
"Oke." Setelah mengucapkan itu, Vio pun langsung berlari menuju dapur dengan semangat.
Sementara Jeffry, hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri yang menurutnya menggemaskan.
"Sayang, seharusnya kamu jangan berlarian." Ucapnya setalah berada di samping Vio, yang sedang melihat bahan masakan di dalam kulkas.
Dan Vio pun hanya menampilkan barisan gigi yang rapih dan putih, dan hal itu pun membuat Jeffry menjadi gemas, dan ia pun mencubit hidung Vio dengan gemas.
"Kamu ini, jadi bagaimana ada tidak bahan masakannya?" Tanyanya, sambil mencubit hidung Vio.
"Gak ada." Jawab Vio dengan lesu.
"Hey, kenapa wajahnya lesu gitu! Bukan kah tadi kamu bilang, kalau bahan masakannya tidak ada, kita belanja di swalayan saja."
"Oh iya aku lupa." Ujar Vio sambil menepuk keningnya.
"Kamu tuh kenapa gemesin banget sih, yaudah kita siap-siap yuk." Ucap Jeffry, sambil mencubit kedua pipi Vio.
"Ayok."
Mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke swalayan.
Sesampainya di swalayan, Vio pun bergegas menuju tempat daging yang rencananya akan di buat stik, sementara Jeffry, hanya mengekor nya di belakang sang istri sambil mendorong troli belanja.
"Sayang sekalian beli seafood ya, entah kenapa aku pingin makan seafood buatan mu." Ucap Jeffry pada sang istri.
"Baik mas, tapi besok saja ya aku masakin nya, kali ini kamu kan yang akan masak."
"Oke, terus sekarang kita kemana lagi!"
"Ketempat sayuran, terus ketempat buah-buahan, habis itu ketempat makanan ringan, aku mau beli buat aku nyemil."
"Oke."
Disela-sela sedang asik memilih sayuran, tiba-tiba ada yang menepuk pundak Jeffry.
"Oh ternyata lu Jhon, biasa sedang menemani tuan putri belanja. Oh ya, kalau lu sendiri sedang apa?"
"Sama gua juga lagi nemenin seseorang, tapi bedanya lu lagi nemenin istri lu, kalau gua lagi nemenin ibu negara, alias nyokap gua."
"Bisa aja lu, mangkannya buruan nikah."
"Nah kebetulan gua ketemu lu, sekalian aja ya, gua mau undang lu ke acara pertunangan gua sama kekasih gua, Sierra."
"Mas, udah kita ke sana yuk." Belum sempat Jeffry menjawab pertanyaan dari sahabatnya, sang istri tiba-tiba menyelanya.
"Eh bukannya kakak ini sahabat kamu kan! Yang pernah datang ke pesta pernikahan kita kan mas?!" Ujar Vio lagi.
"Iya sayang, kenalin namanya Jhony. Oh ya, dia juga ngundang kita buat hadir di acara pertunangan nya."
"Oh ya, wah selamat ya ka, dan maaf tadi sedang asik pilih sayuran, jadinya gk ngeh kalau ada orang, heheh."
"Ah tidak masalah, dan ya terima kasih, juga jangan lupa untuk datang besok malam."
"Insha Allah."
"Oh ya, kalau begitu gua pamit dulu ya bro, takut ibu Negera nyariin, mari Vio."
"Iya." Jawab Vio dan Jeffry, serempak.
Setelah peninggalan Johnny, Vio dan Jeffry pun melanjutkan untuk memilih bahan masakan yang akan mereka gunakan.
Setelah lama memilih, akhirnya semua keperluan yang mereka perlukan sudah di dapat, dan mereka pun memutuskan untuk segera pulang, karena waktu sudah menunjukkan waktu makan siang.
Sesampainya di rumah, Vio pun langsung membereskan bahan makanan dan meletakan sesuai tempatnya.
Sedangkan Jeffry, sudah sibuk dengan handphone nya untuk melihat tutorial cara memasak...