkan tangannya ke leher jenjang Vio, dari arah belakang, dan sesekali ia mendengus kan wajahnya ke leher sang istri.


Dan hal itu pun membuat Vio merasa geli dan malu secara bersamaan.


"Mas." Rengek Vio, karena sang suami terus saja mengendus lehernya tanpa menjawab pertanyaan nya.


"Iya sayang." Jawab Jeffry, setelah mendengar rengekan sang istri, dan ia pun melepaskan tangannya yang tadi melingkar di leher sang istri.


"Aku bilang ada yang kamu mau? Tapi kamu gak ngejawab pertanyaan aku, malah terus mendengus leherku, malu tau diliatin."


"Kata siapa? Noh lihat sekeliling, para tamu dari tadi memperhatikan tingkah kamu." Ucapnya dengan cemberut.


Dan benar saja ketika Jeffry, melihat ke sekeliling ia menjadi tontonan para tamu undangan yang hadir di pesta pertunangan sang sahabat.


Ia pun merasa malu, karena tingkahnya. Entahlah, akhir-akhir ini memang ia sangat manja dan ingin selalu berdua dengan sang istri.


"Hehehe maaf sayang." Jawab Jeffry, dan ia pun hanya bisa cengengesan.


"Terus kamu mau apa mas?" Tanya Vio lagi.


"Gak aku gak mau apa-apa." Jawab Jeffry.


"Terus kamu mau apa kesini?"


"Emang gak boleh?" Bukannya menjawab pertanyaan sang istri, justru Jeffry malah balik bertanya.


"Ya gak pa-pa sih, cuman kan ini tempat perempuan, dan tempat pria di samping."


"Iya-iya aku tahu, aku kesini cuman mau tanya sama kamu, ada yang ingin kamu inginkan?" Tanyanya pada sang istri.


Belum Vio menjawab, tiba-tiba Dona menyela.


"Jef bagaimana kabarmu? Sudah lama ya kita tidak bertemu dan berbincang seperti dulu."


"Baik." Jawabnya dengan dingin dan singkat.


"Emang kamu gak pegal ya terus berdiri, kebetulan Sierra lagi sama Jhony, lebih baik kamu duduk, daripada berdiri terus." Ucap Dona lagi, sekaligus menawarkan tempat duduk yang berada di sebelah nya.


Yang kebetulan tidak di isi, awalnya tempat itu adalah tempat yang tadi di duduki oleh Sierra, namun orangnya pergi bersama sang tunangan, lantaran mereka di panggil oleh keluarga nya.


"Tidak, terima kasih." Jawabnya dingin dan datar.