Violleta

Violleta
BAB 25



"Emmm, anu mas. Apa mas tidak mau meminta hak mu." Ucap Vio dengan suara pelan namun masih bisa di dengar.


"Nah kan, apa gua bilang." Ucap Jeffry dalam hati.


Hening masih tidak ada yang bersuara. Melihat suaminya masih diam, Vio pun hanya bisa menggigit bibir bagian bawahnya lantaran gugup. Dan hal itupun dapat di lihat oleh Jeffry.


"Astaga kenapa kamu harus menggigit bibirmu sih Vio." Gumam Jeffry lagi di dalam hati.


"Mas." Panggil Vio.


"Ah ya, ada apa?" Tanya Jeffry setelah kesadarannya kembali lagi.


"Anu itu, gimana."


"Oh itu. Hmmm, gimana nanti saja! Sayang jangan salah faham dulu oke. Aku tau kamu pasti capek banget kan! Dan untuk melakukan hal itu, kita bisa melakukannya di lain hari. Kan melakukan 'itu' tidak harus sekarang juga, benar bukan."


"Iya sih mas. Tapi aku takut mas kecewa."


"Hey dengar, aku tidak kecewa ko. Lebih baik kamu tidur yah hari sudah semakin malam, gak baik buat kesehatan kalau kamu belum tidur." Ucap Jeffry sambil memegang pipi Vio dengan kedua tangannya.


"Baiklah mas, mas juga cepat pakai bajunya. Nanti masuk angin lagi."


"Gak apa-apa masuk angin, kan ada kamu yang ngerokin nya." Goda Jeffry.


Blusshhh


Lagi-lagi wajah Vio merah lantaran malu.


"Astaga imut sekali dia, kalau lagi malu." gumam Jeffry dalam hati.


"Tuh kan sayang wajahmu memerah, sudah cepat tidur."


"Issss mas Jeffry. Bisa gak sih jangan goda aku terus. Kan akunya jadi malu." Cicit Vio dengan memelankan suaranya di akhir kalimat.


"Ohhh sudah sana, pakai bajunya. Aku mau tidur." Usir Vio pada Jeffry, sambil ia membaringkan tubuhnya ke kasur dan menyelimuti tubuh nya.


Dan Jeffry pun hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat Vio yang sedang malu, dia pun langsung mengambil piyama tidurnya dari koper dan membawanya ke kamar mandi untuk di pakai.


Setelah itu, ia pun keluar dan langsung membaringkan tubuhnya di sisi Vio dan ia pun langsung menyusul Vio ke alam mimpi.


Pagi pun tiba dan matahari sudah menampakkan dirinya.


Di sebuah kamar hotel, terdapat pasangan suami istri yang masih betah dalam mimpinya dan enggan untuk bangun. Walaupun sinar matahari sudah mengganggu tidur mereka.


Perlahan Jeffry pun membuka matanya, dan setelah membuka matanya ia pun di suguhkan oleh pemandangan indah. Bagaimana tidak, ia disuguhkan oleh sosok wanita cantik tanpa polesan make-up di wajahnya. Yang tak lain dan tak bukan ialah Vio istrinya.


"Astaga, kamu cantik sekali walaupun wajahmu polos tanpa make-up." Gumam Jeffry.


"Entahlah, aku harus beruntung atau tidak karena sudah menikah mu!" Gumam Jeffry lagi.


Sampai ketika ia melihat Vio membuka matanya. Dia pun tersenyum ketika melihat sang istri sudah membuka matanya.


"Morning, sweet heart." Sapa Jeffry.


"Morning." Jawab Vio sambil tersenyum.


"Bagaimana tidur mu semalam apakah nyenyak! sweet heart."


Vio pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Yasudah kamu mandi dulu geh, habis itu kita turun ke bawah. Aku rasa kedua orang tua kita sudah menunggu."


"Hmmm." Vio pun langsung beranjak dari tempat tidurnya, dan ia segera masuk ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas nya di pagi hari.