
Di tengah asyik nya mereka sarapan bersama dalam satu mangkuk, tiba-tiba bel pintu pun berbunyi.
"Siapa yang bertamu. Tunggu dulu ya mas, aku mau buka pintu dulu." Ucap Vio pada sang suami setelah memberikan obat untuk Jeffry.
Dan Jeffry pun hanya menjawabnya dengan anggukan. Setelah itu Vio pun pergi untuk membuka pintu.
"Maaf cari siapa ya Bu." Tanyanya pada wanita paruh baya yang umurnya sekitar 40 tahun-an.
"Maaf non. Saya bi Ijah, art yang di tugaskan oleh nak Jeffry."
"Hah." Cengo Vio.
"Dia adalah bi Ijah, asisten rumah tangga baru." Ucap Jeffry yang sedang turun dari tangga.
"Loh mas ko kamu turun sih, bukannya istirahat! Kan kamu baru minum obat." Tanya Vio sambil berbalik menatap ke arah Jeffry.
"Iya nanti, aku kesini cuman mau kasih tau kamu kalau bi Ijah ini yang akan membantu kamu buat mengurus rumah."
"Ohhh begitu."
"Maaf kan saya ya bi. Saya gak tau kalau bibi adalah art baru yang mau bantu kita." Ucap Vio pada bi Ijah.
"Tidak apa-apa non." Ujar bi Ijah pada Vio, dan Vio pun hanya mengulam senyum manis nya.
"Yasudah mas, kita kembali ke kamar. Kamu harus istirahat." Ucap Vio selara memegang bahu sang suami dan mengajak nya untuk ke kamar mereka.
Dan Jeffry pun hanya mengangguk serta mengikuti langkah istrinya.
Setelah mereka berada di kamar, Vio pun langsung menyuruh Jeffry berbaring di atas kasur king size nya. Sedangkan dia pergi turun untuk menemui bi Ijah, untuk meminta tolong membeli bahan makanan untuk ia masak buat nanti makan.
Setelah tiga hari Jeffry mengalami demam, akhirnya dia pun sudah sehat kembali dan sudah bisa pergi ke kantor pertanahan milik keluarganya yang sekarang di pimpin olehnya.
Yaitu ' Syahputra company' adalah perusahaan milik keluarga putra yang tak lain ayah dari Jeffry. Dan ' Syahputra company ' juga adalah sebuah perusahaan yang terbilang cukup besar, dan mendapatkan posisi di urutan kedua setelah ' Abimanyu group ' yang tak lain adalah perusahaan milik keluarga istrinya.
Dan pada pagi hari ini, Jeffry sudah bersiap dengan pakaian kerjanya dengan menggunakan kemeja berwarna putih dipadukan dengan jas berwarna hitam, dan juga celana bahan berwarna senada dengan warna jasnya. Ditambah sepatu pentopel, dan jangan lupa dasi berwarna hitam dengan corak bergaris berwarna putih.
"Kau sangat tampan." Ucap Vio setelah memakai kan dasi suaminya.
"Tentu saja, aku ini kan suami mu. Jadi harus tampan jika bersanding dengan mu." Goda Jeffry.
"Mas masih pagi, jangan menggodaku."
"Memang nya kenapa? Kau kan istriku jadi tidak apa-apa dong kalau aku menggoda mu!" Goda Jeffry lagi dengan mata genitalnya.
Bluusshh
Wajah Vio memerah seperti tomat, dan hal itu berhasil membuat Jeffry gemas. Sehingga dia tidak sadar mencubit kedua pipi Vio yang agak tembem.
"Aww, sakit tau. Kenapa cubit pipi ku sih, nanti kalau tambah tembem gimana!" Ujar Vio dengan wajah cemberut nya.
Dan hal itupun berhasil membuat Jeffry mencubit pipinya lagi.
"Masss." Rengek Vio.
"Iya-iya, aku minta maaf. Habisnya kamu gemesin, jadi pengen gigit." Ucap Jeffry dengan gemasnya.
"Memangnya pipiku makanan apa! Sampai-sampai mau di makan segala." Ujar Vio masih dengan kesalnya.