
Tuan Banyu dan nyonya Kayla pun langsung menghampiri dan memeluk Vio.
"Astaga nak, mommy sangat senang akhirnya kamu bisa melihat kembali."
"Iya, mom. Aku pun begitu."
Setelah Vio melepaskan pelukan dari kedua orang tuanya. Dia pun melihat sekeliling, ternyata banyak orang di sana. Namun perhatiannya tertuju pada sosok pria yang memiliki wajah tampan, rahang keras dan juga memiliki lesung di pipinya saat dia tersenyum.
"Emmm, apa itu kamu Jeffry?" Ucap Vio sambil melirik kearah Jeffry yang sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Menurut mu, sayang."
"Jadi benar ini kamu."
"Tentu saja sayang." Jawab Jeffry sambil berjalan kearah Vio dan memeluknya.
"Aku seneng banget, akhirnya bisa melihat wajahmu." Ucap Vio sambil melepaskan pelukannya.
"Aku pun begitu sayang, aku pun senang akhirnya kamu bisa melihat lagi."
"Oh ya dad, mereka siapa?" Tanya Vio sambil melirik ke arah orang tua Jeffry dan juga manatan calon mertuanya.
"Ohh, sayang perkenalkan mereka adalah calon mertuamu. Yang tak lain adalah orang tua dari calon suamimu." Jawab tuan Banyu sambil menunjuk ke arah orang tua Jeffry.
"Dan mereka ... Mereka adalah orang tua dari orang yang sudah mendonorkan matanya untukmu sayang." Ujar tuan Banyu lagi dengan suara lirih.
"Halo om, tante." Sapa Vio kepada kedua orang tua Jeffry.
Orang tua Jeffry pun hanya mengulam senyum.
"Emm. Om, tante, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada anak kalian. Karena anak kalian sudah mau mendonorkan matanya untukku, tapi ngomong-ngomong anak kalian dimana?" Ucap Vio kepada, ayah Angga dan juga istrinya.
"Innalilahi wa innailaihi roji'un, saya turut berdukacita om, tante."
"Terima kasih atas perhatiannya. Oh ya sepertinya kami tidak bisa berlama-lama, kami harus pergi." Ucap ayah Angga.
"Baiklah om, sekali lagi saya berterima kasih."
Ayah Angga pun hanya mengangguk dan tersenyum.
"Oh yah nak, apa tante bisa memelukmu sebentar?" Tanya ibu Jefri.
"Tentu saja tante."
"Terima kasih, nak." Jawab ibu Jefri, dan dia pun langsung memeluknya.
"Kami permisi." Ujar ayah Angga dan istrinya, lalu mereka pun pergi dari ruangan tersebut setelah ibu Jefri melepaskan pelukannya.
Di dalam ruangan tersebut hanya ada Jeffry dan Vio berserta kedua orang tua mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu minggu berlalu setelah operasi mata yang dilakukan Vio beserta kesembuhan Vio. Hari ini adalah hari yang istimewa untuk kedua insan yang akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang serius.
Dan hari ini, tepat di sebuah ballroom hotel bintang lima sudah di sulap menjadi sebuah ruangan megah nan mewah. Dengan dekorasi bertema white and gold, dengan ditaburi bunga mawar putih beserta Cristal bewarna silver dan gold.
Dan disalah satu kamar VVIP lebih tepatnya kamar pengantin, terdapat wanita cantik yang sedang menunggu dengan memakai kebaya modern berwarna putih dengan ujung yg sedikit menjuntai ke lantai dan rambut di sanggul dengan rambut yang dibiarkan acak-acakan di bagian sisi wajahnya. Serta make-up yang natural.
Dan tepat di sebelah kamar pengantin, juga terdapat sosok pria yang tampan yang sedang menunggu untuk di panggil. Dengan memakai...