
"Ya pingin dong sayang, makanya aku mau ngajak kamu ke dokter siapa tau udah ada baby di dalam perut kamu..."
"Kamu tau gak! Gak semua wanita mengalami mual di pagi hari seperti ibu hamil kebanyakan." Lanjutnya lagi.
"Tapi seandainya belum?!"
"Ya gak pa-pa, kita kan bisa membuat nya terus." Goda Jeffry.
"Isss itu mah maunya kamu." Sambil memukul lengan Jeffry.
"Eh tapi kayaknya aku juga belum dapet-dapet tamu bulan." Ujarnya lagi.
"Nah makanya aku ingin kita periksa, mau ya!"
"Tapi besok kayanya gak bisa deh mas, soalnya tadi pagi mommy telepon, kita disuruh ke mansion, katanya mommy rindu."
"Em yaudah kalau gitu, gimana kalau habis dari rumah kamu."
"Tapi kita kan mau kerumahnya rose mas, belum lagi beli kado buat rose. Ya, walaupun tidak diperbolehkan bawa kado sama dia. Tapi kan gak enak kalau gak bawa apa-apa."
"Gimana kalau besok lusa aja mas!" Ujar Vio.
"Em boleh, yasudah sekarang kita tidur." Ajak Jeffry.
Mereka pun merebahkan tubuh ke ranjang king size nya.
"Mas, kamu emang beneran penasaran banget ya?" Tanya Vio, ketika melihat Jeffry yang sedang melamun.
"Hm, iya sih. Tapi gak aku gak masalah ko nunggu sampe besok lusa." Jawab Jeffry sambil tersenyum, menatap sang istri.
"Gini aja deh, sebelum ke rumahnya mommy, kita pergi dulu ke apotik."
"Buat apa pergi ke apotik?"
"Aku mau beli tes pack."
"Tes pack? Apa itu?"
"Itu alat buat tes kehamilan mas, jadi kalau kamu masih penasaran, kita bisa tes lewat alat kehamilan itu." Ujar Vio.
"Astaga kenapa aku gak kepikiran ya." Ucap Jeffry, seraya menepuk jidatnya.
"Yasudah nanti besok kita beli ya." Ucapnya lagi dengan wajah sumringah.
"Iya mas."
"Ya udah kalau begitu, mari kita tidur."
Dengan memakai salah satu koleksi mobil Jeffry, yakni Audi berwarna hitam.
Di tengah perjalanan, mobil yang dikendarai oleh Jeffry berhenti di salah satu apotik, yang kebetulan letaknya tidak jauh dari jalan menuju ke mansion keluarga Abimanyu.
"Sayang kamu tunggu disini aja ya! Biar aku aja yang beli."
"Iya mas."
Jeffry pun keluar dari mobil dan masuk kedalam apotik.
"Permisi." Ucap Jeffry kepada pelayan yang sedang menjaga.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?!"
"Ya, saya ingin membeli tas pack."
"Yang harga seberapa tuan?"
"Pokonya yang paling bagus."
"Baik kalau begitu saya ambilkan."
Pelayan itu pun masuk untuk mengambil tas pack yang di pesan.
"Ini tuan, ini yang paling bagus." Ucap pelayan.
"Baik, berapa?"
"50rb tuan." (Maaf disini aku gak tau harga tas pack yang paling bagus tuh berapa, karena aku belum pernah beli, jadi mohon maaf jika salah๐๐).
"Terima kasih." Ucap Jeffry, ia pun pergi setelah membayar, dan masuk kembali kedalam mobil.
"Udah mas?" Tanya Vio, setelah melihat Jeffry sudah masuk kedalam mobil.
"Udah nih, kamu simpan ya."
"Iya mas." Vio pun memasukkan tas pack itu kedalam tas yang ia bawa.
Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanannya ke mansion Vio.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Jeffry dan Vio pun sampai di mansion keluarga Abimanyu.
Setelah keluar...